News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Golkar Berduka, Ketua DPD Maluku Tenggara Tewas Ditikam, Konflik Nus Kei dengan Jhon Kei di Masa Lalu Jadi Sorotan

Partai Golkar berduka. Pasalnya seroang kadernya yang merupakan Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora atau akrab disapa Nus Kei tewas usai ditikam
Minggu, 19 April 2026 - 20:17 WIB
Golkar Berduka, Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam, Konflik Nus Kei dengan Jhon Kei di Masa Lalu Jadi Sorotan Publik
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Partai Golkar berduka. Pasalnya, seroang kadernya yang merupakan Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau akrab disapa Nus Kei tewas usai ditikam oleh orang tak dikenal (OTK) saat berada di Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, pada Minggu (19/4/2026).

Insiden itu langsung menyedot perhatian publik hingga komentar dari elite politik Golkar. Bahkan, tak sedikit publik menyinggung terkait perseteruan Nus Kei dengan Jhon Kei di masa lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk diketahui, Nus Kei merupakan kerabat dari John Kei. Hubungan Nus Kei dan John Kei merupakan paman dan keponakan. Akan tetapi, keduanya pernah berseteru di masa lalu.

Konflik antara John Refra dan Agrapinus Rumatora tersebut memuncak pada tahun 2020 silam akibat hasil pembagian tanah di Kota Ambon, Maluku. 

Pemicu konflik tersebut ketidakpuasan John Kei terkait pembagian uang hasil penjualan tanah yang diurus Nus Kei.

Konflik tersebut dari urusan tanah, rumah Nus Kei di Green Lake City, Tangerang dan Duri Kosambi, Jakarta Barat. Saat persidangan di PN Jakarta Barat, Jalan Letjen S Parman, Rabu (24/2/2021). 

Nus Kei jelaskan penyerangan terhadap anak buahnya, Erwin dan Frengky, terjadi sekitar pukul 12.00 WIB pada Minggu 21 Juni 2020 di Duri Kosambi, Jakarta Barat.

Mendengar kabar itu, Nus Kei bergegas menuju lokasi kejadian dari rumahnya di Green Lake City, Tangerang, menaiki mobilnya bersama 4 orang. 

Sesampai di sana, Nus Kei melihat Erwin sudah tergeletak di tengah jalan dengan luka bacok. 

Saat itu Nus Kei mengaku tidak melihat saksi Frengky. Dia kemudian bergegas mengantar Erwin ke rumah sakit. Ketika berada di rumah sakit, Nus Kei mendapat kabar dari anaknya bahwa rumahnya sudah diserang.

Nus Kei langsung memastikan kondisi keluarganya setiba di rumah. Dia membeberkan rumahnya sudah dalam kondisi rusak.

"Semuanya hancur, lantai 1 di bawah semua rusak, semua barang rusak," jelas Nus Kei di persidangan.

"Istri anak?" tanya hakim ketua Yulisar.

"Mereka lari," jawab Nus Kei.

Selain menyerang rumah Nus Kei kelompok John Kei juga melakukan aksi pembunuhan terhadap anggota Nus Kei bernama Yustus Corwing Rahakbau.

Untuk diketahui, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei adalah bagian dari kelompok John Kei dalam peristiwa Blowfish pada April tahun 2010 silam.

Saat insiden Blowfish, Nus Kei diceritakan menjadi korban pemukulan. Nus Kei Ketika itu datang ke blowfish setelah satu hari sebelumnya terjadi keributan di lokasi tersebut.

Setelah Nus Kei datang ke Blowfish, dia justru menjadi korban pemukulan oleh beberapa orang. Nus Kei dipukuli setelah sempat bertemu kepala security blowfish bernama Roy.

Aksi pemukulan terhadap Nus Kei itu kemudian berkembang menjadi keributan besar di dalam tempat hiburan tersebut yang akhirnya menewaskan dua anggota kelompok John Kei. 

Saat itu diketahui memang ada beberapa orang dari kubu lawan John Kei yang telah bersiap ketika tahu Nus Kei tiba bersama orang-orangnya. 

Usai keributan itu, empat orang dari kubu lawan kelompok John Kei menjadi tersangka dan disidangkan. Keempat orang itu adalah Kanor Lolo, Bernadus Malelak, David Too, dan Rando Lili.

Keributan di Blowfish itu sebenarnya dipicu oleh John Kei yang tengah berebut lahan bisnis dengan Thalib Makarim, seorang tokoh dari kelompok lain. 

Disebutkan bahwa bisnis yang tengah diperebutkan pada waktu itu adalah jasa keamanan, dan bisnis memasok keperluan pub serta restoran, seperti minuman keras.

Persidangan kasus Blowfish di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan juga sempat rusuh. Dua kelompok massa saling menyerang di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, sekitar pukul 13.15 WIB pada 29 September 2010.

Akibat kerusuhan tersebut, empat orang dikabarkan tewas dan belasan lainnya terluka. Salah satu korban luka adalah Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Gatot Eddy.

Keributan bermula sesaat seusai sidang kasus Susno Duadji, massa pendukung korban kasus kerusuhan Blowfish meninggalkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk makan siang di sekitar lingkungan Pengadilan Negeri. 

Massa tersebut makan siang di sebuah rumah makan padang yang tidak jauh dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Tiga Kopaja 608 dari arah Ragunan mendatangi massa pendukung korban tersebut. 

Bahkan sempat terjadi adu mulut, sebelum pecah kerusuhan lebih besar yang dipicu penembakan terhadap salah seorang massa pendukung korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian kerusuhan lebih besar terjadi. Massa kedua kubu menggunakan senjata tajam, seperti golok. Sempat terjadi juga beberapa kali tembakan yang dilepaskan massa pendukung terdakwa ke arah massa pendukung korban.

Bentrokan selesai setelah polisi menerjunkan kurang lebih 500 personel, dari Polres dan Polda. Kemudian, massa kedua kubu pendukung membubarkan diri. (aag) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

100 Hari Kerja, Kepala BGN Paparkan "Transformasi MBG 2.0" hingga Ajak Publik Terlibat

100 Hari Kerja, Kepala BGN Paparkan "Transformasi MBG 2.0" hingga Ajak Publik Terlibat

Kepala BGN Sudaryono memaparkan “Transformasi MBG 2.0” di 100 hari kerjanya. Dia memastikan permasalahan yang ditemukan di era sebelumnya dibenahi di MBG 2.0 ini.
Timnas Indonesia U-15 Jadi Tim Terbaik ASEAN di Fase Kompetisi Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA, Malaysia Langsung Tergelincir

Timnas Indonesia U-15 Jadi Tim Terbaik ASEAN di Fase Kompetisi Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA, Malaysia Langsung Tergelincir

Pada fase kompetisi, setiap tim termasuk tim perwakilan ASEAN di dalam fase grup bergabung dengan tier sesuai dengan posisi akhir klasemen fase grup Piala Dunia dan Festival U-15 2026.
Ole Romeny Cedera, Rafael Struick Bicara soal Kans Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia

Ole Romeny Cedera, Rafael Struick Bicara soal Kans Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia

Striker Timnas Indonesia, Rafael Struick, berbicara soal kembali ke skuad Garuda. John Herdman pun berpotensi tidak bisa mengandalkan Ole Romeny untuk bulan depan.
Kepala BGN Tidak Tutup Mata soal Adanya Permasalahan MBG di Era Sebelumnya, Singgung soal Yayasan Calo

Kepala BGN Tidak Tutup Mata soal Adanya Permasalahan MBG di Era Sebelumnya, Singgung soal Yayasan Calo

Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya tidak menutup mata soal adanya permasalahan MBG di era sebelumnya. Di 100 hari ini, Sudaryono meyakini istilah trust is good but control is better.
Tak Perlu Lagi Ribet Urus Izin, Bahlil Siapkan Terobosan Besar untuk Industri Migas RI

Tak Perlu Lagi Ribet Urus Izin, Bahlil Siapkan Terobosan Besar untuk Industri Migas RI

Pemerintah menyiapkan perubahan besar dalam tata kelola sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) melalui RUU Migas. Kini, tak perlu lagi ribet urus izin.
Kabakom: Ekonomi Tumbuh dan Gaji Buruh Naik dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

Kabakom: Ekonomi Tumbuh dan Gaji Buruh Naik dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

Menurut Kabakom, capaian dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka terlihat dalam pertumbuhan ekonomi beserta kenaikan gaji buruh.

Trending

Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Situasi Timur Tengah yang belum stabil mengancam agenda FIFA Matchday November 2026. Erick Thohir membuka opsi negara dan lawan pengganti bagi Timnas Indonesia.
Jadwal Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA: Tampil di Perempat Final Tier C, Berpeluang Lawan Prancis

Jadwal Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA: Tampil di Perempat Final Tier C, Berpeluang Lawan Prancis

Usai dua hasil positif di babak 32 dan 16 besar Tier C, Timnas Indonesia U-15 akan tampil di babak perempat final untuk memperebutkan peringkat 65-72 dunia di babak semifinal Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026.
Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Nasib nahas menimpa ART asal Banten, SR. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan usai dibuang majikannya di pinggir jalan, Selangor, Malaysia, pada 16 Oktober.
Kepala BGN: Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Karena Tidak Memenuhi Syarat Higienis dan Sanitasi

Kepala BGN: Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Karena Tidak Memenuhi Syarat Higienis dan Sanitasi

Kepala BGN Sudaryono mengatakan lebih dari 2.000 dapur MBG ditutup karena tidak memenuhi syarat higienis dan sanitasi. Menurut dia, dapur yang memiliki sertifikat terkait higienis dan sanitasi saja belum tentu layak apalagi dapur yang tidak punya.
Ketua RT Bongkar Sosok DBM Sebelum Kasus Mutilasi Ibu dan Anak Terungkap di Madiun

Ketua RT Bongkar Sosok DBM Sebelum Kasus Mutilasi Ibu dan Anak Terungkap di Madiun

Ketua RT di Jalan Kunir, Kota Madiun, Bibit, ungkap keseharian Dwi Bagus Martono (DBM), tersangka mutilasi istri siri dan anaknya. DBM dikenal sebagai sosok.
Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Kelurahan Kembangan Selatan tengah menggalakkan gerakan sadar lingkungan dengan cara yang unik. 
Dibuang ke Hutan dengan Luka Bakar 50 Persen, Begini Kondisi Memilukan ART Banten yang Disiksa Majikan di Malaysia

Dibuang ke Hutan dengan Luka Bakar 50 Persen, Begini Kondisi Memilukan ART Banten yang Disiksa Majikan di Malaysia

Nasib tragis menimpa perempuan inisial SR (22), seorang asisten rumah tangga (ART) asal Banten yang menjadi korban penyiksaan keji oleh majikannya di Malaysia. 
Selengkapnya

Viral