Sosok Mohammad Nashihan, Ayah Resbob dan Bigmo: Dosen Hukum hingga Pernah Terseret Kasus Korupsi
- Kolase tvOnenews.com / YouTube Deddy Corbuzier / Instagram Resbob
Jakarta, tvOnenews.com – Nama Mohammad Nashihan kembali menjadi perhatian publik setelah dua putranya, YouTuber Resbob dan Bigmo, terseret kasus hukum yang tengah viral. Sosok ayah Resbob dan Bigmo itu kini ikut menjadi bahan pencarian warganet yang penasaran dengan latar belakang keluarga kedua kreator konten tersebut.
Mohammad Nashihan dikenal sebagai advokat sekaligus dosen hukum yang memiliki perjalanan karier panjang di dunia akademik dan pemerintahan. Namun, perjalanan hidupnya juga sempat diwarnai kasus hukum yang membuat namanya menjadi sorotan nasional.
Publik kini mulai menelusuri profil ayah Resbob dan Bigmo, termasuk latar belakang pendidikan, karier profesional, hingga kasus hukum yang pernah menjeratnya.
Profil Mohammad Nashihan, Ayah Resbob dan Bigmo
Mohammad Nashihan lahir pada 12 Juni 1956 di Desa Sumurber, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Ia berasal dari keluarga sederhana dan merupakan anak keempat dari sembilan bersaudara.
Sejak kecil, Nashihan dikenal aktif dalam dunia pendidikan berbasis keagamaan. Pendidikan dasarnya ditempuh di Madrasah Ibtidaiyah NU Panceng, Gresik.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke SMP Islam NU 1 Gresik sebelum meneruskan studi di PGAN enam tahun di Mojokerto.
Perjalanan pendidikan Mohammad Nashihan kemudian berlanjut ke perguruan tinggi. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan dari IKIP Surabaya.
Tidak berhenti di sana, ayah Resbob dan Bigmo ini juga mengambil pendidikan hukum dengan menempuh studi S1 di Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang.
Untuk memperdalam bidang hukum, Nashihan melanjutkan pendidikan magister hukum di Universitas Borobudur Jakarta.
Karier di Dunia Hukum dan Pemerintahan
Karier Mohammad Nashihan cukup panjang dan beragam, terutama di bidang hukum serta pemerintahan.
Sebelum aktif di dunia akademik, ayah Resbob dan Bigmo pernah berkarier di lingkungan militer. Ia tercatat pernah menjabat sebagai perwira penerangan di Mabes ABRI pada periode 1989 hingga 1994.
Setelah itu, kariernya berlanjut di lingkaran pemerintahan nasional. Nashihan pernah dipercaya sebagai staf khusus wakil presiden pada periode 1995 hingga 1999.
Pengalaman tersebut membuat namanya cukup dikenal di kalangan pemerintahan dan akademisi hukum.
Sejak tahun 2006, Mohammad Nashihan aktif mengajar sebagai dosen hukum di Universitas Borobudur Jakarta. Dalam perannya sebagai akademisi, ia mengajar berbagai mata kuliah hukum dan kerap terlibat dalam diskusi publik terkait persoalan hukum di Indonesia.
Load more