BPH Migas Pastikan BBM Aman Saat Arus Balik: Jangan Panic Buying, Stok Melimpah
- Pertamina
Jakarta, tvOnenews.com – Di tengah lonjakan arus balik Lebaran 2026, kekhawatiran soal kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) ditepis tegas pemerintah. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan stok energi nasional dalam kondisi aman, bahkan sangat memadai untuk menghadapi puncak mobilitas masyarakat.
Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menegaskan kesiapan pasokan BBM telah diantisipasi jauh hari, termasuk untuk mengakomodasi lonjakan konsumsi selama arus balik.
“Menjelang arus balik, BPH Migas menegaskan kembali bahwa stok BBMnasional dalam kondisi sangat aman,” tegas Fathul, dalam keterangan resmi, Selasa (24/3/2026).
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing kepanikan yang justru bisa memicu gangguan distribusi di lapangan. Perilaku panic buying dinilai tidak diperlukan dalam situasi pasokan yang terkendali.
Fathul juga mendorong masyarakat memanfaatkan layanan darurat yang telah disiapkan oleh Pertamina, khususnya bagi pemudik yang mengalami kendala bahan bakar di perjalanan.
Fathul mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk memanfaatkan layanan Pertamina Delivery Service (PDS) 135 apabila membutuhkan BBM darurat di perjalanan.
Data per 22 Maret 2026 menunjukkan ketahanan stok BBM nasional berada dalam level aman, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi. Distribusi dari Terminal BBM ke SPBU juga dipastikan berjalan tanpa hambatan.
“Penyaluran dari Terminal BBM Pertamina ke berbagai SPBU berjalan lancar tanpa kendala, sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik,” ucap dia.
Tak hanya dari sisi kuantitas, kualitas BBM juga menjadi perhatian. BPH Migas memastikan pengawasan dilakukan secara rutin dan hasilnya memenuhi standar pemerintah.
Fathul menambahkan monitoring kualitas BBM juga rutin dilakukan. Hasil dari monitoring itu menunjukkan hasilnya sesuai standar pemerintah, sehingga diharapkan masyarakat merasa aman dan nyaman.
Lonjakan konsumsi BBM selama periode Satgas 9–22 Maret pun menjadi indikator tingginya mobilitas masyarakat. Penyaluran bensin jenis Pertalite dan Pertamax Series tercatat rata-rata 2.749 kiloliter per hari, naik 19,8 persen dari kondisi normal, bahkan sempat melonjak hingga 54 persen pada 20 Maret.
Sementara itu, konsumsi Solar tercatat rata-rata 1.420 kiloliter per hari, turun tipis 3,7 persen dari normal, meski sempat mengalami kenaikan tertinggi sebesar 20 persen pada 18 Maret.
Dengan tren konsumsi yang tinggi namun pasokan tetap stabil, BPH Migas menegaskan sistem distribusi energi nasional dalam kondisi siap menghadapi tekanan arus balik, sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat melakukan perjalanan dengan aman tanpa kekhawatiran kehabisan BBM. (agr/aag)
Load more