Rupanya Lulusan Paket C, Jati Diri Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas-bahas Usai Kritik Program MBG
- Instagram @bem.ugm
Jakarta, tvOnenews.com - Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM menjadi perbincangan hangat usai dengan lantang mengkritik program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namanya menjadi sorotan setelah mengaku mengirim surat ke UNICEF soal program MBG.
Tak berselang lama, ia juga mengaku mendapatkan teror di media sosial. Bahkan kini latar belakangnya juga dibahas-bahas oleh sebagian netizen.
Bukanlah mahasiswa biasa, Tiyo dikenal memang kerap menyuarakan suaranya.
Meskipun demikiam, siapa sangka rupanya Tiyo adalag pejuang ijazah paket C yang kini dapat berkuliah di jurusan Filsadat UGM.
Kabar soal ijazah oaket C tersebut memang sempat diungkap langsung oleh Tiyo dalam media sosial Instagramnya.
Tiyo diketahui alumni dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Omah Dongeng Marwah di Kudus.
“DARI ODM KE UGM," tulis Tiyo.
Berikut adalah kalimat yang Tiyo tulis dalam akun media sosialnya.
"Ayah dan ibu adalah bagian dari masyarakat kecil, setidaknya begitu; apabila diukur berdasarkan jenis pekerjaan, tingkat pendidikan dan seberapa banyak penghasilannya: tidak ada satu pun kebanggaan material yang keluarga kami punya.
Kenyataan ini, membuat ayah dan ibu bersikap waspada atas nasib anaknya di masa depan.
Kenyataannya pula, beberapa bulan sebelum lulus SMP saya menyadari bahwa ijazah dan sekolah tidak sepenuhnya menentukan kehidupan - sekolah bagi saya, seperti sepetak tanah yang siap ditanami padi: beberapa di antaranya mungkin lebih subur dan lebih luas, tetapi tetap skill sebagai petani yang akan banyak menentukan - tanah paling subur dan paling luas juga tak akan berarti, jika petaninya tak ahli.
Tiga tahun yang lalu, setelah lulus SMP saya memutuskan untuk menempuh pendidikan alternatif -sesuatu yang orang juga sebut sebagai- sekolah alam, di Omah Dongeng Marwah: keputusan yang penuh resiko batin, sebab stigma masyarakat tentang siswa yang lulus dengan ijazah kejar paket C cukup bisa menyesakkan dada. Anda pasti bisa membayangkan apa saja kalimat yang muncul ketika itu.
Keputusan itu ketok palu setelah melalui sidang panjang: banyak hal yang kami pertimbangkan, sampai kami pasrah kepada Tuhan - terserah biar Ia yang menunjukkan. Dan yang telah terjadi adalah petunjuk sekaligus suratan takdirNya.
Load more