News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Tegas soal Banjir Bandung: Stop Alih Fungsi Sawah Jadi Perumahan

Gubernur Jawa Barat menegaskan untuk stop alih fungsikan sawah jadi perumahan, demi memutus rantai banjir di Bandung.
Kamis, 16 April 2026 - 16:47 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menegaskan pentingnya langkah tegas dan terstruktur dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda wilayah Bandung Raya. 

Ia menyoroti salah satu akar masalah utama, yakni alih fungsi lahan sawah yang terus berubah menjadi kawasan permukiman tanpa kendali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Dedi, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka siklus banjir tahunan akan sulit diputus. 

Ia menilai, keberadaan lahan sawah selama ini memiliki peran penting sebagai daerah resapan air yang mampu menahan limpahan air saat musim hujan.

Dalam upaya memutus rantai banjir, Dedi menekankan perlunya perubahan kebijakan tata ruang di wilayah Kabupaten Bandung. 

Pesan Penting untuk Warga Jabar, Gubernur Dedi Mulyadi Ingatkan kalau Lahan Sawah Jangan Dibangun Rumah
Pesan Penting untuk Warga Jabar, Gubernur Dedi Mulyadi Ingatkan kalau Lahan Sawah Jangan Dibangun Rumah
Sumber :
  • YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL

Ia menyebut, langkah ini harus menjadi prioritas agar pembangunan tidak lagi mengorbankan fungsi lingkungan.

"Satu, tata ruang Kabupaten Bandung diubah. Yang kedua, sungai-sungainya harus segera dinormalisasi. Yang ketiga, hulu sungainya harus direhabilitasi menjadi lahan hijau," ujar Dedi Mulyadi di Bandung, Rabu (15/4/2026), dikutip dari ANTARA.

Ia juga menambahkan satu poin penting yang tak kalah krusial, yakni menghentikan alih fungsi lahan yang terus terjadi.

"Yang keempat, perubahan lahannya jangan terus terjadi. Sawah terus dibikin bangunan, perumahan, segala macam," katanya menegaskan.

Dedi menjelaskan, langkah-langkah tersebut tidak bisa dijalankan secara parsial. 

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Antara

Menurutnya, seluruh upaya harus dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan agar memberikan dampak jangka panjang.

"Kalau tidak dilakukan, itu tidak bersifat jangka panjang, tidak akan berhasil. Soalnya, berikutnya adalah rumah-rumah di bantaran sungainya harus dialihkan," lanjutnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penataan kawasan bantaran sungai juga menjadi bagian penting dalam strategi penanggulangan banjir. 

Relokasi permukiman di daerah rawan dinilai perlu dilakukan demi mengembalikan fungsi alami sungai sebagai jalur aliran air.

Meski demikian, Dedi tidak secara rinci membahas kelanjutan kebijakan moratorium izin pembangunan perumahan yang sebelumnya sempat diberlakukan di Jawa Barat, khususnya di kawasan Bandung Raya. 

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat
Sumber :
  • YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL

Kebijakan tersebut diketahui bertujuan untuk mengendalikan pembangunan sekaligus meminimalisir potensi bencana, termasuk banjir dan longsor.

Sejumlah pihak menilai, langkah penghentian alih fungsi lahan sawah menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah perkotaan yang terus berkembang. 

Tanpa pengendalian yang ketat, pembangunan yang masif justru berpotensi memperparah risiko bencana di masa mendatang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan pernyataan tegas ini, Dedi Mulyadi kembali mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pengembang, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. 

Ia berharap, kebijakan yang diambil ke depan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga keberlanjutan lingkungan demi keselamatan bersama. (gwn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemerintah Finalisasi Aturan Baru Tax Holiday, Skema Pajak Minimum Global Jadi Kunci

Pemerintah Finalisasi Aturan Baru Tax Holiday, Skema Pajak Minimum Global Jadi Kunci

Pemerintah Finalisasi Aturan Baru Tax Holiday, Skema Pajak Minimum Global Jadi Kunci
Timnas Indonesia U-17 Tumbang di Piala AFF U-17 2026, Disindir Akun Malaysia: “Selamanya Ditaklukkan Malaysia!

Timnas Indonesia U-17 Tumbang di Piala AFF U-17 2026, Disindir Akun Malaysia: “Selamanya Ditaklukkan Malaysia!

Kekalahan Timnas Indonesia U-17 0-1 dari Malaysia menjadi pukulan ganda bagi skuad Garuda Muda yang tampil sebagai tuan rumah. Akun football Malaysia menyindir
Dongkrak Insentif Pajak! Pemerintah Genjot Industri Padat Karya, PPh 21 Ditanggung Negara Sepanjang 2026

Dongkrak Insentif Pajak! Pemerintah Genjot Industri Padat Karya, PPh 21 Ditanggung Negara Sepanjang 2026

Pemerintah tancap gas mengamankan sektor padat karya di tengah tekanan global dengan menggelontorkan insentif pajak besar-besaran.
Nina yang Bayinya Nyaris Tertukar di RS Hasan Sadikin Bandung Ungkap Banyak Kejanggalan, Akhirnya Hal ini Dibuka

Nina yang Bayinya Nyaris Tertukar di RS Hasan Sadikin Bandung Ungkap Banyak Kejanggalan, Akhirnya Hal ini Dibuka

Kisah Nina viral usai bayinya nyaris tertukar di RS Hasan Sadikin Bandung. Ia ungkap banyak kejanggalan dan tuntut CCTV demi mengungkap kebenaran kasus.
Industri Jatim Tertekan Gejolak Global, Emil Dardak: Sektor Plastik Paling Terdampak, Harga Melonjak Tajam

Industri Jatim Tertekan Gejolak Global, Emil Dardak: Sektor Plastik Paling Terdampak, Harga Melonjak Tajam

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengungkapkan, industri plastik menjadi sektor yang paling terpukul akibat lonjakan harga bahan baku yang dipicu gangguan rantai pasok energi dunia.
Restitusi Pajak Dipercepat, Skema Baru Berlaku 1 Mei, DJP Janjikan Lebih Tepat Sasaran

Restitusi Pajak Dipercepat, Skema Baru Berlaku 1 Mei, DJP Janjikan Lebih Tepat Sasaran

Pemerintah bersiap merombak skema pengembalian kelebihan bayar pajak (restitusi) dengan pendekatan baru yang lebih cepat dan selektif. Kebijakan ini ditargetkan mulai berlaku pada 1 Mei 2026 di bawah arahan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Kamis 16 April: Gresik Phonska Berpeluang Tikung Megawati Hangestri Cs Untuk Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Kamis 16 April: Gresik Phonska Berpeluang Tikung Megawati Hangestri Cs Untuk Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026 pada 16 April, di mana Gresik Phonska Pupuk Plus Indonesia hari ini berpeluang menikung Megawati Hangestri dan skuad Jakarta Pertamina Enduro untuk lolos ke babak grand final.
Dua Kali Dipecat pada 2025, Shin Tae-yong Buka Peluang Latih Klub Super League: Saya Punya Dua Tawaran

Dua Kali Dipecat pada 2025, Shin Tae-yong Buka Peluang Latih Klub Super League: Saya Punya Dua Tawaran

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengaku tetap terbuka menerima tawaran melatih, termasuk dari klub Liga Indonesia, setelah dua kali dipecat.
Timnas Indonesia hingga Italia Nantikan Playoff Darurat, Presiden FIFA Minta Iran Tetap Bermain di Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia hingga Italia Nantikan Playoff Darurat, Presiden FIFA Minta Iran Tetap Bermain di Piala Dunia 2026

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengharapkan Iran tetap mengikuti Piala Dunia 2026. Isu pencoretan Iran memunculkan potensi playoff darurat yang bisa diikuti oleh Timnas Indonesia hingga Italia.
Hitung-hitungan Jakarta Electric PLN Lolos ke Grand Final Proliga 2026: Peluangnya Kecil

Hitung-hitungan Jakarta Electric PLN Lolos ke Grand Final Proliga 2026: Peluangnya Kecil

Menilik hitung-hitungan tim voli putri Jakarta Electric PLN lolos ke babak grand final Proliga 2026. Ersandrina Devega dkk masih punya asa, namun peluangnya kecil.
Tanpa Megawati Hangestri dan Kim Yeon-koung, KOVO Catat Rekor Jumlah Penonton di Liga Voli Korea 2025-2026

Tanpa Megawati Hangestri dan Kim Yeon-koung, KOVO Catat Rekor Jumlah Penonton di Liga Voli Korea 2025-2026

Meski tak diramaikan oleh Megawati Hangestri hingga Kim Yeon-koung, namun nyatanya ajang Liga Voli Korea 2025-2026 telah mencatatkan rekor jumlah penonton.
16 Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Cuma Diskors, UI: Bukan Sanksi Akhir

16 Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Cuma Diskors, UI: Bukan Sanksi Akhir

Kampus menyebut kebijakan tersebut murni langkah administratif agar proses pemeriksaan berjalan maksimal.
Kelangkaan BBM di Sejumlah Desa Pacitan, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga

Kelangkaan BBM di Sejumlah Desa Pacitan, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga

Kondisi perekonomian masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Pacitan semakin dirasakan sulit. Setelah lebih dari sepekan, BBM jenis Pertalite mengalami kelangkaan.
Selengkapnya

Viral