News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PSI Tolak Parpol Beli Naming Rights, Kevin Wu Minta Pemprov DKI Cari Sumber PAD Lewat TOD

PSI Jakarta tolak parpol beli naming rights halte, dorong Pemprov DKI tingkatkan PAD lewat pengembangan TOD dan integrasi transportasi publik.
Rabu, 15 April 2026 - 21:50 WIB
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Jakarta, tvOnenews.com - Rencana pemberian hak penamaan atau naming rights halte kepada partai politik menuai kritik. Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta menilai kebijakan tersebut bukan solusi tepat untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), dan meminta pemerintah provinsi mencari alternatif lain yang lebih strategis.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari PSI, Kevin Wu, secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap wacana yang digagas Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, terkait izin bagi partai politik membeli hak penamaan halte.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Kevin, kebutuhan peningkatan PAD memang penting, namun tidak seharusnya ditempuh dengan kebijakan yang berpotensi menimbulkan polemik di ruang publik.

“DKI Jakarta memang membutuhkan tambahan pemasukan, tapi ini bukan satu-satunya cara untuk mendapatkannya,” ujar Kevin, Rabu (15/4/2026).

PSI Dorong Optimalisasi Kawasan TOD

Sebagai alternatif, PSI mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk mengembangkan konsep Transit-Oriented Development (TOD) secara lebih luas. Konsep ini dinilai lebih berkelanjutan dan berdampak langsung terhadap peningkatan penggunaan transportasi publik.

TOD merupakan pendekatan pembangunan kawasan terintegrasi antara transportasi umum dengan fasilitas hunian, perkantoran, dan komersial di sekitarnya. Dengan pengembangan yang tepat, kawasan ini diyakini mampu mendorong mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.

Kevin menilai, integrasi transportasi umum dengan bangunan di sekitar halte dan stasiun masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

“Konsep TOD sudah sering dibahas di lingkungan Pemprov. Tinggal diperluas integrasinya dengan kawasan di sekitar halte dan stasiun,” jelasnya.

Tingkatkan Jumlah Penumpang, Dongkrak Pendapatan

Pengembangan TOD diyakini dapat meningkatkan jumlah pengguna transportasi umum secara signifikan. Dengan meningkatnya jumlah penumpang, pendapatan dari sektor tiket otomatis akan ikut terdongkrak.

Menurut Kevin, pendekatan ini lebih berkelanjutan dibandingkan menjual nama halte kepada pihak tertentu, apalagi partai politik yang berpotensi menimbulkan persepsi politisasi ruang publik.

“Kalau kawasan TOD berkembang, masyarakat akan semakin banyak menggunakan transportasi umum. Ini jelas berdampak langsung pada pendapatan,” ujarnya.

Naming Rights Dinilai Berpotensi Picu Polemik

Rencana pemberian naming rights kepada partai politik dinilai sensitif karena halte merupakan fasilitas publik yang digunakan oleh masyarakat luas. PSI menilai kebijakan ini bisa memicu polemik, terutama jika ruang publik dikaitkan dengan kepentingan politik.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta sebelumnya telah menerapkan kerja sama penamaan halte dengan pihak swasta. Sejumlah halte di ibu kota kini memiliki nama tambahan sebagai bagian dari kerja sama komersial.

Pramono Anung: Naming Rights Tambah Pemasukan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa kebijakan naming rights terbukti mampu memberikan tambahan pemasukan bagi daerah.

Menurutnya, kerja sama penamaan halte memberikan kontribusi dalam bentuk retribusi dan pajak yang masuk ke kas daerah.

“Pemberian nama halte itu memberikan pemasukan, ada retribusi dan pajak yang dibayarkan ke pemerintah,” kata Pramono.

Ia bahkan membuka peluang bagi partai politik untuk ikut serta dalam skema tersebut, selama memenuhi kewajiban pembayaran kepada pemerintah daerah.

PSI Minta Kebijakan Lebih Selektif

Meski demikian, PSI menegaskan bahwa kebijakan terkait ruang publik harus dipertimbangkan secara matang. Kevin Wu menilai Pemprov DKI perlu lebih selektif dalam menentukan sumber pendapatan agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengembangan TOD, peningkatan layanan transportasi, serta optimalisasi aset daerah dinilai menjadi opsi yang lebih aman dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Perdebatan ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara legislatif dan eksekutif terkait strategi peningkatan PAD di Jakarta. Namun, keduanya sepakat bahwa peningkatan pendapatan daerah tetap menjadi prioritas utama dalam mendukung pembangunan ibu kota. (rpi/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Nyaris Kecolongan! Arsenal Beruntung Lolos ke Semifinal Liga Champions

Nyaris Kecolongan! Arsenal Beruntung Lolos ke Semifinal Liga Champions

Arsenal memastikan langkah ke semifinal Liga Champions untuk musim kedua berturut-turut usai menahan imbang Sporting dengan skor 0-0 pada leg kedua, yang membuat mereka unggul agregat 1-0, Kamis (16/4/2026).
Nina Saleha Akui Mentalnya Terganggu Setelah Terima Banyak DM Kasus Kehilangan Bayi di RS yang Sama

Nina Saleha Akui Mentalnya Terganggu Setelah Terima Banyak DM Kasus Kehilangan Bayi di RS yang Sama

​​​​​​​Nina akui mentalnya terganggu usai terima banyak DM soal kasus kehilangan bayi di RS yang sama, trauma makin dalam setelah bayinya nyaris tertukar.
Dedi Mulyadi Larang Anak Jabar Punya Akun Medsos, Aturan Tegas Segera Terbit

Dedi Mulyadi Larang Anak Jabar Punya Akun Medsos, Aturan Tegas Segera Terbit

Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi bergerak cepat merespons kebijakan pusat terkait perlindungan anak di dunia digital. 
RDPU di DPR RI, MAI Soroti Persoalan Sinkronisasi Data

RDPU di DPR RI, MAI Soroti Persoalan Sinkronisasi Data

Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) menyampaikan sejumlah pandangannya ke Komisi IV DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU).
Soal Kasus Pelecehan di Fakultas Hukum UI, DPR Wanti-wanti: Hukum Harus Tegak Lurus Tanpa Lihat Latar Belakang Sosial Pelaku

Soal Kasus Pelecehan di Fakultas Hukum UI, DPR Wanti-wanti: Hukum Harus Tegak Lurus Tanpa Lihat Latar Belakang Sosial Pelaku

Kasus dugaan pelecehan seksual di Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang melibatkan belasan terduga pelaku menuai sorotan tajam. 
Sokong Visi Presiden Prabowo, William Tawarkan Konsep HIPMI 8%

Sokong Visi Presiden Prabowo, William Tawarkan Konsep HIPMI 8%

Bursa calon Ketua Umum (Ketum) BPP HIPMI semakin menarik disimak jelang pelaksanaan Munas ke-XVIII.

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 17 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 17 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 17 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo, ungkap peluang rezeki, keputusan penting, dan kondisi finansial.
Erick Thohir Bongkar Rencana Kompetisi Baru, Sepak Bola Indonesia Makin Panas!

Erick Thohir Bongkar Rencana Kompetisi Baru, Sepak Bola Indonesia Makin Panas!

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan rencana penyelenggaraan kompetisi baru yang bakal mulai digulirkan pada musim 2026/2027.
Megatron Akhirnya Bongkar Fakta Soal Irina Voronkova yang Jadi Mesin Poin Pertamina Enduro

Megatron Akhirnya Bongkar Fakta Soal Irina Voronkova yang Jadi Mesin Poin Pertamina Enduro

Bagi Megatron, kehadiran Irina Voronkova di skuad Jakarta Pertamina Enduro bukan sekadar soal kemampuan mencetak poin. Jika melihat data, dominasi Voronkova nyaris
Legenda Bicara! Max Timisela Yakin Persib Bandung Bisa Ukir Sejarah Baru

Legenda Bicara! Max Timisela Yakin Persib Bandung Bisa Ukir Sejarah Baru

Mantan pemain Persib Bandung periode 1962-1979, Max Timisela, mendoakan klub kebanggaannya itu kembali meraih gelar juara pada Super League 2025/2026 demi mewujudkan hattrick.
Dedi Mulyadi Larang Anak Jabar Punya Akun Medsos, Aturan Tegas Segera Terbit

Dedi Mulyadi Larang Anak Jabar Punya Akun Medsos, Aturan Tegas Segera Terbit

Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi bergerak cepat merespons kebijakan pusat terkait perlindungan anak di dunia digital. 
Menteri HAM Natalius Pigai Angkat Bicara soal Jusuf Kalla Dilaporkan ke Polisi: Tak Ada Manfaatnya, Tempuh Dialog

Menteri HAM Natalius Pigai Angkat Bicara soal Jusuf Kalla Dilaporkan ke Polisi: Tak Ada Manfaatnya, Tempuh Dialog

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai akhirnya angkat bicara perihal Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla yang dilaporkan ke polisi. 
Soal Kasus Pelecehan di Fakultas Hukum UI, DPR Wanti-wanti: Hukum Harus Tegak Lurus Tanpa Lihat Latar Belakang Sosial Pelaku

Soal Kasus Pelecehan di Fakultas Hukum UI, DPR Wanti-wanti: Hukum Harus Tegak Lurus Tanpa Lihat Latar Belakang Sosial Pelaku

Kasus dugaan pelecehan seksual di Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang melibatkan belasan terduga pelaku menuai sorotan tajam. 
Selengkapnya

Viral