Pengamat Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Mahasiswa UNUSIA Jakarta Tantang Debat Terbuka
- istimewa
Salah satu yang disorot dalam pertemuan tersebut, terkait sikap pemerintah dalam menghadapi gejolak global saat ini.
"Sehingga kemudian memunculkan pikiran-pikiran yang kritis. Misalnya bahwa pemerintah sebetulnya sudah pada situasi dimana pemerintah ini sudah tidak layak memimpin pemerintahan," katanya dikutip pada Minggu (12/4/2026).
"Kalau pada akhirnya kemudian Prabowo-Gibran tidak mampu mengatasi situasi sekarang, ya wajar dong, kalau kemudian para pengamat mengatakan bahwa ini sudah tidak layak menjadi pemimpin republik ini. Tidak lagi layak menjalankan pemerintahan," lanjutnya.
Ia mengatakan pemikiran tersebut sangat bisa diperdebatkan secara intelektual, secara rasional, bahkan secara konstitusional.
"Jadi narasi yang keluar dari sejumlah pengamat di forum itu, kami tidak menyalahkan itu, dan itu tanggung jawab sebagai seorang intelektual, salah satunya to speak the truth. Bagaimana kami mampu mengungkapkan (kebenaran) benar dalam pikiran kita," tuturnya.
Ubedillah menilai bahwa sejak awal pemerintahan Prabowo-Gibran sudah memiliki cacat bawaan sehingga hal itu membuat jalannya pemerintahan menjadi semakin sulit.
"(Gibran) cacat anak haram konstitusi, Prabowo punya beban masa lalu yang cukup berat. Itu menjadi jalanan pemerintahan menjadi sangat sulit," katanya.
"Jadi kalau Prabowo mengatakan bahwa para pengamat tidak suka pemilihan Prabowo-Gibran berhasil, bukan itu faktornya. Faktornya memang sejak awal rezim ini sudah punya cacat bawaan. Itu menjadi berat. Kalau sejak awal tidak ada cacat bawaan mungkin akan lain ceritanya," tambahnya.
Cacat bawaan inilah yang kemudian kata Ubedillah, menjadikan Prabowo-Gibran sebagai beban bagi negara Indonesia.
"Secara argumentatif, saya meyakini bahwa Prabowo dan Gibran adalah beban buat bangsa ini," katanya.
"Sejarah kelam buat bangsa ini. Juga sejarah berat, beban berat Ketika pemerintahan ini dipimpin oleh Joko Widodo. Jadi ini adalah dua periode, dua episode kekuasaan yang membuat bangsa ini menatap ke depan dengan tertatih-tatih," tambahnya. (muu)
Load more