Di Tengah Kasus Pelecehan Seksual FH UI Mencuat, Mahasiswa ITB Nyanyikan Lagu ‘Erika’ Diduga Lecehkan Perempuan
- X @IPOOPBASED
tvOnenews.com - Di tengah ramainya kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Kini mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) turut terseret lantaran menyanyikan lagu bermuatan pelecehan seksual.
Telah viral di media sosial, Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) Institut Teknologi Bandung (ITB) menyanyikan lagu berjudul ‘Erika’.
Lagu Erika yang dinyanyikan Orkes Semi Dangdut (OSD) HMT ITB ini menjadi sorotan lantaran terdapat lirik yang dinilai bermuatan pelecehan terhadap perempuan.
Video berdurasi 3 menit 55 detik ini diunggah oleh akun X @IPOOPBASED pada Senin, (13/4/2026).
Dalam video tersebut, tampak suasana meriah yang diramaikan oleh mahasiswa laki-laki dan perempuan berjoget bersama di atas panggung mengikuti irama lagu.
Namun, publik tertuju pada penggalan lirik lagu yang dinilai tidak pantas.
“Erika buka celana… Diam-diam main gila… Sambil bawa botol fanta… Siapa mau boleh coba…” bunyi lirik lagu berjudul ‘Erika’ itu.
- Cepi Kurnia/tvOne
Setelah video tersebut viral di media sosial, Himpunan Mahasiswa Tambang ITB seketika diserbu netizen.
Sebagian besar publik berpendapat bahwa mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi seharusnya mencerminkan nilai-nilai akademis, terlebih sebuah Himpunan Mahasiswa.
Menanggapi ramainya kritik netizen di media sosial, Himpunan Mahasiswa Tambang Institut Teknologi Bandung (HMT-ITB) secara resmi menyampaikan permohonan maaf.
Permohonan maaf itu disampaikan melalui akun instagram resmi HMT-ITB, @yudhabumi yang menyatakan pihaknya menyadari sensitifitas isu pelecehan seksual di ruang publik serta menyampaikan rasa empati khususnya terhadap perempuan.
Selain itu pihaknya juga menjelaskan bahwa Orkes Semi Dangdut HMT-ITB (OSD) merupakan salah satu unit kegiatan yang berdiri sejak tahun 1970-an. Sementara lagu berjudul ‘Erika’ dibuat pada tahun 1980-an.
“Kami menyadari bahwa ini merupakan suatu kelalaian untuk tetap menampilkan lagu tersebut dengan perkembangan norma sosial dan kesusilaan di masyarakat dewasa ini,” tulis HMT-ITB pada akun Instagram @yudhabumi.
Secara tegas, HMT-ITB mengakui bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan.
“HMT-ITB dengan tegas menyatakan bahwa kami tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Unggahan yang kini mendapatkan 9.009 likes dan telah dibagikan oleh 3.241 pengguna Instagram ini menimbulkan beragam reaksi dari netizen.
Sebagian besar mempertanyakan kesadaran dari para mahasiswa tersebut, mengingat lagu ini telah diciptakan sejak lama.
“Kok baru sekarang sadarnya? Kok tunggu viral dulu baru sadar? Masa ego untuk meneruskan ‘tradisi’ lebih tinggi dari urgensi untuk menaikkan standar moral himpunannya,” tulis seorang netizen.
“Dari tahun 1980-2026 nggak pernah sadar kalau itu lagu rusak?” ujar salah satu netizen.
“Kak, aku sebagai perempuan yang baca lirik lagunya ngerasa sakit hati banget lho,” kata netizen lain.
(kmr)
Load more