Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini beredar kabar detik-detik mengerikan seorang siswa di Tual tewas diduga dianiaya anggota Brimob. Sontak, insiden ini menuai reaksi hingga komentar netizen di media sosial.
Dilansir dari media sosial, anngota Brimob yang diduga terlibat dalam kasus ini, yakni anngota Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor, Bripda MS, yang kini dibekuk dalam kasus dugaan menganiaya siswa MTSN berinisial AT (14) hingga tewas.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan Bripda MS sudah dijebloskan ke Rutan Polres Tual guna mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai proses hukum yang berlaku.
Bahkan ia memastikan proses pidana terhadap terduga pelanggar. MS juga akan menjalani proses penegakan kode etik profesi Polri.
Jika dalam proses tersebut terbukti melanggar kode etik profesi Polri, Bripda MS diberikan sanksi tegas berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari dinas Kepolisian Negara Republik Indonesia.
"Penanganan perkara ini kami lakukan secara tegas dan berlapis. Proses pidana berjalan, proses kode etik juga berjalan. Jika terbukti bersalah, sanksinya jelas dan tegas," katanya, Jumat (20/2/2026).
Saat ini, kata dia Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartarto telah memerintahkan Irwasda Polda Maluku dan Kabid Propam Polda Maluku untuk melakukan investigasi mendalam terhadap penanganan dan rangkaian peristiwa dalam kasus tersebut.
Selain itu, Dansat Brimob Polda Maluku juga diutus ke Kota Tual guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur serta untuk melakukan pengawasan internal terhadap personel.
"Langkah ini merupakan wujud komitmen pimpinan Polda Maluku agar setiap proses berjalan objektif, profesional dan dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya.
Untuk diketahui, Siswa MTs Negeri Maluku Tenggara berinisial Aat (14) dilaporkan tewas bersimbah darah. Korban tewas diduga terkena hantaman helm dari Bripda MS anggota Brimob Kompi 1 Pelopor C.
Peristiwa itu terjadi di jalan Marren tak jauh dari universitas Uningrat Kota Tual pada Kamis (19/2) pagi.
Saat ditemui di rumah duka, Kakak korban bernama Nasri Karim (15) bercerita ia dan korban sempat jalan-jalan sesuai sahur. Mereka menumpangi motor masing-masing.
Load more