Ihwal Angka Kecelakaan Mudik 2026, Korlantas Polri: Turun 3 Persen, Korban Jiwa 24 Persen
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Â Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memberikan sinyal positif soal evaluasi arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Berdasarkan hasil monitoring nasional, angka kecelakaan lalu lintas selama periode pulang kampung tahun ini diklaim mengalami penurunan.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, memaparkan bahwa jumlah peristiwa kecelakaan secara nasional mencatatkan penurunan sebesar 3,12 persen.
Data ini menjadi salah satu indikator keberhasilan pengamanan di jalur mudik utama.
"Kamseltibcarlantas kami laporkan bahwa peristiwa kecelakaan ada penurunan. Dari peristiwa jumlah kecelakaan itu turun 3,12 persen," beber Agus dalam jumpa pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (20/3/2026).
Bahkan dia jelaskan, angka korban meninggal dunia saat arus mudik tahun ini juga mengalami penurunan sebesar 24,68 persen dibanding pada tahun 2025.
"Ini tentunya berkat kita semuanya untuk hadir di lapangan, Pospam, Pos Pengamanan, Pos Terpadu. Tentunya ini perlu kita semuanya untuk dipertahankan ke depan," bebernya.
Senada dengan Kakorlantas, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mengungkapkan tren positif tersebut saat memantau Pos Terpadu Lapangan Merdeka, Medan, Jumat malam.Â
Sigit menyebut angka kecelakaan turun 3,23 persen, sementara angka kematian merosot hingga 24,61 persen.
"Oleh karena itu tentunya saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat pemudik," jelas Jenderal Sigit.
Ia pun mengimbau pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan dan memanfaatkan pos pelayanan untuk beristirahat.
Catatan Merah di Ruas Jalan Tol
Meski secara total nasional diklaim menurun, data berbeda sempat dilaporkan dari sisi teknis operasional.
Paminbinwas Subdit Dakgar Dirgakkum Korlantas Polri, Ipda Hanny Neno, mengungkapkan adanya dinamika di lapangan di mana angka kecelakaan sempat mencatatkan kenaikan 1,97 persen pada pantauan Kamis (19/3/2026).
Kenaikan ini khususnya disumbang oleh insiden di jalan tol yang mencapai 22 kejadian.
"Untuk laka lantas selisih di tahun 2025, 2026 naik 1,97 persen," kata Hanny di Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat.
Wilayah Subang dan Batang dilaporkan menjadi titik dengan kasus kecelakaan tol terbanyak, disusul ruas Jagorawi (Bogor) dan Cimahi.
Hanny menyebut faktor kelelahan dan kelalaian pengemudi saat mendahului kendaraan lain menjadi pemicu utama.
Load more