Jadi Menteri di Tengah Reshuffle Kabinet, Jumhur Hidayat Tetap Turun ke Jalan Pimpin Konvoi Buruh 1 Mei
- tim tvOne - Asben Bennef
Ia menyebut, saat ini pemerintah tengah menyiapkan langkah konkret seperti pembentukan Satuan Tugas Mitigasi PHK melalui Keputusan Presiden.
Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa ia tetap ingin hadir langsung di tengah massa buruh, meski telah menjadi bagian dari kabinet hasil reshuffle kabinet.
Soroti Isu Outsourcing dan Kesejahteraan Buruh
Selain itu, Jumhur juga menegaskan bahwa isu ketenagakerjaan tetap menjadi perhatiannya. Ia menyoroti pentingnya pengetatan regulasi tenaga alih daya atau outsourcing.
Menurutnya, perbaikan sistem ketenagakerjaan harus menjadi prioritas agar tercipta keadilan bagi pekerja di Indonesia.
Dengan posisi barunya sebagai menteri melalui reshuffle kabinet, Jumhur diharapkan mampu menjembatani kepentingan buruh dan pemerintah.
Fokus Baru: Sampah dan Isu Lingkungan Global
Di sisi lain, sebagai Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur mengakui bahwa tanggung jawabnya kini semakin besar. Ia menyebut persoalan sampah sebagai isu utama yang harus segera ditangani.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya mengikuti perkembangan kesepakatan lingkungan internasional secara bertahap.
“Menteri LH banyak tugas, yang paling di depan mata soal sampah, dan kita harus mengikuti isu global,” ujarnya.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tetap aktif dalam gerakan buruh pasca reshuffle kabinet, Jumhur juga mulai mengarahkan fokus pada isu lingkungan yang menjadi mandat barunya.
Simbol Baru dalam Dinamika Reshuffle Kabinet
Kehadiran Jumhur dalam kabinet hasil reshuffle kabinet sekaligus menjadi simbol pertemuan antara gerakan sosial dan kekuasaan.
Di satu sisi, ia kini berada di dalam sistem pemerintahan. Di sisi lain, ia tetap mempertahankan perannya sebagai representasi suara buruh.
Langkahnya memimpin langsung konvoi puluhan ribu buruh pada May Day 2026 menjadi penegasan bahwa reshuffle kabinet tidak selalu mengubah identitas seorang tokoh.
Justru, dalam kasus Jumhur, reshuffle kabinet menjadi jembatan baru untuk membawa aspirasi buruh lebih dekat ke pusat pengambilan kebijakan. (nsp)
Load more