Kongres Nasional Permahi Tetapkan Ketua Umum Baru Periode 2026–2028
- Istimewa
“Saya siap bekerja keras untuk Permahi. Saya juga siap turun langsung ke cabang-cabang, menyapa kader, mendengar persoalan di bawah, dan bergerak bersama. Karena Permahi dibangun dari cabang, bukan hanya dari pusat,” kata Azhar.
Menurutnya, kepemimpinan Permahi ke depan akan berfokus pada dua agenda besar, yakni persatuan organisasi dan peningkatan daya saing kader mahasiswa hukum di tingkat nasional maupun internasional. Ia menilai, Permahi harus mampu beradaptasi dengan tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai dasar perjuangan organisasi.
“Misi utama kita adalah persatuan dan penyatuan. Bersama-sama kita perkuat solidaritas dan mendorong Permahi naik kelas—kuat di daerah, berpengaruh di tingkat nasional, dan siap melangkah ke level internasional. Inilah makna Permahi Mendunia,” ungkapnya.
Selain itu, Azhar menegaskan pentingnya kerja kolektif dalam menjalankan roda organisasi. Ia mengajak seluruh kader untuk menjadikan periode kepengurusannya sebagai momentum memperkuat kontribusi Permahi dalam pembangunan hukum nasional serta penguatan peran mahasiswa hukum sebagai agen perubahan.
Menutup pernyataannya, Azhar kembali menekankan komitmennya untuk berjalan bersama seluruh kader, tanpa membedakan latar belakang cabang maupun dinamika politik internal yang sempat terjadi selama Kongres.
“Kalau rekan-rekan bekerja keras untuk Permahi, saya akan bekerja keras untuk Permahi. Mari kita berjalan bersama, bekerja bersama, dan mewujudkan Permahi Mendunia,” ujarnya.
Kongres X Permahi ini tidak hanya menjadi forum pemilihan kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan konsolidasi nasional bagi mahasiswa hukum di Indonesia. Dengan kepemimpinan baru yang terpilih secara demokratis, Permahi diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai organisasi mahasiswa hukum yang solid, progresif, dan relevan dalam menghadapi dinamika hukum serta tantangan global ke depan. (nsp)
Load more