GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

BGN Siapkan Raport Penilaian SPPG, yang Tak Dapat Peringkat Harus Berjuang Agar Dapat Bertahan

BGN menyiapkan raport penilaian SPPG sesuai arahan Prabowo agar Program Makan Bergizi Gratis tetap berkualitas, aman, dan akuntabel.
Selasa, 3 Februari 2026 - 12:38 WIB
Kepala BGN Dadan Hindayana
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan sistem raport penilaian bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari penguatan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan menyusul arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan bahwa MBG tidak hanya mengejar target jumlah penerima manfaat, tetapi juga harus menjamin mutu dan keamanan layanan di lapangan.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan Presiden Prabowo meminta seluruh jajaran tetap bekerja secara cermat di tengah ekspansi besar-besaran program MBG yang kini menjangkau puluhan juta masyarakat di berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pak Presiden menyampaikan bahwa BGN harus tetap bekerja dengan cermat. Target dikejar, tetapi kualitas dan keamanan harus ditingkatkan. Itu arahan beliau,” ujar Dadan di Sentul International Convention Centre, Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/2/2026).

Menurut Dadan, hingga awal Februari 2026, Program Makan Bergizi Gratis telah membentuk 22.275 SPPG di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, layanan MBG sudah menjangkau sekitar 60.700.000 penerima manfaat dan akan terus diperluas sepanjang tahun ini.

“Alhamdulillah hari ini MBG sudah membentuk 22.275 SPPG dan sudah bisa melayani sekitar 60,7 juta penerima manfaat. Dan tentu akan kita tingkatkan terus,” jelasnya.

Namun, seiring perluasan program, BGN menilai penting adanya sistem kontrol mutu yang lebih ketat agar standar pelayanan tetap terjaga. Oleh karena itu, BGN akan segera membentuk tim akreditasi dan sertifikasi SPPG yang bertugas melakukan penilaian kelayakan operasional secara berkala.

“Tahun ini kita akan segera bentuk tim akreditasi dan sertifikasi agar seluruh SPPG memiliki kualifikasi yang baik,” kata Dadan.

Melalui sistem tersebut, setiap SPPG akan mendapatkan peringkat berdasarkan kualitas layanan, kebersihan, keamanan pangan, serta tata kelola operasional. BGN akan menerapkan sistem gradasi mulai dari kategori unggul hingga kategori yang memerlukan pembinaan serius.

“Nanti akan ada SPPG dengan nilai A atau unggul, kemudian nilai B yang sangat baik, nilai C yang baik, dan mungkin ada SPPG yang harus berjuang agar bisa terus melanjutkan kegiatannya,” ungkap Dadan.

Ia menegaskan, sistem penilaian ini bukan semata-mata untuk memberikan sanksi, melainkan sebagai alat evaluasi dan pembinaan agar seluruh SPPG mampu memenuhi standar nasional layanan pemenuhan gizi. SPPG yang belum memenuhi kualifikasi akan mendapat pendampingan intensif agar bisa naik kelas dan tetap beroperasi.

Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi Program Makan Bergizi Gratis pada 2026. Selain fokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, BGN juga akan memperkuat aspek edukasi kepada para penerima manfaat.

“Langkah kita tahun ini akan merujuk pada peningkatan kualitas dan juga penambahan edukasi. Jadi penerima manfaat tidak hanya mendapatkan intervensi pemenuhan gizi, tetapi juga edukasi terkait pemilihan makanan yang sehat,” ujar Dadan.

Dengan pendekatan tersebut, MBG diharapkan tidak hanya berdampak jangka pendek dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi, tetapi juga membentuk pola konsumsi sehat yang berkelanjutan di masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Langkah BGN menyiapkan raport penilaian SPPG ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas program nasional tersebut. Di tengah ekspansi layanan yang masif, pemerintah ingin memastikan setiap dapur dan unit pelayanan benar-benar memenuhi standar keamanan pangan, kualitas gizi, serta tata kelola yang transparan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Arahan langsung Presiden Prabowo dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak mentoleransi penurunan mutu dalam program strategis nasional, terutama yang menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda.

Dengan sistem akreditasi dan gradasi yang tengah disiapkan BGN, ke depan setiap SPPG dituntut tidak hanya mengejar jumlah penerima manfaat, tetapi juga mempertahankan kualitas layanan agar tetap dapat bertahan dan berkembang dalam ekosistem Program Makan Bergizi Gratis. (agr/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Blak-blakan Kang Sung-hyung Bicara Soal Cedera Megawati Hangestri: Tidak Masalah

Blak-blakan Kang Sung-hyung Bicara Soal Cedera Megawati Hangestri: Tidak Masalah

Kang Sung-hyung akhirnya buka suara soal kondisi cedera Megawati Hangestri usai resmi gabung Hyundai Hillstate. Begini kata pelatih Hyundai itu.
Bukan Cuma Pasar Jaya, Pemprov DKI Wajibkan Semua Pasar Lakukan Pemilahan Sampah

Bukan Cuma Pasar Jaya, Pemprov DKI Wajibkan Semua Pasar Lakukan Pemilahan Sampah

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewajibkan seluruh pasar melakukan pemilahan sampah. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan keputusan ini tidak hanya
TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Internet Papua Pegunungan Diklaim Siap Melesat hingga 40 Gbps

TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Internet Papua Pegunungan Diklaim Siap Melesat hingga 40 Gbps

Pembangunan Community Gateway Wamena juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas di kawasan Papua Pegunungan melalui pemanfaatan teknologi satelit.
Menkeu Purbaya Komentari Posisi Utang Jepang dan Amerika: Tinggi Semua!

Menkeu Purbaya Komentari Posisi Utang Jepang dan Amerika: Tinggi Semua!

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), posisi utang pemerintah mencapai Rp9.920,42 triliun atau 40,75 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per 31 Maret 2026
Terancam Dipecat, Polisi Pacitan Berpangkat Brigadir Jadi Buronan Penipuan

Terancam Dipecat, Polisi Pacitan Berpangkat Brigadir Jadi Buronan Penipuan

Seorang anggota Polisi Polres Pacitan berpangkat brigadir buron setelah diduga terlibat kasus penipuan puluhan juta rupiah dengan modus membebaskan tahanan.
Zulhas Sebut Indonesia Darurat Sampah: Tak Mungkin Jadi Negara Maju Jika Sampah Tak Diselesaikan

Zulhas Sebut Indonesia Darurat Sampah: Tak Mungkin Jadi Negara Maju Jika Sampah Tak Diselesaikan

Zulhas menyebut Indonesia darurat sampah dan menegaskan negara maju mustahil tercapai jika persoalan limbah tidak segera diselesaikan.

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Selengkapnya

Viral