Sosok Muhammad Fikri Thobari, Bupati Rejang Lebong Bengkulu yang Terjaring OTT KPK, Harta Kekayaannya Bikin Melongo
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Bupati Rejang Lebong, Bengkulu, Muhammad Fikri Thobari, ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (9/3/2026).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan, Muhammad Fikri Thobari beserta sejumlah pejabat lainnya segera diterbangkan ke Jakarta.
“Konfirmasi, tim melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Bengkulu. Sejumlah pihak diamankan dan pagi ini dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Budi.
Hingga kini, KPK belum merinci perkara apa yang sedang diselidiki dalam operasi di Bengkulu tersebut.
Profil Muhammad Fikri Thobari
Muhammad Fikri Thobari lahir di Baturaja pada 4 Februari 1981. Fikri merupakan putra dari pasangan M Thobari Muad dan Rosmala Dewi. Ia berasal dari keluarga yang cukup dikenal di lingkungan birokrasi serta memiliki kedekatan dengan dunia politik.
Ayahnya pernah aktif dalam kegiatan kemahasiswaan sebelum berkarier di lingkungan Kementerian Agama dan menempati sejumlah posisi di berbagai daerah di Bengkulu.
Ia juga sempat menduduki jabatan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kepahiang. Sementara itu, ibunya dikenal sebagai aparatur sipil negara yang bekerja di Kementerian Agama.
Muhammad Fikri Thobari menikah dengan Intan Larasati Fikri dan telah dikaruniai seorang anak.
Pendidikan Muhammad Fikri Thobari
Muhammad Fikri Thobarimemiliki latar akademik di bidang ekonomi serta administrasi publik. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi (SE) dari Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen AMKOP Palembang pada 2006. Kemudian ia melanjutkan studi hingga meraih Magister Administrasi Publik (MAP) dari Universitas Prof Dr Hazairin SH pada 2023.
Perjalanan pendidikannya dimulai dari SDN 4 Nakau di Tapang Empat, Kabupaten Bengkulu Utara dan tamat pada 1992. Setelah itu ia melanjutkan ke SMPN 2 Curup dan menyelesaikannya pada 1995. Pendidikan menengah atas ditempuh di MAN 2 Curup dan lulus pada 1998.
Karier Bisnis dan Aktivis
Sebelum berkecimpung di dunia pemerintahan, Muhammad Fikri Thobari dikenal sebagai pengusaha di sektor properti. Pada 2008–2010, ia sempat memimpin sebuah media cetak bernama Sehasen Jaya.
Pada 2008, Muhammad Fikri Thobari juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Bukit Juvi Permata. Beberapa tahun kemudian, tepatnya 2014, ia dipercaya sebagai Presiden Direktur perusahaan tersebut.
Perusahaan ini bergerak di bidang pengembangan dan penjualan perumahan, baik melalui skema KPR maupun penjualan komersial.
Selain menjalankan usaha, Muhammad Fikri Thobari aktif di sejumlah organisasi bisnis. Ia pernah terlibat dalam kepengurusan Real Estate Indonesia (REI) di Bengkulu. Pada 2021, ia terpilih menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Rejang Lebong.
Ia juga tercatat aktif dalam berbagai organisasi, antara lain:
- Sekretaris Business Development Service STIM AMKOP Palembang (2002–2004)
- Ketua Yayasan Kebangkitan Umat Kabupaten Rejang Lebong (2014–sekarang)
- Sekretaris REI Komisariat Curup (2014–2016)
- Wakil Ketua Bidang Perundang-undangan DPD REI Provinsi Bengkulu (2016–2019)
- Ketua DPD HIMPERRA Provinsi Bengkulu (2019–sekarang)
- Ketua Bidang Pengembangan Kawasan dan Pemukiman DPP HIMPERRA (2024–2028)
- Ketua Umum KADIN Kabupaten Rejang Lebong (2021–sekarang)
Perjalanan Politik
Muhammad Fikri Thobari mulai masuk ke dunia politik pada 2019 dengan menjabat sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Rejang Lebong.
Pada tahun yang sama, ia maju dalam Pilkada Rejang Lebong 2019 bersama Tarsisius Samuji. Namun pasangan tersebut belum berhasil memenangkan Pilkada.
Muhammad Fikri Thobari kembali mencoba peruntungan pada Pilkada 2024 dengan menggandeng Hendri, seorang analis ideologi dari Badan Kesatuan Bangsa Kabupaten Musi Rawas. Pasangan yang diusung PAN, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Demokrat itu akhirnya meraih kemenangan.
Dalam pemilihan tersebut, mereka memperoleh 63.691 suara atau 44,07 persen dari total suara sah.
Harta Kekayaan Muhammad Fikri Thobari
Berdasarkan laporan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tertanggal 7 Agustus 2024, Muhammad Fikri Thobari memiliki kekayaan sebesar Rp 19.530.683.491.
Total asetnya sebenarnya mencapai Rp 32.479.662.699, namun nilai tersebut berkurang karena adanya kewajiban utang sebesar Rp 12.948.979.208.
Dalam laporan tersebut, harta kekayaan Muhammad Fikri Thobari antara lain terdiri dari:
A. Tanah dan bangunan Rp 14.600.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 304 m2/675 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 3.300.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 301 m2/650 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 2.000.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 222 m2/200 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 250.000.000
- Tanah Seluas 185 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 200.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 154 m2/288 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 750.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 172 m2/300 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 1.000.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 636 m2/450 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 1.000.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 128 m2/360 m2 di KAB / KOTA REJANG LEBONG, HASIL SENDIRI Rp 800.000.000
- Tanah Seluas 13489 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 800.000.000
- Tanah Seluas 8946 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 600.000.000
- Tanah Seluas 2402 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 800.000.000
- Tanah Seluas 368 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 250.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 575 m2/350 m2 di KAB / KOTA REJANG LEBONG, HASIL SENDIRI Rp 350.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 1488 m2/300 m2 di KAB / KOTA KOTA BENGKULU, HASIL SENDIRI Rp 2.500.000.000
B. Alat transportasi dan mesin Rp 900.000.000
- MOBIL, MITSUBISHI EC LIPSE CROSS/MINIBUS Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp 350.000.000
- MOBIL, MITSUBISHI PAJERO SPORT Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp 550.000.000
C. Harta bergerak lainnya Rp 45.000.000
D. Surat berharga Rp 0
E. Kas dan setara kas Rp 7.234.102.034
F. Harta lainnya Rp 9.700.560.665
Sub Total Rp 32.479.662.699
Utang Rp 12.948.979.208
Total Harta Kekayaan Rp 19.530.683.491. (nba)
Load more