GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dipecat Menkes Budi Gunadi Sadikin, Ini Kronologi Lengkap Kasus dr Piprim: Dari Mutasi, Akun BPJS Ditutup hingga Pemberhentian

Kronologi lengkap kisah dr Piprim yang dipecat Menkes Budi Gunadi Sadikin, mulai dari mutasi RSCM, lalu akun BPJS ditutup, hingga pelanggaran disiplin ASN.
Senin, 16 Februari 2026 - 10:54 WIB
Tangkapan layar Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso saat membuka Seminar Media Pekan Imunisasi Dunia 2022 secara virtual yang diikuti dari Aplikasi Zoom di Jakarta, Senin (18/4/2022)
Sumber :
  • (ANTARA/Andi Firdaus).

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus yang menimpa konsultan jantung anak senior sekaligus Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, menjadi sorotan publik. Setelah sempat mengumumkan tak lagi bisa melayani pasien BPJS di RSCM, kini dr Piprim menyatakan dirinya resmi dipecat oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Perjalanan polemik ini bermula dari kebijakan mutasi, berlanjut pada pembekuan akun praktik BPJS, hingga berujung pada pemberhentian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mutasi dari RSCM ke RSUP Fatmawati

Sekitar April 2025, dr Piprim dimutasi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) ke RSUP Fatmawati Jakarta. Mutasi tersebut, menurut dr Piprim, dilakukan secara mendadak dan tidak transparan.

Ia mengaku pertama kali mengetahui kabar mutasinya bukan dari pemberitahuan resmi, melainkan dari tangkapan layar pesan WhatsApp yang telah beredar. Belakangan, Surat Keputusan mutasi diterbitkan oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan.

Sebagai ASN, dr Piprim menilai mutasi seharusnya dijalankan berdasarkan prinsip meritokrasi, transparansi, dan akuntabilitas. Ia menolak dipindahkan karena menganggap prosesnya tidak sesuai prosedur.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan menyatakan mutasi tersebut merupakan bagian dari kebijakan manajemen talenta untuk pemerataan layanan kesehatan. ASN disebut wajib siap ditempatkan di mana pun sesuai kebutuhan institusi.

Akun BPJS Ditutup, Tak Bisa Layani Pasien di RSCM

Penolakan mutasi berujung pada konsekuensi administratif. Pada 22 Agustus 2025, dr Piprim mengumumkan bahwa akun praktik BPJS miliknya di RSCM telah ditutup.

Artinya, ia tidak lagi bisa melayani pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan di RSCM, baik di Paviliun Jantung Terpadu (PJT) maupun di gedung Kiara.

Selama 28 tahun mengabdi di RSCM, sebagian besar pasien yang ditanganinya merupakan peserta BPJS. Penutupan akun praktik ini berdampak langsung pada keluarga pasien jantung anak yang selama ini bergantung pada layanan tersebut.

Direksi RSCM disebut menawarkan opsi agar dr Piprim tetap melayani di poli swasta RSCM Kencana. Namun, layanan itu hanya dapat diakses dengan biaya mandiri sekitar Rp4 juta per kunjungan, termasuk pemeriksaan echocardiography. Biaya keseluruhan perawatan bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut dr Piprim, kondisi ini akan sangat memberatkan pasien, mengingat jumlah subspesialis jantung anak di Indonesia hanya sekitar 70 orang, dengan pusat pendidikan terbatas.

Sikap Kritis dan Isu Independensi Kolegium

Dalam pernyataannya, dr Piprim juga menyinggung sikapnya yang menolak kolegium berada di bawah Kementerian Kesehatan. Ia menyebut dirinya menjalankan amanah kongres nasional IDAI agar kolegium ilmu kesehatan anak tetap berdiri independen.

Ia menyiratkan bahwa sikap kritis tersebut berkaitan dengan kebijakan terhadap dirinya. Namun, pihak Kementerian Kesehatan tidak mengaitkan mutasi maupun proses disiplin dengan persoalan tersebut.

Tidak Hadir 28 Hari Berturut-turut

Setelah dimutasi, dr Piprim dinyatakan tidak pernah melapor dan tidak menjalankan tugas di RSUP Fatmawati.

Direktur Utama RSUP Fatmawati menjelaskan bahwa sejak April 2025, dr Piprim tidak masuk kerja dan tidak melakukan kehadiran secara terus-menerus. Ia telah menerima dua surat panggilan pada Agustus dan September 2025, namun tidak menghadiri panggilan tersebut.

Pada 15 September 2025, ia dijatuhi teguran tertulis berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, karena tidak melaksanakan tugas kedinasan dan tidak menaati jam kerja.

Pemanggilan kembali dilakukan pada 16 September dan 25 September 2025. Pada 8 Oktober 2025, dr Piprim akhirnya menghadiri pemeriksaan. Berdasarkan berita acara pemeriksaan, ia disebut sudah memahami konsekuensi maksimal dari sikapnya, termasuk risiko diberhentikan.

Manajemen RSUP Fatmawati menyatakan gaji dr Piprim juga telah resmi dialihkan ke rumah sakit tersebut, menandakan status kepegawaiannya secara hukum sudah berpindah.

Resmi Dipecat oleh Menkes

Puncaknya terjadi pada 2 Februari 2026. Dalam dokumen keputusan yang ditandatangani Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dr Piprim diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri.

Alasan pemberhentian disebut berkaitan dengan pelanggaran disiplin berat, yakni tidak masuk kerja tanpa alasan sah selama 28 hari berturut-turut setelah mutasi berlaku.

Pada 15 Februari 2026, dr Piprim menyampaikan melalui media sosial bahwa dirinya “akhirnya dipecat” oleh Menteri Kesehatan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan para pasiennya di RSCM.

Pihak RSUP Fatmawati menegaskan, meskipun yang bersangkutan mengajukan proses hukum dan menunggu putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Surat Keputusan mutasi tetap harus dijalankan sampai ada putusan pengadilan yang menyatakan sebaliknya.

Polemik yang Jadi Sorotan Publik

Kasus ini menjadi perhatian luas karena melibatkan dokter subspesialis langka, pelayanan pasien jantung anak, serta dinamika kebijakan manajemen ASN di sektor kesehatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di satu sisi, dr Piprim menilai dirinya memperjuangkan prinsip meritokrasi dan independensi profesi. Di sisi lain, Kementerian Kesehatan dan manajemen rumah sakit menegaskan bahwa mutasi dan pemberhentian telah sesuai regulasi disiplin ASN.

Polemik ini pun memunculkan pertanyaan besar tentang tata kelola mutasi tenaga medis, pemerataan layanan kesehatan, serta dampaknya terhadap akses pasien, khususnya anak-anak dengan penyakit jantung bawaan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jonathan David Merapat ke Atletico Madrid, Juventus Bergerak untuk Dua Striker Liga Inggris Sekaligus

Jonathan David Merapat ke Atletico Madrid, Juventus Bergerak untuk Dua Striker Liga Inggris Sekaligus

Juventus dilaporkan tengah bergerak untuk dua striker yang berkarier di Liga Inggris sebagai pengganti Jonathan David. Striker asal Kanada itu hendak menyelesaikan kepindahan ke Atletico Madrid.
Hadir di Penutupan Muktamar ke-35 NU, Prabowo: Sudah Dapat Kartu Anggota Seumur Hidup

Hadir di Penutupan Muktamar ke-35 NU, Prabowo: Sudah Dapat Kartu Anggota Seumur Hidup

Prabowo Subianto menepati janjinya untuk kembali menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Makin Jauh dari Megawati Hangestri, Ini Kesibukan Giovanna Milana Sekarang

Makin Jauh dari Megawati Hangestri, Ini Kesibukan Giovanna Milana Sekarang

Setelah sama-sama tak bermain untuk Red Sparks sejak 2024, Megawati Hangestri dan Giovanna Milana ambil jalan masing-masing. Lalu, bagaimana kabar Gia sekarang?
Ada Dinamika Muktamar ke-35 NU, Gus Ipul: Ada Perdebatan dan Perbedaan Pendapat

Ada Dinamika Muktamar ke-35 NU, Gus Ipul: Ada Perdebatan dan Perbedaan Pendapat

Ketua OC Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan perbedaan pendapat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan NU.
Prabowo Disebut Cetak Sejarah Karena Hadir di Pembukaan dan Penutupan Muktamar ke-35 NU

Prabowo Disebut Cetak Sejarah Karena Hadir di Pembukaan dan Penutupan Muktamar ke-35 NU

Ketua OC Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam pembukaan sekaligus penutupan Muktamar ke-35 NU adalah sejarah baru.
Steel Run 2026 Hadirkan Pengalaman Lari di Kawasan Industri

Steel Run 2026 Hadirkan Pengalaman Lari di Kawasan Industri

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) kembali menghadirkan Steel Run 2026, ajang lari yang memadukan olahraga, hiburan, dan pengalaman unik berlari di kawasan industri.

Trending

Red Sparks Diterpa Kabar Buruk Usai Ko Hee-jin Mundur, Para Pemain Andalan Berpotensi Absen di KOVO Cup 2026

Red Sparks Diterpa Kabar Buruk Usai Ko Hee-jin Mundur, Para Pemain Andalan Berpotensi Absen di KOVO Cup 2026

Red Sparks tengah diterpa kabar buruk secara bertubi-tubi. Setelah Ko Hee-jin yang resmi mundur dari posisi pelatih kepala, mantan tim Megawati Hangestri tersebut kini juga berpotensi tampil tanpa para pemain andalannya,termasuk Vanja Bukilic di KOVO Cup 2026.
Kesan Pertama Jordan Wilson saat Bertemu Megawati Hangestri: Saya Bersyukur Mengenalnya

Kesan Pertama Jordan Wilson saat Bertemu Megawati Hangestri: Saya Bersyukur Mengenalnya

Outside Hitter baru Hyundai Hillstate Jordan Wilson mengaku bersyukur bisa bertemu dengan Megawati Hangestri saat jalani kompetisi profesionalnya musim ini.
Jadwal Timnas Indonesia U-20 Vs Malaysia Hari Ini: Laga Perdana Jadi Ujian Garuda Muda Menuju Piala Asia 2027

Jadwal Timnas Indonesia U-20 Vs Malaysia Hari Ini: Laga Perdana Jadi Ujian Garuda Muda Menuju Piala Asia 2027

Pertandingan perdana dari Grup H tersebut bakal berlangsung di New Laos National Stadium, Vientiane, Laos, mulai pukul 16.00 WIB.
Terjebak di Mini Piala AFF U-19, Nova Arianto Beri Target Timnas Indonesia U-20 Lolos Piala Asia

Terjebak di Mini Piala AFF U-19, Nova Arianto Beri Target Timnas Indonesia U-20 Lolos Piala Asia

Demi menembus kompetisi tersebut, Timnas Indonesia U-20 justru terjebak di mini Piala AFF 2026 dalam Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.
Singgung Timnas Indonesia, Netizen Belanda Bereaksi Usai Rumor Mees Hilgers Bakal Tinggalkan FC Twente Mencuat

Singgung Timnas Indonesia, Netizen Belanda Bereaksi Usai Rumor Mees Hilgers Bakal Tinggalkan FC Twente Mencuat

Masa depan Mees Hilgers bersama FC Twente kembali menjadi sorotan. Bek Timnas Indonesia itu dikabarkan meninggalkan klub untuk bergabung dengan SC Heerenveen.
Ko Hee-jin Dicecar Volimania Korea Selatan, Sempat Diusir Hingga Akhirnya Mundur dari Red Sparks

Ko Hee-jin Dicecar Volimania Korea Selatan, Sempat Diusir Hingga Akhirnya Mundur dari Red Sparks

Ko Hee-jin akhirnya memutuskan mundur dari kursi pelatih kepala Red Sparks setelah terseret kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan tim. Imbas kasus tersebut, mantan pelatih Megawati Hangestri itu sempat mendapatkan hujatan hingga diusir oleh volimania Korea Selatan.
Ikatan Pesantren Indonesia Dukung Muktamar NU ke-35 di Jombang, Harapkan Lahir Kekuatan Baru bagi Umat

Ikatan Pesantren Indonesia Dukung Muktamar NU ke-35 di Jombang, Harapkan Lahir Kekuatan Baru bagi Umat

Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 tahun 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Selengkapnya

Viral