News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ermanto Usman Tewas Diduga Curas di Bekasi Pernah Bongkar Dugaan Korupsi Pelindo II Rp4,08 Triliun

Ermanto Usman tewas diduga akibat curas di Bekasi. Ia dikenal pernah mengungkap dugaan korupsi Pelindo II senilai Rp4,08 triliun.
Selasa, 3 Maret 2026 - 11:24 WIB
Ermanto Usman Tewas Diduga Curas di Bekasi Pernah Bongkar Dugaan Korupsi Pelindo II Rp4,08 Triliun
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Ermanto Usman (65) ditemukan tewas di rumahnya di Perumahan Prima Asri Blok B4, Jalan Caman Raya Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/3/2026) dini hari. Ia diduga menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas).

Korban ditemukan dalam kondisi mata lebam dan tubuh bersimbah darah di kamar rumahnya. Sementara istrinya, berinisial P (60), tergeletak di lantai dengan luka serius dan kini dirawat intensif di RS Primaya Kalimalang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah barang berharga dilaporkan hilang, di antaranya gelang emas yang dikenakan korban serta dua kunci mobil. Polisi masih mendalami apakah kasus ini murni curas atau terdapat motif lain di balik kematian Ermanto Usman.

Kronologi Tragis Jelang Sahur

Peristiwa bermula ketika anak korban merasa janggal karena sang ibu tidak membangunkannya untuk sahur, sebagaimana kebiasaan setiap hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Hingga menjelang imsak, tidak ada tanda-tanda aktivitas dari kamar orang tuanya. Sekitar pukul 04.15 WIB, anak korban turun ke lantai bawah dan mendapati pintu kamar dalam keadaan terkunci dari dalam.

Ia sempat mendengar suara rintihan dari dalam kamar. Panik, anak korban meminta bantuan warga dan keluarga besar. Setelah pintu berhasil didobrak, Ermanto Usman dan istrinya ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Jenazah Ermanto kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kramat Jati untuk keperluan autopsi.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam. “Masih dalam penyelidikan. Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini murni perampokan atau ada motif lain,” ujarnya.

Sosok di Balik Dunia Pelabuhan

Di balik kasus curas Bekasi yang merenggut nyawanya, Ermanto Usman bukanlah figur biasa. Ia merupakan mantan anggota serikat pekerja perusahaan peti kemas PT Jakarta International Container Terminal (JICT) dan dikenal aktif menyuarakan isu tata kelola pelabuhan.

Ermanto juga tercatat sebagai Ketua Paguyuban Pensiunan JICT. Namanya sempat menjadi sorotan publik setelah mengungkap dugaan korupsi di tubuh PT Pelindo II terkait perpanjangan kontrak JICT.

Empat bulan sebelum meninggal, tepatnya 15 Desember 2025, ia berbicara dalam sebuah siniar mengenai dugaan penyimpangan perpanjangan kontrak JICT dengan Hutchison Port Holding (HPH).

Ungkap Dugaan Kerugian Negara Rp4,08 Triliun

Dalam pernyataannya, Ermanto mengungkap bahwa audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2018 menyatakan adanya kerugian negara sebesar 360 juta dolar AS atau sekitar Rp4,08 triliun terkait perpanjangan kontrak tersebut.

Menurutnya, pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DPR saat itu merupakan hasil dorongan dan protes dari Serikat JICT yang melihat adanya kejanggalan dalam proses perpanjangan kontrak.

“2018 keluarlah hasil audit investigasi itu dan dinyatakan ada kerugian negara Rp4,08 triliun,” ujar Ermanto dalam siniar tersebut.

Ia juga menyebut bahwa DPR melalui hak angket mengeluarkan tujuh rekomendasi, termasuk pembatalan kontrak JICT dengan HPH. Namun, hingga periode DPR 2014–2019 berakhir, rekomendasi tersebut tidak dijalankan.

Temuan BPK Soal Penyimpangan

BPK sebelumnya menemukan sejumlah dugaan penyimpangan dalam proses perpanjangan kontrak yang ditandatangani pada 5 Agustus 2014.

Beberapa poin temuan BPK antara lain:

  • Rencana perpanjangan kontrak tidak dimasukkan dalam RJPP dan RKAP PT Pelindo II

  • Tidak adanya izin konsesi kepada Menteri Perhubungan

  • Penunjukan Hutchison Port Holding tanpa mekanisme pemilihan mitra

  • Tidak adanya persetujuan RUPS dan Menteri BUMN

  • Dugaan konflik kepentingan dalam penunjukan Deutsche Bank sebagai konsultan keuangan

BPK juga menilai adanya kekurangan upfront fee yang seharusnya diterima negara.

Ermanto menilai, apabila kontrak tidak diperpanjang, negara berpotensi meraih keuntungan hingga Rp17–25 triliun berdasarkan temuan pansus DPR kala itu.

Polisi Dalami Motif

Kini, kasus curas Bekasi yang menewaskan Ermanto Usman masih dalam penyelidikan. Polisi belum menyimpulkan apakah peristiwa tersebut murni perampokan atau ada latar belakang lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepergian Ermanto meninggalkan tanda tanya sekaligus duka mendalam. Ia dikenal sebagai sosok yang vokal dan konsisten mengkritisi tata kelola pelabuhan nasional.

Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat latar belakang korban yang sebelumnya aktif mengungkap dugaan kerugian negara bernilai triliunan rupiah. Polisi memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap motif di balik tewasnya Ermanto Usman. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sering Tak Disadari, Ini Kelemahan Terbesar Tiap Zodiak yang Bisa Menghambat Hidupmu

Sering Tak Disadari, Ini Kelemahan Terbesar Tiap Zodiak yang Bisa Menghambat Hidupmu

Kelemahan terbesar setiap zodiak yang sering tak disadari, dari Aries hingga Pisces. Kenali sisi lemahmu yang sebenarnya sekarang juga!
Solusi di Tengah Ancaman Krisis Energi, IAGL ITB Dorong Pemerintah Tingkatkan Industri Baterai Nikel

Solusi di Tengah Ancaman Krisis Energi, IAGL ITB Dorong Pemerintah Tingkatkan Industri Baterai Nikel

Perintah Indonesia diminta untuk dapat memprioritaskan peningkatan produksi migas (listing) di tengah kondisi geopolitik yang tak menentu.
Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Buat DPR Geram, Sahroni: Ini Benar-benar Kebiadaban

Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Buat DPR Geram, Sahroni: Ini Benar-benar Kebiadaban

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni akui begitu geram atas dugaan kasus penganiayaan anak di sebuah daycare di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Hasil Grand Final Proliga 2026, 25 April: LavAni Kunci Gelar Juara! Gagalkan Hattrick Jakarta Bhayangkara Presisi

Hasil Grand Final Proliga 2026, 25 April: LavAni Kunci Gelar Juara! Gagalkan Hattrick Jakarta Bhayangkara Presisi

Hasil Grand Final Proliga 2026 pada Sabtu 25 April 2026 laga kedua partai puncak di sektor putra antara LavAni vs Jakarta Bhayangkara Presisi di GOR Amongrogo.
3000 Peserta Padati Runity Petra, Puncak Peringatan HUT PPPK Petra Ke 75

3000 Peserta Padati Runity Petra, Puncak Peringatan HUT PPPK Petra Ke 75

Sebanyak tiga ribu pelari dan peserta fun walking memeriahkan gelaran Runity Petra yang digelar di Jalan Taman Asri, Pondok Candra, Waru, Sidoarjo.
Kebutuhan Susu 75% Masih Impor, Wamentan Ajak Investor Garap Peternakan Wonosobo

Kebutuhan Susu 75% Masih Impor, Wamentan Ajak Investor Garap Peternakan Wonosobo

Kementerian Pertanian mendorong investasi di subsektor peternakan, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, untuk menjadi sentra baru sapi perah dan pedaging nasional.

Trending

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA siapkan aturan baru izinkan liga main satu laga di luar negeri per musim. Indonesia berpotensi hadirkan laga Liga Inggris hingga Serie A di Tanah Air.
John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

Kabar melegakan datang dari Slovakia untuk pecinta sepak bola tanah air. Gelandang andalan Timnas Indonesia Marselino Ferdinan akhirnya kembali mencicipi atmosf
Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Tersimpan kisah menarik mengenai keberanian I Neroverdi dalam berinvestasi di bursa transfer, terutama untuk mendatangkan bek andalan Timnas Indonesia Jay Idzes
Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Peluang Megawati Hangestri untuk reuni dengan Yeum Hye-seon di Red Sparks pada V League musim depan sudah tertutup.
Selengkapnya

Viral