News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tampil di Series Walid Season 2, Olla Ramlan Ceritakan Awal Mula Terima Tawaran hingga Tantangan Syuting

Tampil di series Walid Season 2, Olla Ramlan ceritakan awal mula terima tawaran hingga tantangan syuting di pelosok.
Jumat, 27 Februari 2026 - 05:37 WIB
Olla Ramlan di konferensi pers series Walid Season 2
Sumber :
  • Tim tvOnenews

tvOnenews.com - Aktris Olla Ramlan kembali menunjukkan eksistensinya di dunia seni peran dengan bergabung dalam serial terbaru Walid Season 2. 

Keterlibatannya dalam proyek ini menjadi pengalaman baru yang cukup menantang, terlebih karena proses syuting dilakukan di lokasi yang jauh dari pusat kota hingga harus beradaptasi dengan lingkungan dan bahasa yang berbeda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam konferensi pers serial tersebut di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026), Olla membagikan cerita tentang bagaimana awalnya ia menerima tawaran untuk bermain dalam serial tersebut hingga pengalaman tak terlupakan selama proses produksi.

Olla Ramlan di konferensi pers series Walid Season 2
Olla Ramlan di konferensi pers series Walid Season 2
Sumber :
  • Tim tvOnenews

Olla mengungkapkan bahwa tawaran untuk bermain di Walid Season 2 datang dari sang manajer. 

Menariknya, saat pertama kali ditawari, ia bahkan belum mengetahui alur cerita maupun karakter yang akan diperankannya.

"Manajerku bilang ini ada series Walid yang menawarkan aku jadi salah satu pemeran," ujarnya.

Rasa penasaran pun muncul, terutama karena ia belum mendapat gambaran mengenai proyek yang akan dijalaninya.

"Terus aku bilang, bagaimana ceritanya? Katanya ceritanya belum. Tapi dia bilang, Walid itu bagus banget loh. Dia nonton," lanjutnya.

Setelah itu, sang manajer mulai menjelaskan detail proyek tersebut, meskipun naskah belum sepenuhnya diberikan saat itu.

"Akhirnya manajerku menjelaskan detail, nanti skenarionya mungkin di lokasi. Tapi aku sebagai apa aku masih bertanya-tanya, sampai akhirnya aku go internasional," kata Olla Ramlan.

Olla Ramlan di konferensi pers series Walid Season 2
Olla Ramlan di konferensi pers series Walid Season 2
Sumber :
  • Tim tvOnenews

Tak hanya soal peran, proses syuting serial ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi Olla. 

Lokasi pengambilan gambar yang berada jauh dari pusat kota membuatnya harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang cukup ekstrem.

Ia menceritakan bahwa perjalanan menuju lokasi syuting membutuhkan waktu yang panjang dari Kuala Lumpur.

"Itu dari Kuala Lumpur masih lima jam lagi. Bener-bener di pelosok yang hutan semua, gelap. Pada saat aku baru datang mau maghrib," kata Olla.

Kondisi tempat menginap yang sederhana juga sempat membuatnya syok hingga menangis.

"Jadi kayak ada tempat penginapan tinggi gitu, bersekat-sekat, serangga bisa masuk. Toiletnya aku harus jalan 70 meter. Jadi aku sampai nangis dulu," tambahnya.

Olla Ramlan di konferensi pers serial Walid Season 2
Olla Ramlan di konferensi pers serial Walid Season 2
Sumber :
  • Tim tvOnenews

Selain faktor lokasi dan cuaca dingin, Olla juga harus menghadapi kendala bahasa selama proses produksi. Ia menjadi satu-satunya pemain asal Indonesia di tengah para kru dan pemain dari Malaysia.

Situasi tersebut membuatnya harus meminta penjelasan ulang dalam bahasa Indonesia setelah sesi briefing selesai.

"Aku satu-satunya yang dari Indonesia, semuanya dari Malaysia. Jadi mereka kalau lagi briefing mau syuting pakai bahasa Malaysia," ujar Olla.

"Pas udah selesai aku bilang 'Oke guys, bisa diulang pakai bahasa Indonesia' Itu lucu sih," lanjutnya.

Meski penuh tantangan, Olla mengaku sangat bersyukur bisa terlibat dalam proyek ini. 

Ia menilai kesempatan bermain dalam serial internasional sebagai pengalaman berharga dalam perjalanan kariernya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terima kasih buat Viu, ini kesempatan luar biasa banget buat aku karena ini sesuatu yang berbeda, pengalaman yang berbeda, dan aku happy banget bisa ikut join, dan pengen terusin," pungkasnya.

Serial Walid Season 2 sendiri sudah dapat disaksikan melalui platform streaming Viu mulai 26 Februari 2026.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Indonesia dan 7 Negara Desak Dunia Ikuti Jejak Inggris Larang Impor dari Permukiman Israel Ilegal

Indonesia dan 7 Negara Desak Dunia Ikuti Jejak Inggris Larang Impor dari Permukiman Israel Ilegal

Indonesia bersama tujuh negara lainnya mendorong masyarakat internasional memperluas tekanan terhadap aktivitas permukiman Israel ilegal di Wilayah Pendudukan Palestina.
Jumlah Penumpang KA YIA PSO Meningkat, Wates-Bandara YIA Kian Terhubung

Jumlah Penumpang KA YIA PSO Meningkat, Wates-Bandara YIA Kian Terhubung

KAI Bandara mencatat pertumbuhan positif jumlah pengguna KA Bandara YIA Reguler (PSO) sepanjang periode 1 Januari–31 Agustus 2026 sebanyak 1.230.728 penumpang
Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Muara Enim, Yulius, Kamis (10/9/2026).
BAP Aliran Uang Rp40 Miliar Kasus TPPU Eks Jampidsus Dinilai Lemah Pembuktian

BAP Aliran Uang Rp40 Miliar Kasus TPPU Eks Jampidsus Dinilai Lemah Pembuktian

Isu terkait dugaan pemberian uang Rp40 miliar dari pengusaha properti Tan Kian kepada sejumlah pejabat di Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan TPPU yang menyeret eks Jampidsus, Febrie Adriansyah tengah menjadi sorotan.
Mahasiswa Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Korupsi UIN Jakarta

Mahasiswa Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Korupsi UIN Jakarta

Ratusan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar aksi unjuk rasa.
Bea Cukai Sumbagbar Musnahkan 44,6 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp68,8 Miliar

Bea Cukai Sumbagbar Musnahkan 44,6 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp68,8 Miliar

Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) & Bea Cukai Bandar Lampung musnahkan barang kena cukai (BKC) berupa 44.698.060 batang rokok

Trending

KLH Dukung PPLI Perkuat Pengelolaan Limbah PCB, Targetkan Zero PCB 2028

KLH Dukung PPLI Perkuat Pengelolaan Limbah PCB, Targetkan Zero PCB 2028

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menegaskan komitmennya mendukung PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) dalam memperkuat kapasitas pengelolaan limbah
Jumlah Penumpang KA YIA PSO Meningkat, Wates-Bandara YIA Kian Terhubung

Jumlah Penumpang KA YIA PSO Meningkat, Wates-Bandara YIA Kian Terhubung

KAI Bandara mencatat pertumbuhan positif jumlah pengguna KA Bandara YIA Reguler (PSO) sepanjang periode 1 Januari–31 Agustus 2026 sebanyak 1.230.728 penumpang
BAP Aliran Uang Rp40 Miliar Kasus TPPU Eks Jampidsus Dinilai Lemah Pembuktian

BAP Aliran Uang Rp40 Miliar Kasus TPPU Eks Jampidsus Dinilai Lemah Pembuktian

Isu terkait dugaan pemberian uang Rp40 miliar dari pengusaha properti Tan Kian kepada sejumlah pejabat di Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan TPPU yang menyeret eks Jampidsus, Febrie Adriansyah tengah menjadi sorotan.
Mahasiswa Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Korupsi UIN Jakarta

Mahasiswa Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Korupsi UIN Jakarta

Ratusan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar aksi unjuk rasa.
Indonesia dan 7 Negara Desak Dunia Ikuti Jejak Inggris Larang Impor dari Permukiman Israel Ilegal

Indonesia dan 7 Negara Desak Dunia Ikuti Jejak Inggris Larang Impor dari Permukiman Israel Ilegal

Indonesia bersama tujuh negara lainnya mendorong masyarakat internasional memperluas tekanan terhadap aktivitas permukiman Israel ilegal di Wilayah Pendudukan Palestina.
Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Muara Enim, Yulius, Kamis (10/9/2026).
Bea Cukai Sumbagbar Musnahkan 44,6 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp68,8 Miliar

Bea Cukai Sumbagbar Musnahkan 44,6 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp68,8 Miliar

Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) & Bea Cukai Bandar Lampung musnahkan barang kena cukai (BKC) berupa 44.698.060 batang rokok
Selengkapnya

Viral