News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPK Bidik Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Aliran Uang Keluarga Disorot dalam Kasus Outsourcing

KPK bidik suami Fadia Arafiq dalam kasus korupsi outsourcing Pekalongan, aliran dana keluarga hingga Rp19 miliar disorot penyidik.
Selasa, 14 April 2026 - 18:20 WIB
Fadia Arafiq saat Ditahan Oleh KPK
Sumber :
  • tvOnenews/Aldi Herlanda

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing di Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang menjerat Fadia Arafiq. Terbaru, lembaga antirasuah mulai menyoroti peran keluarga, termasuk suami Fadia, dalam pusaran perkara tersebut.

Langkah ini diambil setelah penyidik menemukan adanya indikasi aliran dana yang mengalir ke sejumlah pihak keluarga, yang kini menjadi fokus pengembangan kasus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KPK Pertimbangkan Periksa Suami Fadia

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengungkapkan bahwa penyidik tengah mengkaji kemungkinan memeriksa pihak keluarga tersangka, termasuk suami Fadia.

“Peran-peran keluarga dari tersangka sedang dipertimbangkan oleh penyidik, termasuk terkait dengan suami tersangka,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

KPK menyebut telah menemukan fakta adanya penerimaan aliran uang oleh pihak keluarga. Temuan ini menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk memperluas konstruksi perkara.

“Ditemukan adanya aliran sejumlah uang yang diterima pihak keluarga, dan itu menjadi bagian dari pengembangan penyidikan,” jelasnya.

Terjaring OTT, Fadia Jadi Tersangka Tunggal

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada awal Maret 2026. Dari operasi tersebut, Fadia Arafiq ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam perkara dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing periode 2023–2026.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan penetapan tersangka dilakukan berdasarkan kecukupan alat bukti.

Fadia kemudian ditahan selama 20 hari pertama sejak 4 hingga 23 Maret 2026 di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Dalam perkara ini, Fadia dijerat dengan pasal terkait gratifikasi dan penyalahgunaan wewenang sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Konstruksi Perkara: Intervensi Proyek untuk Perusahaan Keluarga

KPK mengungkap adanya dugaan intervensi langsung yang dilakukan Fadia dalam proses pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan.

Menurut penyidik, perangkat daerah diduga diarahkan untuk memenangkan perusahaan tertentu, yakni PT Raja Nusantara Berjaya (RNB), yang diketahui terkait dengan keluarga Fadia.

Perusahaan tersebut disebut didirikan bersama suaminya, Mukhtaruddin Ashraff Abu.

Padahal, dalam proses lelang, terdapat perusahaan lain yang menawarkan harga lebih rendah. Namun, perangkat daerah tetap diminta memenangkan perusahaan milik keluarga tersebut.

“Perangkat daerah diarahkan untuk memenangkan perusahaan milik keluarga meskipun ada penawaran yang lebih rendah,” ungkap Asep.

Tak hanya itu, setiap rencana pengadaan disebut harus terlebih dahulu melaporkan harga perkiraan kepada pihak tertentu agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan tersebut.

Abaikan Peringatan Konflik Kepentingan

Dalam prosesnya, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pekalongan sebenarnya telah mengingatkan potensi konflik kepentingan yang muncul dari keterlibatan perusahaan keluarga dalam proyek pemerintah.

Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan. Proyek tetap berjalan dan dimenangkan oleh perusahaan yang terafiliasi dengan keluarga tersangka.

Hal ini memperkuat dugaan adanya penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi dan keluarga.

Nilai Proyek Capai Rp46 Miliar, Uang Mengalir ke Keluarga

KPK mencatat nilai transaksi dari proyek pengadaan outsourcing tersebut mencapai Rp46 miliar dalam kurun waktu 2023 hingga 2026.

Dari jumlah tersebut, sebagian digunakan untuk operasional, termasuk pembayaran gaji tenaga outsourcing. Namun, sebagian lainnya diduga dinikmati oleh pihak keluarga.

Berikut rincian aliran dana yang diungkap KPK:

  • Fadia Arafiq: Rp5,5 miliar

  • Mukhtaruddin Ashraff Abu: Rp1,1 miliar

  • RUL: Rp2,3 miliar

  • MSA: Rp4,6 miliar

  • MHN (anak bupati): Rp2,5 miliar

Total dana yang diduga dinikmati bersama keluarga mencapai sekitar Rp19 miliar.

Pengembangan Kasus Masih Berlanjut

Dengan temuan aliran dana ke keluarga, KPK membuka peluang adanya penambahan pihak yang dimintai keterangan atau bahkan penetapan tersangka baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penyidik saat ini terus mendalami peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan aktif dalam proses pengadaan hingga penerimaan aliran dana.

Kasus ini menjadi sorotan karena tidak hanya melibatkan kepala daerah, tetapi juga menyeret lingkaran keluarga yang diduga turut menikmati hasil dari proyek pemerintah. (aha/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pengakuan Mengejutkan Betrand Peto soal Ruben Onsu, Akui Lebih Pilih Dipukul daripada Didiamkan

Pengakuan Mengejutkan Betrand Peto soal Ruben Onsu, Akui Lebih Pilih Dipukul daripada Didiamkan

​​​​​​​Pengakuan Betrand Peto soal didikan Ruben Onsu jadi sorotan. Onyo akui lebih pilih dipukul daripada didiamkan saat dimarahi, ini alasannya. (15/4/2026)
Terungkap, Alasan KDM Dorong Gen Z untuk Memiliki Rumah Sebelum Menikah: Pesta Jadi Raja Cuma Semalam

Terungkap, Alasan KDM Dorong Gen Z untuk Memiliki Rumah Sebelum Menikah: Pesta Jadi Raja Cuma Semalam

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM mendorong kalangan Gen Z untuk memiliki rumah sebelum menikah daripada menghamburkan uang untuk pesta pernikah
Dedi Mulyadi bakal Sulap Gedung Sate Bandung lebih Menawan, Gubernur Jawa Barat itu Bocorkan Gambarannya

Dedi Mulyadi bakal Sulap Gedung Sate Bandung lebih Menawan, Gubernur Jawa Barat itu Bocorkan Gambarannya

Kabar-kabarnya Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ingin merombak Gedung Sate. Bukan secara sembarangan tapi memiliki alasan khusus nih
Terungkap, Fakta-fakta Mengerikan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

Terungkap, Fakta-fakta Mengerikan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

Baru-baru ini terungkap fakta-fakta mengerikan kasus dugaan pelecehan seksual mahasiswa FH UI. Sontak, hal ini menyedot perhatian hingga komentar publik.
Seusai Bawa Inter Miami Juara, Mascherano Pilih Mundur, Ada Apa?

Seusai Bawa Inter Miami Juara, Mascherano Pilih Mundur, Ada Apa?

Javier Mascherano resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala Inter Miami, klub Major League Soccer (MLS) yang juga diperkuat Lionel Messi.
UMKM Tangsel Bakal Naik Kelas! Strategi Besar Pemkot Ini Jadi Kuncinya

UMKM Tangsel Bakal Naik Kelas! Strategi Besar Pemkot Ini Jadi Kuncinya

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Trending

Terungkap, Fakta-fakta Mengerikan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

Terungkap, Fakta-fakta Mengerikan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

Baru-baru ini terungkap fakta-fakta mengerikan kasus dugaan pelecehan seksual mahasiswa FH UI. Sontak, hal ini menyedot perhatian hingga komentar publik.
Breaking! FIFA Siapkan Play-off Darurat, Indonesia Berpeluang Tampil di Piala Dunia 2026

Breaking! FIFA Siapkan Play-off Darurat, Indonesia Berpeluang Tampil di Piala Dunia 2026

FIFA dikabarkan tengah menyiapkan skenario darurat jelang Piala Dunia FIFA 2026, menyusul kemungkinan mundurnya Iran akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Buntut Pernyataan Pusaran Narkoba, Aboe Bakar Al Habsyi Menangis Minta Maaf ke Warga Madura

Buntut Pernyataan Pusaran Narkoba, Aboe Bakar Al Habsyi Menangis Minta Maaf ke Warga Madura

Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Al-Habsyi, akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka usai pernyataannya soal 'ulama dan pesantren di Madura dalam
Jurnalis ESPN Ungkap Skenario FIFA Jika Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Cek Fakta Timnas Indonesia

Jurnalis ESPN Ungkap Skenario FIFA Jika Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Cek Fakta Timnas Indonesia

Rumor masuknya Timnas Indonesia dalam bursa kandidat play off Piala Dunia 2026 menjadi sorotan tersendiri. Meski peluang tersebut masih bersifat spekulatif, performa di
Baru Semusim, Zhegrova Sudah Diusir Juventus? Besiktas Siap Tampung!

Baru Semusim, Zhegrova Sudah Diusir Juventus? Besiktas Siap Tampung!

Masa depan Edon Zhegrova bersama Juventus kian berada di ujung tanduk. Pemain sayap asal Kosovo itu disebut berpeluang hengkang setelah hanya satu musim, menyusul ketertarikan serius dari klub Turki, Besiktas.
Terungkap, Alasan KDM Dorong Gen Z untuk Memiliki Rumah Sebelum Menikah: Pesta Jadi Raja Cuma Semalam

Terungkap, Alasan KDM Dorong Gen Z untuk Memiliki Rumah Sebelum Menikah: Pesta Jadi Raja Cuma Semalam

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM mendorong kalangan Gen Z untuk memiliki rumah sebelum menikah daripada menghamburkan uang untuk pesta pernikah
Selengkapnya

Viral