Siswa SD Bunuh Diri di NTT Disebut Tak Bisa Cairkan PIP, KPAI: Terkendala Teknis Bank
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkap adanya hambatan dalam pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) pada kasus YBR (10), siswa SD bunuh diri di Kabupaten Ngada, NTT Hambatan tersebut disebut berkaitan dengan kebijakan teknis dari pihak perbankan.
Anggota KPAI Diyah Puspitarini menjelaskan, kendala pencairan PIP terjadi karena adanya ketentuan dari pihak bank yang mengharuskan kesesuaian data kartu identitas dengan sekolah tempat anak terdaftar.
"Pencairan PIP terkendala karena kebijakan BRI Kacab (Kepala Cabang) Ngada yang mewajibkan KTP sama dengan sekolah," kata Anggota KPAI Diyah Puspitarini, Rabu (11/2/2026).
Selain faktor kebijakan bank, KPAI juga menemukan bahwa pihak sekolah belum sepenuhnya memahami mekanisme pencairan dana PIP secara kolektif, terutama bagi siswa yang terkendala jarak.
"Banyak kepsek belum mengetahui bahwa proses pencairan karena faktor jarak bisa dilakukan secara kolektif," kata Diyah Puspitarini.
Dalam penelusuran KPAI, terungkap pula bahwa sekolah sempat memungut sumbangan sebesar Rp1 juta per siswa. Menurut Diyah, pungutan itu muncul karena dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dinilai belum mencukupi kebutuhan operasional, termasuk pembayaran gaji guru honorer.
"(Pungutan) sumbangan muncul karena biaya BOS belum mencukupi untuk kebutuhan sekolah, berikut gaji guru honorer," kata Diyah Puspitarini.
Sebelumnya, peristiwa memilukan terjadi pada Kamis (29/1). YBR (10), siswa kelas IV SD Negeri di Kabupaten Ngada, ditemukan meninggal dunia setelah mengakhiri hidupnya dan meninggalkan sepucuk surat untuk ibunya.
Selama ini, YBR tinggal bersama neneknya yang telah lanjut usia. Sementara sang ibu, MGT (47), menetap di kampung lain bersama dua saudara YBR. Dua saudara tirinya yang telah dewasa diketahui merantau ke Papua dan Kalimantan.
YBR merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Ibunya menjadi tulang punggung keluarga untuk menafkahi kelima anaknya. Adapun ayah kandung YBR disebut pergi merantau saat korban masih berada dalam kandungan dan hingga kini tidak pernah kembali. (ant/nba)
Load more