GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Kematian Siswa 14 Tahun di Maluku, Yusril Minta Oknum Brimob Harus Dipecat dan Diadili Pidana!

Dugaan penganiayaan yang menewaskan Arianto Tawakal (14), siswa Madrasah Tsanawiyah di Tual, Maluku Tenggara, memicu sorotan keras terhadap institusi kepolisian.
Minggu, 22 Februari 2026 - 11:43 WIB
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com — Dugaan penganiayaan yang menewaskan Arianto Tawakal (14), siswa Madrasah Tsanawiyah di Tual, Maluku Tenggara, memicu sorotan keras terhadap institusi kepolisian.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menilai peristiwa tersebut bukan sekadar pelanggaran disiplin, melainkan persoalan serius yang menyentuh prinsip dasar negara hukum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Korban diduga dianiaya oleh anggota Brimob berinisial Bripka MS. Yusril mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut, baik secara pribadi maupun dalam kapasitasnya sebagai anggota Komite Reformasi Polri.

“Saya pribadi maupun sebagai Menko Kumham Imipas yang juga menjadi anggota Komite Reformasi Polri sangat prihatin dan menyesalkan peristiwa ini terjadi. Saya menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Arianto Tawakal,” ujar Yusril Ihza Mahendra, kepada tvOnenews.com, Minggu (22/2/2026).

Ia menegaskan aparat kepolisian seharusnya menjadi pelindung masyarakat, bukan pelaku kekerasan, terlebih terhadap anak yang tidak terkait tindak pidana.

“Kalau ada oknum polisi menganiaya seseorang, apalagi tergolong anak yang bukan diduga melakukan kesalahan, maka tindakan itu sungguh-sungguh di luar perikemanusiaan,” tegas Yusril.

Menurut Yusril, penanganan perkara tidak boleh berhenti pada proses internal kepolisian. Ia menekankan harus ada dua jalur penindakan sekaligus yakni etik dan pidana.

“Pada prinsipnya, di negara hukum ini, tidak ada orang yang kebal hukum. Aparat penegak hukum pun wajib dihukum jika melanggar hukum,” ujarnya.

Ia menjelaskan pelaku wajib diseret ke sidang etik dengan ancaman pemecatan dari institusi Polri, sekaligus diproses di pengadilan pidana atas dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian.

Yusril mengapresiasi langkah cepat Polda Maluku dan Mabes Polri yang segera merespons kasus tersebut, termasuk penyampaian permohonan maaf secara institusional.

Menurutnya, permintaan maaf itu menunjukkan perubahan sikap kepolisian yang mulai terbuka mengakui kesalahan anggotanya.

Di tingkat daerah, Polres Maluku Tenggara telah menahan Bripka MS, melakukan pemeriksaan, dan menetapkannya sebagai tersangka.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pembenahan menyeluruh di tubuh kepolisian. Yusril menyebut Komite Percepatan Reformasi Polri yang diikutinya tengah merampungkan rekomendasi reformasi institusi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Komite kini tinggal memfinalisasi laporan akhir pokok-pokok pikiran reformasi Polri untuk disampaikan kepada Presiden,” pungkas Yusril.

Pembahasan reformasi mencakup aspek rekrutmen, pendidikan, disiplin, hingga sistem pengawasan internal. Tragedi kematian seorang pelajar tersebut kini bukan hanya perkara pidana, tetapi juga menjadi ujian nyata bagi komitmen perbaikan wajah Polri di mata publik. (agr/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Satu Tahun Kepemimpinan Pramono-Rano, DPRD DKI Soroti 3 Isu Utama Jakarta: dari Banjir Hingga Kemacetan

Satu Tahun Kepemimpinan Pramono-Rano, DPRD DKI Soroti 3 Isu Utama Jakarta: dari Banjir Hingga Kemacetan

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, menyoroti 3 isu utama merespons satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, Pramono Anung dan Rano Karno.
Baru Turun dari Bus, Pria Langsung Ditangkap Polisi di Kebon Jeruk, Ternyata Bawa Kokain 1 Kg dari Malaysia ke Jakarta

Baru Turun dari Bus, Pria Langsung Ditangkap Polisi di Kebon Jeruk, Ternyata Bawa Kokain 1 Kg dari Malaysia ke Jakarta

Pria berinisial A (31) tak berkutik saat diringkus petugas pada Kamis (19/2), karena kedapatan membawa satu kilogram kokain, di Terminal Bayangan Kebon Jeruk.
2 Pemain Incaran Manchester United di Bursa Transfer Musim Panas yang Bakal Bikin Rival Panas Terungkap

2 Pemain Incaran Manchester United di Bursa Transfer Musim Panas yang Bakal Bikin Rival Panas Terungkap

Manchester United setidaknya memiliki dua pemain incaran di bursa transfer musim panas mendatang. Perekrutan mereka bisa membuat tim rival kepanasan untuk musim depan.
Menuju Birmingham, Indonesia Bidik Minimal Satu Gelar dari All England 2026

Menuju Birmingham, Indonesia Bidik Minimal Satu Gelar dari All England 2026

Tim bulutangkis Indonesia tak sekadar datang untuk berpartisipasi di All England Open Badminton Championships 2026. 
Meriahnya Perayaan Ulang Tahun Anjing sekaligus Cap Go Meh di Gedung Mewah Surabaya

Meriahnya Perayaan Ulang Tahun Anjing sekaligus Cap Go Meh di Gedung Mewah Surabaya

Usai momentum Imlek, warga Tionghoa akan melakukan perayaan Cap Go Meh. Di Surabaya momen ini digelar cukup meriah bersama dengan ulang tahun anjing kesayangan.
WNA Australia Terkena Campak Usai Perjalanan dari Bandung, Kemenkes Respons Begini

WNA Australia Terkena Campak Usai Perjalanan dari Bandung, Kemenkes Respons Begini

WNA Australia mengalami penyakit campak dan memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia. Diketahui, ia sempat berkunjung ke Bandung. Kemenkes beri respons ini.

Trending

Upaya Hentikan Program MBG Lewat Surat UNICEF, Natalius Pigai: Ketua BEM UGM Lawan Prinsip HAM

Upaya Hentikan Program MBG Lewat Surat UNICEF, Natalius Pigai: Ketua BEM UGM Lawan Prinsip HAM

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) meminta program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk segera dihentikan.
Usai Jejak Mertua Dwi Sasetyaningtyas Dikorek Warganet, Laporan Harta Syukur Iwantoro Ikut Terseret Polemik

Usai Jejak Mertua Dwi Sasetyaningtyas Dikorek Warganet, Laporan Harta Syukur Iwantoro Ikut Terseret Polemik

Nama Syukur Iwantoro, mertua Dwi Sasetyaningtyas, ikut disorot. Warganet membongkar laporan kekayaan Rp3,09 miliar yang tercatat di LHKPN KPK.
Kontroversi Unggahan Dwi Sasetyaningtyas Melebar, Pengakuan Soal Mobil, Sopir, hingga Ajudan Diduga Gunakan Fasilitas Negara

Kontroversi Unggahan Dwi Sasetyaningtyas Melebar, Pengakuan Soal Mobil, Sopir, hingga Ajudan Diduga Gunakan Fasilitas Negara

Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas melebar setelah pengakuan dirinya soal mobil, sopir, hotel, dan ajudan saat riset memicu dugaan penggunaan fasilitas negara.
Ole Romeny Gigit Jari, Timnas Indonesia Berpeluang Datangkan Striker Belgia Rp 43 Miliar Berdarah Jogja

Ole Romeny Gigit Jari, Timnas Indonesia Berpeluang Datangkan Striker Belgia Rp 43 Miliar Berdarah Jogja

Persaingan lini depan Timnas Indonesia berpotensi memanas. Di saat Ole Romeny kesulitan di Inggris, striker muda berdarah Jogja ini justru menggila di Belgia.
Tak Pandang Bulu, Kapolri Bakal Tindak Tegas Pihak Terlibat TPPU Tambang Emas Ilegal

Tak Pandang Bulu, Kapolri Bakal Tindak Tegas Pihak Terlibat TPPU Tambang Emas Ilegal

Ihwal kasus pihak yang terlibat TPPU tambang emas ilegal, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak pandang bulu untuk sikat dan tindak tegas. Seperti
Cara Nonton Live Streaming Tinju Dunia Mario Barrios vs Ryan Garcia Siang Ini

Cara Nonton Live Streaming Tinju Dunia Mario Barrios vs Ryan Garcia Siang Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan tinju dunia antara Mario Barrios vs Ryan Garcia yang akan berlangsung pada siang ini.
Polisi Ungkap Kronologi hingga Alat Anggota Brimob untuk Habisi Nyawa Siswa di Tual

Polisi Ungkap Kronologi hingga Alat Anggota Brimob untuk Habisi Nyawa Siswa di Tual

Warga Kota Tual masih menyoroti kasus tewasnya siswa MTS Negeri Maluku Tenggara, karena diduga dianiaya oleh anggota Brimob, Bripda MS. Bahkan, para warga ingin
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT