Tragedi Anak SD Bunuh Diri di NTT Jadi Tamparan Keras untuk Pendidikan Nasional, Komisi X Minta Cakupan PIP Diperluas
- Istimewa
Selain itu, Esti menyoroti lemahnya pendataan bantuan sosial dan pendidikan.
Ia menyebut keluarga korban belum terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) karena persoalan domisili, meski kondisi ekonomi keluarga sangat memprihatinkan.
“Artinya pendataannya terlewat, dan harus segera diperbaiki,” ujarnya.
Esti menekankan perlunya perluasan dan pembenahan Program Indonesia Pintar (PIP) agar benar-benar menjangkau anak-anak dari keluarga miskin.
“Ke depan cakupan PIP harus ditingkatkan dan jumlah penerimanya diperluas, sehingga peristiwa tragis seperti yang terjadi di Ngada tidak terulang kembali,” tegas Esti.
Ia menegaskan bahwa pendidikan seharusnya membebaskan, bukan justru menekan anak-anak hingga kehilangan harapan.
“Tidak boleh ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal atau kehilangan masa depannya karena kemiskinan,” pungkasnya. (rpi/muu)
Load more