IHSG Tertekan, Istana Tegaskan Prabowo Tak Marah: Fokus Cari Jalan Keluar dan Percepat Pengisian Kursi OJK
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Bogor, tvOnenews.com — Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal perdagangan Senin (2/2/2026) memicu sorotan tajam publik terhadap sikap Presiden Prabowo Subianto.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, menegaskan Prabowo tidak bereaksi emosional atas koreksi pasar, melainkan fokus mencari solusi atas persoalan yang melatarbelakanginya.
“Enggak (marah) ya, seharusnya kan begini, kita semua kan harusnya begitu ya, bukan hanya Presiden. Tetapi kan kita perlu pahami bahwa apa yang melandasi sampai terjadinya turunnya IHSG kita sangat signifikan kan begitu. Nah itulah yang kemudian kita cari jalan keluarnya,” kata Prasetyo di Sentul International Convention Centre, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah tekanan IHSG yang dibuka melemah 103,247 poin atau 1,24 persen ke level 8.306,163. Data RTI Business mencatat, hingga pukul 09.04 WIB, indeks bergerak di kisaran 8.223,868–8.313,058 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp14.838,836 triliun.
Di tengah gejolak pasar, Prasetyo memastikan polemik terkait pengunduran diri jajaran pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah dituntaskan.
“Sudah. Sudah kemarin siang. Sudah selesai,” ujarnya singkat saat ditanya soal kelanjutan persoalan mundurnya pejabat OJK.
Terkait langkah selanjutnya, Praaetyo membuka peluang percepatan pengisian kekosongan jabatan tanpa harus melalui proses panjang pembentukan panitia seleksi (timsel). Menurutnya, mekanisme pengganti antarwaktu (PAW) memungkinkan Presiden mengambil peran langsung.
“Rencananya begitu, untuk mengisi kekosongan yang tiga. Tetapi kan juga sebetulnya mungkin tidak perlu timsel ya untuk mempercepat waktu ya karena mengisi PAW karena masih menjadi ranah kewenangan dari Bapak Presiden untuk bisa mengusulkan nama-nama. Nanti akan kita bicarakan setelah ini,” kata Prasetyo.
Sementara itu, aktivitas perdagangan saham terpantau cukup aktif. Sebanyak 2,091 miliar saham berpindah tangan melalui 193.472 kali transaksi dengan nilai mencapai Rp1,68 triliun. Dari sisi pergerakan, 238 saham menguat, 275 saham melemah, dan 166 saham stagnan.
Pernyataan Istana ini menegaskan sikap pemerintah yang berupaya meredam kegelisahan pasar. Alih-alih merespons dengan kemarahan, Presiden dan jajarannya memilih menempatkan koreksi IHSG sebagai sinyal untuk membenahi tata kelola dan mempercepat pengambilan keputusan strategis di sektor keuangan. (agr/ree)
Load more