World Terrorism Index 2025 Dirilis di SPPB UI, Radikalisme pada Anak Muda dan Teror Digital Jadi Sorotan
- SPPB UI
Indeks sebagai Sinyal Kebijakan
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ulta Levenia Nababan, S.IP., M.A., mengingatkan agar WTI 2025 dibaca secara proporsional. Ia menekankan bahwa indeks bukan sekadar angka peringkat, melainkan sinyal kebijakan yang harus dipahami dari sisi metodologi, tren, dan keterbatasannya.
Pendekatan berbasis bukti, menurutnya, penting agar diskursus publik tidak terjebak pada spekulasi, melainkan fokus pada mitigasi risiko yang terukur.
Diskusi ditutup dengan pemaparan Ketua Program Studi Kajian Terorisme SPPB UI, Dr. Zora A. Sukabdi, Ph.D., mengenai kerentanan psikologis anak terhadap paparan ideologi radikal-ekstrem. Ia menjelaskan bahwa perkembangan kognitif dan emosional remaja yang belum matang membuat mereka rentan terhadap narasi yang menawarkan kepastian identitas dan heroisme semu, terlebih ketika pengawasan orang tua di ruang digital lemah.
Peluncuran WTI 2025 menyimpulkan bahwa meskipun serangan fisik menurun, ancaman terorisme berevolusi menjadi pertarungan narasi di ruang digital yang menyasar generasi muda. Kolaborasi lintas sektor—akademisi, pemerintah, aparat penegak hukum, hingga keluarga—menjadi kunci untuk memutus mata rantai radikalisasi di masa depan. (rpi)
Load more