News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bareskrim Mengungkap Kasus Tambang Timah Ilegal di Babel: Menyelundupkan Timah ke Malaysia

Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Tertentu dengan Ditjen Bea dan Cukai mengungkap kasus praktik penambangan ilegal dan penyelundupan pasir timah
Senin, 2 Maret 2026 - 01:35 WIB
Bareskrim Mengungkap Kasus Tambang Timah Ilegal di Babel: Menyelundupkan Timah ke Malaysia
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Jakarta, tvOnenews.com - Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Tertentu dengan Ditjen Bea dan Cukai mengungkap kasus praktik penambangan ilegal dan penyelundupan pasir timah dari Kepulauan Bangka Belitung ke Malaysia. 

Dalam pengungkapan ini, pihak polisi telah menetapkan sebanyak 7 orang sebagai tersangka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Irhamni jelaskan, kasus ini bermula saat petugas Bea Cukai memperoleh informasi adanya kapal yang diduga membawa pasir timah ilegal untuk diselundupkan ke Malaysia pada Senin, (23/2/2026). 

Sehari setelah mendapat informasi, jelasnya, petugas kemudian mengamankan kapal KM Rezeki Laut II dengan muatan 319 karung pasir timah tanpa dokumen resmi.

Dalam kapal tersebut, kata dia, terdapat 1 orang nahkoda dan 4 orang anak buah kapal (ABK). Mereka lalu diserahkan kepada Bareskrim Polri untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Dari hasil pengembangan penyidikan, Brigjen Irhamni katakan, Polri mengamankan dua tersangka berinisial A dan M di Pulau Belitung. 

Keduanya diduga berperan sebagai penampung, pengelola, dan pengirim pasir timah ilegal. Ketujuhnya kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara kata dia, dari hasil penyelidikan, pasir timah berasal dari penambangan ilegal menggunakan meja goyang, kemudian dikumpulkan, dimurnikan, dan disiapkan untuk dikirim ke luar negeri. 

Para pelaku telah empat kali mengirim pasir timah ilegal ke Malaysia, dengan tujuan akhir ke smelter di Malaysia berinisial M.

Penyidik kemudian menyita meja goyang yang digunakan untuk memurnikan biji timah dan barang bukti lainnya. Selain itu, di lokasi pengolahan pasir timah ilegal di Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur juga dipasangi garis polisi.

"Tujuan dan kedatangan kami adalah pengembangan kasus tindak pidana penyelundupan dan penambangan ilegal pasir timah. Lokasi ini adalah tempat pengolahan yang melakukan penyelundupan kemarin yang kami tangkap bersama rekan-rekan Bea Cukai," ungkap Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Irhamni kepada wartawan, Minggu (1/3/2026).

"Meja goyang ini digunakan untuk memurnikan biji timah. Inilah sumber mereka menyelundupkan timah ke Malaysia," sambungnya.

Polisi juga melakukan olah TKP dan pengambilan titik koordinat di sejumlah jalur pengiriman, termasuk kawasan pantai dan pelabuhan, untuk memperkuat alat bukti. 

Terkait adanya keterangan tersangka mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat pertahanan, Polri menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

Dittipidter Bareskrim Polri telah dan akan terus melakukan koordinasi dengan Polisi Militer TNI Angkatan Laut (POM AL) guna pendalaman lebih lanjut. 

Bahkan dia menyampaikan, bila dalam proses penyidikan ditemukan keterlibatan personel pertahanan, akan diproses sesuai mekanisme hukum dan kewenangan masing-masing institusi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seluruh tersangka dijerat Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). 

Irhamni menegaskan penyidik terus mengejar pemodal dan jaringan lain yang terlibat. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Jadwalkan Pemanggilan Eks Menhub Budi Karya Sumadi Hari Ini, Dalami Kasus di DJKA

KPK Jadwalkan Pemanggilan Eks Menhub Budi Karya Sumadi Hari Ini, Dalami Kasus di DJKA

Ia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
Deretan Fakta Mengerikan Pelajar SMP Dibunuh Kakak Kelasnya di NTT, Gunakan Parang Bekas Belah Durian hingga Jasad Dipindahkan Dua Kali

Deretan Fakta Mengerikan Pelajar SMP Dibunuh Kakak Kelasnya di NTT, Gunakan Parang Bekas Belah Durian hingga Jasad Dipindahkan Dua Kali

Deretan fakta mengerikan pelajar SMP di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya terungkap.
Pria Berjas Kuning yang Viral Teriaki dan Tunjuk Polisi Saat Demo Ternyata Bukan Mahasiswa UI, Ini Sosok Sebenarnya

Pria Berjas Kuning yang Viral Teriaki dan Tunjuk Polisi Saat Demo Ternyata Bukan Mahasiswa UI, Ini Sosok Sebenarnya

Hal itu disampaikan setelah pihak universitas melakukan verifikasi melalui BEM Fakultas Ilmu Administrasi UI serta penelusuran data melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).
Teheran Tegaskan Militer Tetap Solid: Iran Klaim Tak Goyah Meski Kehilangan Komandan Senior

Teheran Tegaskan Militer Tetap Solid: Iran Klaim Tak Goyah Meski Kehilangan Komandan Senior

Menlu Iran Abbas Araghchi menegaskan kekuatan militer Iran tak berubah meski kehilangan komandan senior dalam serangan AS dan Israel.
Ledakan Petasan Rakitan di Ponorogo Menewaskan Pelajar SMP

Ledakan Petasan Rakitan di Ponorogo Menewaskan Pelajar SMP

Sementara itu Polsek Kauman Sumoroto masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti ledakan. Dari hasil olah tempat kejadian perkara polisi menemukan sejumlah barang bukti diantaranya balon udara tanpa awak, sisa bahan petasan, sumbu petasan serta sejumlah barang bukti lainnya. 
Media Belanda Heran Maarten Paes Masih Jadi Sasaran Kritik Pengamat meski Tampil Gemilang untuk Ajax

Media Belanda Heran Maarten Paes Masih Jadi Sasaran Kritik Pengamat meski Tampil Gemilang untuk Ajax

Media Belanda mengindikasikan rasa keheranan usai Maarten Paes masih menjadi sasaran kritik pengamat. Padahal, kiper Timnas Indonesia itu tampil gemilang untuk Ajax Amsterdam.

Trending

Harum Namanya di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Akhirnya Jujur soal Alasan Pilih JPE di Proliga 2026

Harum Namanya di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Akhirnya Jujur soal Alasan Pilih JPE di Proliga 2026

Megawati Hangestri, pevoli andalan Indonesia yang pernah berkarier di Korea dan Turki, akhirnya kembali membela Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026, alasan
Terungkap, Penyebab Utama Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Kembalikan Mobil Dinas Baru Seharga Rp8,49 M

Terungkap, Penyebab Utama Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Kembalikan Mobil Dinas Baru Seharga Rp8,49 M

Terungkap, penyebab utama, Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud secara resmi memutuskan untuk mengembalikan mobil dinas baru hasil pengadaan APBD
Top 3 Bola: John Herdman Senang, Timnas Indonesia Bisa ke Piala Dunia 2026, hingga Aksi Heroik Calvin Verdonk

Top 3 Bola: John Herdman Senang, Timnas Indonesia Bisa ke Piala Dunia 2026, hingga Aksi Heroik Calvin Verdonk

Inilah Top 3 Bola hari ini: bek Belgia masuk radar John Herdman, peluang Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026, dan aksi heroik Calvin Verdonk bersama Lille.
Timur Tengah Mencekam, Begini Nasib 58 Ribu Jemaah Umroh Indonesia yang Tertahan di Arab Saudi

Timur Tengah Mencekam, Begini Nasib 58 Ribu Jemaah Umroh Indonesia yang Tertahan di Arab Saudi

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Puji Raharjo, memastikan pemerintah terus memantau perkembangan situasi secara berkala.
Terpopuler News: Pimpinan Iran Ali Khamenei Meninggal Dunia, Hingga Deretan Gurita Bisnis Dwi Sasetyaningtyas

Terpopuler News: Pimpinan Iran Ali Khamenei Meninggal Dunia, Hingga Deretan Gurita Bisnis Dwi Sasetyaningtyas

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia dalam serangan Amerika Serikat dan Israel. Hingga, deretan bisnis penting Dwi Sasetyaningtyas
Presiden Iran sebut Tewasnya Ali Khamanei adalah Deklarasi Perang Terbuka Terhadap Umat Muslim

Presiden Iran sebut Tewasnya Ali Khamanei adalah Deklarasi Perang Terbuka Terhadap Umat Muslim

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian sebut serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, adalah deklarasi perang terbuka
Jadwal Final Four Proliga 2026: Megawati Hangestri Cs Siap Beraksi, Megatron Main Lagi Kapan?

Jadwal Final Four Proliga 2026: Megawati Hangestri Cs Siap Beraksi, Megatron Main Lagi Kapan?

Jadwal final four Proliga 2026, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan siap tampil untuk memperebutkan gelar juara ajang voli paling bergengsi di Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT