Kemenhaj Ungkap Kekurangan SDM, Kebutuhan 7.000 Orang, Baru Terpenuhi Tiga Ribu Pegawai
- tvOnenews.con/Rika Pangesti
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Haji dan Umrah mengeluhkan masih minimnya sumber daya manusia (SDM) untuk menopang kinerja kementerian baru tersebut.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut, kebutuhan pegawai secara nasional mencapai sekitar 7.000 orang, namun saat ini yang tersedia baru 3.631 orang.
Hal itu disampaikan Dahnil saat rapat bersama Komisi VIII DPR RI, membahas perkembangan kelembagaan Kementerian Haji dan Umrah.
“Rencana jumlah SDM yang dibutuhkan oleh Kementerian Haji dan Umroh se-Indonesia sekitar kurang lebih 7.000 orang,” kata Dahnil.
Ia menjelaskan, jumlah pegawai yang telah beralih ke Kementerian Haji dan Umrah saat ini masih jauh dari kebutuhan ideal.
“Sehingga total pegawai Kementerian Haji dan Umroh saat ini sebanyak 3.631 orang,” ujarnya.
Dahnil memaparkan, ribuan pegawai tersebut berasal dari berbagai kementerian dan lembaga. Peralihan terbesar berasal dari Kementerian Agama.
“Peralihan dari Badan Penyelenggara Haji sebanyak 33 orang, peralihan dari Kementerian Agama sebanyak 3.515 orang, peralihan dari Kementerian Kesehatan sebanyak 36 orang, dan peralihan penugasan dari kementerian lembaga lainnya sebanyak 47 orang,” jelasnya.
Dari total pegawai yang ada, sebanyak 417 orang bertugas di kantor pusat, sementara 3.214 orang ditempatkan di daerah.
“Adapun jumlah pegawai di kantor pusat sebanyak 417 orang dan pegawai di daerah sebanyak 3.214 orang,” kata Dahnil.
Untuk menutup kekurangan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah menargetkan pengalihan pegawai secara bertahap mulai tahun depan. Ia menyebut, Kementerian PAN-RB telah memberikan persetujuan awal.
“Kementerian PAN-RB telah mengizinkan untuk pengalihan pegawai tahap berikutnya sebanyak 1.362 orang dari Kementerian Agama, yang sedang diproses melalui tahapan verifikasi,” ujarnya.
Dahnil menambahkan, pada 2026 pemerintah menargetkan pengalihan pegawai dalam jumlah besar guna memperkuat pelayanan haji dan umrah.
“Target tahun 2026 melakukan pengalihan sebanyak 4.500 sampai dengan 5.000 pegawai,” pungkasnya. (rpi/iwh)
Load more