News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Profil dan Harta Kekayaan Gus Alex, Stafsus Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas yang Ditahan KPK Imbas Korupsi Kuota Haji

Ini profil hingga harta kekayaan Ishfah Abidal Aziz Gus Alex), mantan Stafsus Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) saat jadi Menteri Agama (Menag) yang ditahan KPK.
Kamis, 19 Maret 2026 - 00:57 WIB
Ishfah Abidal Aziz atau Gus Alex, mantan Stafsus Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut semasa menjabat sebagai Menteri Agama (Menag) ditahan oleh KPK
Sumber :
  • ANTARA/Rio Feisal

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex mencuri perhatian publik. Mantan Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut itu ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, Gus Alex ditahan selama 20 hari ke depan sejak Selasa, 17 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Penahanan untuk 20 hari ke depan terhitung mulai 17 Maret-5 April 2026," ungkap Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta dikutip, Kamis (19/3/2026).

Budi menjelaskan alasan KPK menahan Gus Alex. Mantan stafsus Menag Gus Yaqut tersebut ikut terlibat dalam kasus dugaan korupsi kuota haji.

Gus Alex, kata Budi, menjadi tersangka. Alhasil KPK menahannya di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK.

Mengenai hal ini, publik penasaran siapa sosok Gus Alex. Oleh karena itu, tvOnenews.com akan membagikan profil lengkap hingga harta kekayaan mantan Stafsus Menag Gus Yaqut tersebut.

Profil Gus Alex Stafsus Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas

Gus Alex Saat Ditahan Oleh KPK Menggunakan Rompi Oranye
Gus Alex Saat Ditahan Oleh KPK Menggunakan Rompi Oranye
Sumber :
  • Aldi Herlanda/tvOnenews

Gus Alex memiliki nama asli Ishfah Abidal Aziz. Gus Alex lahir di Madiun, Jawa Timur pada 3 Mei 1977.

Gus Alex dikenal sebagai tokoh muda di Nahdlatul Ulama (NU). Ia bahkan aktif di berbagai organisasi keagamaan dan politik lainnya.

Menariknya, Gus Alex memiliki jabatan sebagai salah satu Ketua PBNU periode 2022-2027. Di Kemenag, ia pernah menjabat Stafsus Menag di era kepemimpinan Gus Yaqut terutama di Bidang Ukhuwah Islamiyah, Ormas, Sosial Keagamaan, dan Moderasi Beragama.

Ia mengemban jabatan tersebut karena kedekatannya dengan Gus Yaqut. Posisi tersebut membuat ia mendapat akses strategis terhadap kebijakan di lingkungan Kemenag RI.

Salah satu akses strategis menjadi peluang di Kemenag, Gus Alex kerap kali mendapat urusan penyelenggaraan ibadah haji.

Tak ayal, Gus Alex pernah menjadi Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI pada periode 2022-2027.

Sayangnya jabatan sebagai Dewan Pengawas BPKH RI tidak berlangsung lama. Gus Alex diberhentikan dengan hormat pada Januari 2025.

Di bidang keagamaan, Gus Alex juga pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal di Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam perjalanan kariernya, Gus Alex pernah menjajaki kiprahnya di dunia politik elektoral. Ia sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI pada Pemilihan Legislatif 2019.

Pada saat itu ia menjadi calon anggota DPR RI lewat daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur VIII. Akan tetapi, ia gagal merebut posisi tersebut sehingga tidak bisa melenggang ke Senayan.

Di luar bidang keagamaan dan politik, Gus Alex pernah menjabat sebagai Komisaris di PT Krakatau Daya Listrik. Perusahaan tersebut merupakan anak usaha dari PT Krakatau Steel yang saat ini berubah menjadi PT Krakatau Chandra Energi.

Harta Kekayaan Gus Alex

Gus Alex Saat Dilakukan Penahana  Oleh KPK
Gus Alex Saat Dilakukan Penahana Oleh KPK
Sumber :
  • Aldi Herlanda/tvOnenews

Merujuk dari data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 1 April 2025, Gus Alex menyetorkan jumlah kekayaannya mencapai Rp7.371.215.124 atau setara Rp7,3 miliar.

Total harta kekayaan tersebut dinilai mengalami kenaikan secara pesat dalam hitungan rentang empat tahun terakhir.

Saat baru menjabat sebagai Komisaris PT Krakatau Daya Listrik, harta kekayaan Gus Alex menyentuh angka Rp1.668.038.232 atau setara Rp1,6 miliar.

Kemudian harta kekayaannya meningkat sekitar 200 juta. Pada 2021, harta Gua Alex menyentuh Rp1.878.323.653 atau setara Rp1,8 miliar.

Pada 2022, harta Gus Alex mengalami lonjakan secara signifikan ketika menjabat anggota Dewan Pengawas BPKH. Kekayaannya kala itu melesat sampai Rp5.390.045.852 atau setara Rp5,3 miliar.

Harta kekayaan Gus Alex sempat lebih tinggi pada 2023. Dalam e-LHKPN, totalnya menyentuh Rp7.402.885.846 atau setara Rp7,4 miliar sebelum menurun sampai Rp7,3 miliar.

Rincian harta kekayaan Gus Alex sebagai berikut:

  • Tanah dan bangunan: Rp1.000.000.000
  • Kas dan setara kas: Rp6.072.142.477
  • Harta bergerak lainnya: Rp211.572.647

Sementara, harta kekayaan Gus Alex lainnya meliputi aset alat transportasi dan mesin. Totalnya hanya mencapai sekitar Rp87.500.000.

Komposisi harta berupa aset alat transportasi dan mesin milik Gus Alex, di antaranya:

  • Mobil Honda Mobilio keluaran tahun 2014: Rp78.000.000 (hasil sendiri)
  • Motor Honda Vario keluaran tahun 2015: Rp5.000.000 (hasil sendiri)
  • Motor Honda Beat keluaran tahun 2017: Rp3.500.000 (hasil sendiri)
  • Motor Honda Mio keluaran tahun 2011: Rp1.000.000 (hasil sendiri).

Gus Alex tidak memiliki surat berharga dan harta lainnya. Ia juga tak mempunyai utang sehingga sub total harta kekayaannya kini mencapai Rp7,3 miliar.

Perjalanan Gus Alex Ditahan KPK Akibat Kasus Dugaan Skandal Korupsi Kuota Haji

Sebelumnya, KPK melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji untuk Indonesia sejak 9 Agustus 2025. Kasus ini melibatkan mantan Menag Gus Yaqut.

Pada 11 Agustus 2025, KPK menyampaikan pengumuman terkait penghitungan awal kerugian dialami negara akibat kasus dugaan korupsi kuota haji tersebut. KPK mengungkapkan negara rugi lebih dari Rp1 triliun.

Akibatnya, KPK melakukan pencekalan tiga orang yang diduga terlibat kasus ini agar tidak bisa ke luar negeri, di antaranya Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, hingga Fuad Hasan Masyhur.

Akan tetapi, Gus Yaqut melayangkan pengajuan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Itu terjadi setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Ia mengajukan permohonan tersebut pada 10 Februari 2026. Adapun pengajuannya telah teregister dengan nomor perkara 19/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL.

Apesnya, Gus Yaqut dan Gus Alex menjadi target KPK saat memperpanjang pencegahan keduanya ke luar negeri pada 19 Februari 2026. Sementara, KPK tidak memperpanjang pencekalan terhadap Fuad.

Dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI pada 27 Februari 2026, KPK menyampaikan kerugian keuangan negara menyentuh Rp622 miliar.

Majelis hakim PN Jaksel memutuskan penolakan terhadap permohonan praperadilan dilayangkan Yaqut pada 11 Maret 2026. Hingga akhirnya, mantan Menag tersebut ditahan di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK pada 12 Maret 2026.

Sementara Gus Alex ditahan sampai 5 April 2026. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan peran dari Gus Alex. Mantan Stafsus Menag itu sangat dominan dalam pengumpulan fee agar ibadah haji khusus semakin cepat dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KPK menduga Gus Alex akan menyerahkan dana yang berhasil dikumpulkan kepada Gus Yaqut. Tujuannya tentu guna berbagai kebutuhan. Dugaan itu semakin kuat dari hasil sejumlah bukti yang dipegang oleh penyidik.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ngaku Takut Kucing, Begini Reaksi Jenaka Gubernur Malut Sherly Tjoanda saat Sidak ke Rumah Warga yang Pelihara 'Anabul'

Ngaku Takut Kucing, Begini Reaksi Jenaka Gubernur Malut Sherly Tjoanda saat Sidak ke Rumah Warga yang Pelihara 'Anabul'

Gubernur Malut Sherly Tjoanda panik bahkan sampai berteriak saat menjumpai seekor kucing peliharaan saat sedang mengunjungi rumah warganya yang terdampak gempa.
Wujudkan Pemerintahan Bersih, Presiden Prabowo Evaluasi Transaksi Keuangan Bersama PPATK

Wujudkan Pemerintahan Bersih, Presiden Prabowo Evaluasi Transaksi Keuangan Bersama PPATK

Komitmen untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan bebas korupsi terus diperkuat oleh Presiden Prabowo Subianto. 
Syifa Hadju & El Rumi Gelar Wedding Vow Kedua di Bali, Harga Perhiasannya Bikin Melongo! Intip Detail Berlian Kelas Dunia

Syifa Hadju & El Rumi Gelar Wedding Vow Kedua di Bali, Harga Perhiasannya Bikin Melongo! Intip Detail Berlian Kelas Dunia

Syifa Hadju dan El Rumi menggelar wedding vow kedua di Bali pada 2 Mei 2026. Meski tanpa kalung pada sesi utama, anting dan gelang yang dipilih memiliki kualitas premium
Puluhan Santriwati Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Ratusan Warga Geruduk Ponpes di Pati

Puluhan Santriwati Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Ratusan Warga Geruduk Ponpes di Pati

Kasus dugaan kekerasan seksual di sebuah pondok pesantren putri di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memicu kemarahan warga. Ratusan orang menggeruduk kompleks pondok pesantren di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Sabtu (2/5/2026).
Hampir Setahun Internship, dr Myta Aprilia Azmy Jadi Tumpuan Harapan Keluarga di Detik-detik Terakhir Masa Bakti

Hampir Setahun Internship, dr Myta Aprilia Azmy Jadi Tumpuan Harapan Keluarga di Detik-detik Terakhir Masa Bakti

Meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy, dokter internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan orang terdekat.
Ahmad Dhani Angkat Bicara usai Akun Instagram Menghilang: Kebenaran Tak Bisa Dikubur

Ahmad Dhani Angkat Bicara usai Akun Instagram Menghilang: Kebenaran Tak Bisa Dikubur

Musisi sekaligus pentolan Dewa 19, Ahmad Dhani, angkat bicara setelah akun Instagram pribadinya menghilang: Kebenaran Tak Bisa Dikubur.

Trending

Diizinkan FIFA Bela Timnas Indonesia Tanpa Naturalisasi, Raja Assist Championship Ini Bisa Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026

Diizinkan FIFA Bela Timnas Indonesia Tanpa Naturalisasi, Raja Assist Championship Ini Bisa Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026

Tampil memukau sebagai raja assist kasta Championship, salah satu pemain veteran ini layak dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia buat ajang Piala AFF 2026.
Warga Belanda Berbondong-bondong Girang NAC Breda Selangkah Lagi Resmi Didegradasi: Semoga Tak Lekas Promosi

Warga Belanda Berbondong-bondong Girang NAC Breda Selangkah Lagi Resmi Didegradasi: Semoga Tak Lekas Promosi

Banyak warga Belanda yang mengutarakan rasa gembiranya setelah NAC Breda hampir dipastikan terdegradasi dari kasta tertinggi Liga Belanda. 
Pelatih Hyundai Hillstate Beri Sinyal Positif untuk Megawati Hangestri, Kang Sung-hyung Komentari Aksi Megatron di Grand Final Proliga 2026

Pelatih Hyundai Hillstate Beri Sinyal Positif untuk Megawati Hangestri, Kang Sung-hyung Komentari Aksi Megatron di Grand Final Proliga 2026

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung memberikan pernyataannya usai menyaksikan aksi Megawati Hangestri secara langsung, saat membela Jakarta Pertamina Enduro di Grand Final Proliga 2026.
Top 3 Timnas Indonesia: Jay Idzes-Maarten Paes Diizinkan Main, Erick Thohir Bertemu Sekjen KNVB, hingga Raja Assist yang Eligible Dinaturalisasi

Top 3 Timnas Indonesia: Jay Idzes-Maarten Paes Diizinkan Main, Erick Thohir Bertemu Sekjen KNVB, hingga Raja Assist yang Eligible Dinaturalisasi

Ada tiga berita terpopuler seputar Timnas Indonesia yang paling banyak dibaca di tvOnenews.com, mulai dari turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 hingga isu naturalisasi.
Timnas Indonesia Bisa Full Asing di Piala AFF 2026, Ini 11 Pemain yang Sudah dan Eligible Jadi WNI untuk Dipanggil John Herdman

Timnas Indonesia Bisa Full Asing di Piala AFF 2026, Ini 11 Pemain yang Sudah dan Eligible Jadi WNI untuk Dipanggil John Herdman

Timnas Indonesia berpotensi pakai skuad yang didominasi pemain asing, baik diaspora maupun legiun asing Super League yang memenuhi syarat untuk dinaturalisasi.
Jadi Bintang Persib Bandung, Siapa Sangka Beckham Putra Dulu Sempat Mengidolakan Sosok Ini Sejak Kecil

Jadi Bintang Persib Bandung, Siapa Sangka Beckham Putra Dulu Sempat Mengidolakan Sosok Ini Sejak Kecil

Beckham Putra mengungkap sosok yang menjadi inspirasinya sejak kecil untuk bermain bola hingga akhirnya berhasil menjadi salah satu bintang di Persib Bandung.
Tak Main-Main, Dedi Mulyadi Buka Opsi Kirim Pelaku Kerusuhan di Bandung yang Masih Berstatus Pelajar ke Barak Militer: Kita Lihat Aspek Hukumnya!

Tak Main-Main, Dedi Mulyadi Buka Opsi Kirim Pelaku Kerusuhan di Bandung yang Masih Berstatus Pelajar ke Barak Militer: Kita Lihat Aspek Hukumnya!

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuka opsi untuk mengirim para pelaku kerusuhan di Bandung yang masih berstatus pelajar ke barak militer. 
Selengkapnya

Viral