News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemerintah Berencana Sertifikasi Aktivis HAM Lewat Asesor, Amnesty Desak Batalkan: Mirip Orde Baru

Rencana Kementerian HAM RI membentuk tim asesor untuk menentukan status pembela HAM menuai kritik dari berbagai pihak. Amnesty menilai kebijakan itu berbahaya.
Kamis, 30 April 2026 - 19:26 WIB
Ilustrasi HAM
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Rencana Kementerian HAM RI membentuk tim asesor untuk menentukan status pembela HAM menuai kritik dari berbagai pihak.

Amnesty International Indonesia menilai kebijakan itu bukan sekadar keliru, tapi berbahaya bagi ruang sipil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Deputi Direktur Amnesty International Indonesia, Wirya Adiwena, menegaskan negara tidak punya kewenangan menentukan siapa yang layak disebut aktivis HAM.

“Rencana ini adalah langkah mundur yang berbahaya dan mencederai prinsip dasar hak asasi manusia. Negara tidak memiliki legitimasi moral maupun hukum untuk menentukan siapa yang boleh atau tidak boleh disebut sebagai pembela HAM. Ketika pemerintah mengambil alih sepihak kewenangan ini, yang terjadi bukanlah perlindungan melainkan penguasaan dan monopoli ruang sipil,” ucap Wirya, Kamis (30/4/2026).

Ia bahkan menyebut gagasan tersebut mengingatkan pada praktik lama di era Orde Baru.

“Rencana kebijakan Menteri HAM ini mirip dengan semangat program skrining atau penelitian khusus (Litsus) pada masa Orde Baru yang bertujuan menyeleksi warga negara yang tidak sejalan dengan kepentingan penguasa,” lanjutnya.

Menurut Amnesty, kebijakan itu juga bermasalah secara hukum karena bertentangan dengan standar internasional, termasuk Deklarasi PBB tentang Pembela HAM.

Dalam prinsip tersebut, siapa pun berhak menjadi pembela HAM selama memperjuangkan hak secara damai tanpa perlu pengakuan administratif dari negara.

Wirya menilai pendekatan pemerintah justru keliru arah. Negara, kata dia, seharusnya melindungi, bukan memberi label apalagi mencabut status aktivis.

Ia juga mengkritik pandangan yang menyebut aktivis tidak boleh bekerja secara profesional atau menerima bayaran.

“Selain itu, mendiskualifikasi individu yang bekerja secara professional sebagai pembela HAM hanya karena mereka menerima upah, seperti yang diutarakan Menteri HAM, adalah pemahaman yang sempit dan menyesatkan,” tegasnya.

Menurutnya, jurnalis, advokat, hingga pendamping korban bisa tetap berperan sebagai pembela HAM meski bekerja secara profesional.

Amnesty memperingatkan, jika rencana ini dijalankan, tim asesor berpotensi menjadi alat represi administratif.

Aktivis yang kritis terhadap pemerintah bisa saja tidak diakui, sehingga kehilangan perlindungan dan makin rentan dikriminalisasi.

“Jika terlaksana, tim asesor ini tentu akan menjadi alat represi secara administratif. Aktivis yang mengkritik pemerintah berpotensi tidak diakui sebagai pembela HAM, sehingga kehilangan perlindungan dan menjadi lebih rentan terhadap kriminalisasi, intimidasi, dan kekerasan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi konflik kepentingan, mengingat dalam banyak kasus pelanggaran HAM justru melibatkan aparat negara.

Karena itu, Amnesty mendesak pemerintah membatalkan rencana tersebut dan fokus pada persoalan utama.

“Kementerian HAM harus membatalkan rencana ini. Daripada menciptakan kebijakan restriktif yang mengekang pembela HAM, Kementerian HAM seharusnya berfokus pada akar masalah, yaitu menghentikan praktik pelanggaran HAM oleh aparat negara, memastikan akuntabilitas, dan menjamin ruang aman bagi setiap warga negara untuk bersuara, berkumpul, dan mengawasi jalannya pemerintahan," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri HAM Natalius Pigai menyatakan pemerintah tengah menyiapkan tim asesor lintas sektor untuk menilai status aktivis HAM. Tim ini disebut akan menentukan apakah seseorang layak disebut pembela HAM atau tidak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam skema itu, individu yang bekerja sebagai aktivis dengan menerima bayaran disebut tidak akan dikategorikan sebagai pembela HAM.

Pemerintah beralasan, perlindungan hanya diberikan kepada pihak yang dianggap membela kepentingan publik tanpa kepentingan pribadi atau komersial. (rpi/iwh)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hilirisasi Tembaga dan Emas Dorong Penguatan Industri Nasional

Hilirisasi Tembaga dan Emas Dorong Penguatan Industri Nasional

Penguatan program hilirisasi tembaga dan emas di Indonesia terus berlanjut melalui pendekatan yang menyatukan proses dari sektor hulu hingga hilir. 
Remontada dari Bhayangkara FC, Kapten Tim Persib Ungkap Kondisi Ruang Ganti Maung Bandung saat Turun Minum

Remontada dari Bhayangkara FC, Kapten Tim Persib Ungkap Kondisi Ruang Ganti Maung Bandung saat Turun Minum

Persib memulai laga dengan lambat dan kebobolan dua gol pada babak pertama di laga pekan ke-30 Super League 2025/2026.
5 Wajah Baru Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia, Siap Debut di ASEAN Championship 2026

5 Wajah Baru Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia, Siap Debut di ASEAN Championship 2026

John Herdman panggil 5 pemain debutan ke Timnas Indonesia untuk ASEAN Championship 2026. Siapa saja mereka dan bagaimana peluangnya? Ini daftar lengkapnya!
Loyalitas Egy Maulana Vikri, Catatkan 100 Laga Bersama Dewa United

Loyalitas Egy Maulana Vikri, Catatkan 100 Laga Bersama Dewa United

Momen spesial tersebut terjadi saat Egy tampil dalam laga kontra Persijap Jepara pada pekan ke-30 Super League 2025-2026 di Banten International Stadium, Serang, Rabu (29/4/2026). 
Mandek di Babak Pertama, Bojan Hodak Ungkap Kunci Sukses Remontada di Markas Bhayangkara FC

Mandek di Babak Pertama, Bojan Hodak Ungkap Kunci Sukses Remontada di Markas Bhayangkara FC

Tiga poin diraih Persib Bandung lewat keunggulan 4-2 Bhayangkara FC Mandek di Babak Pertama, Bojan Hodak Ungkap Kunci Sukses Remontada di Markas Bhayangkara FCdi Stadion Sumpah Pemuda PKOR, Bandar Lampung, Kamis (30/4/2026) malam.
Kata-kata Pertama Shin Tae-yong usai Resmi Ditunjuk Jadi Penasihat Teknik Timnas Indonesia Football 7, Singgung Fisik dan Mental

Kata-kata Pertama Shin Tae-yong usai Resmi Ditunjuk Jadi Penasihat Teknik Timnas Indonesia Football 7, Singgung Fisik dan Mental

Shin Tae-yong resmi jadi penasihat teknik F7 Indonesia, siap transfer ilmu, benahi fisik dan mental pemain, serta bidik prestasi di Intercontinental Cup 2026.

Trending

Rizky Ridho Siap Tinggalkan Persija? Sinyal Kuat Abroad Pemain Timnas Indonesia

Rizky Ridho Siap Tinggalkan Persija? Sinyal Kuat Abroad Pemain Timnas Indonesia

Jika benar hengkang dari Persija Jakarta, ada beberapa opsi menarik yang bisa dipilih Rizky Ridho untuk abroad. Salah satunya adalah FCV Dender di Liga Belgia
Reaksi Berkelas Mathew Baker usai Timnas Indonesia U-17 Kalah dari Arab Saudi Jelang Piala Asia U-17 2026

Reaksi Berkelas Mathew Baker usai Timnas Indonesia U-17 Kalah dari Arab Saudi Jelang Piala Asia U-17 2026

Mathew Baker memberikan reaksi berkelas seiring dengan kekalahan Timnas Indonesia U-17 dari Arab Saudi. Ini menjadi modal buruk jelang Piala Asia U-17 2026.
Tok! Megawati Hangestri Masuk Roster Hyundai Hillstate: Fantatis, Segini Gajinya di Liga Voli Korea Musim 2026/2027

Tok! Megawati Hangestri Masuk Roster Hyundai Hillstate: Fantatis, Segini Gajinya di Liga Voli Korea Musim 2026/2027

Berdasarkan data dari Volleybox per 30 April 2026, nama Megawati Hangestri sudah tercantum dalam daftar tujuh pemain Hyundai E&C Hillstate untuk musim baru. 
Vanja Bukilic Resmi Berpisah dengan Il Bisonte Firenze, Sahabat Megawati Siap Comeback di Liga Voli Korea

Vanja Bukilic Resmi Berpisah dengan Il Bisonte Firenze, Sahabat Megawati Siap Comeback di Liga Voli Korea

Vanja Bukilic resmi berpisah dengan Il Bisonte Firenze. Setelah ini mantan tandem Megawati Hangestri itu bakal mempersiapkan diri untuk comeback di Liga Voli Korea 2026-2027.
Tolak Bela Timnas Indonesia, Winger Berdarah Surabaya Rp86 Miliar Kini Jadi Rebutan Ajax dan Klub Elite Inggris

Tolak Bela Timnas Indonesia, Winger Berdarah Surabaya Rp86 Miliar Kini Jadi Rebutan Ajax dan Klub Elite Inggris

Nama Million Manhoef kembali mencuri perhatian. Winger yang pernah tolak bela Timnas Indonesia itu kini jadi buruan klub Eropa, termasuk raksasa Belanda, Ajax.
Al Nassr Tekuk Al Ahli 2-0, Cristiano Ronaldo Cetak Gol Lagi dan Kian Dekat dengan Rekor 1.000 Gol

Al Nassr Tekuk Al Ahli 2-0, Cristiano Ronaldo Cetak Gol Lagi dan Kian Dekat dengan Rekor 1.000 Gol

Dalam laga bertajuk big match yang digelar pada Kamis (30/4/2026) dini hari WIB, Al Nassr sukses mengamankan kemenangan krusial 2-0 atas rival mereka, Al Ahli.
John Herdman Coret Anak Emas Shin Tae-yong Jelang Piala AFF 2026, Bung Ropan: Jangan Salah, Mereka Dicoret Karena ini!

John Herdman Coret Anak Emas Shin Tae-yong Jelang Piala AFF 2026, Bung Ropan: Jangan Salah, Mereka Dicoret Karena ini!

John Herdman mencoret sejumlah pemain yang selama ini identik sebagai “anak emas” era Shin Tae-yong jelang Piala AFF 2026. Bung Ropan memberikan analisis
Selengkapnya

Viral