Gubernur KDM Soroti Terdakwa Bantah Bunuh Sekeluarga di Indramayu, Keluarga Korban: Kami Yakin Pelakunya Mereka
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Indramayu, tvOnenews.com - Kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu pada akhir Agustus 2025, kembali mendapat perhatian dari Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
KDM menyoroti babak baru kasus pembunuhan menewaskan lima anggota keluarga Haji Sahroni. Belakangan ini, rekaman terdakwa, Ririn Rifanto membantah sebagai pelaku kasus pembunuhan sekeluarga di Indramayu tersebut viral di media sosial.
KDM memutuskan untuk menemui perwakilan keluarga korban dan diunggah melalui kanal YouTube miliknya pada Minggu (3/5/2026). Di momen ini, keluarga korban menyikapi bantahan dilontarkan Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan.
Keluarga korban diwakili ibu kandung almarhumah Euis (istri Budi Awaludin anak Haji Sahroni) memberikan pernyataannya. Keluarga meyakini kedua terdakwa adalah sosok pelaku pembunuhannya.
"Kami yakin pelakunya adalah mereka (terdakwa)," ujar Rohaemah, perwakilan keluarga korban dikutip tvOnenews.com, Selasa (5/5/2026).
Kenapa Keluarga Haji Sahroni Yakin 2 Terdakwa Jadi Pelaku Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu?
- Tangkapan layar tvOne
Kepada Dedi Mulyadi, Rohaemah menjelaskan beberapa alasan keyakinan pihak keluarga menyasar pada Ririn dan Priyo. Pertama, hal ini didasari dengan adanya bukti rekaman CCTV.
Rohaemah alias Ema menuturkan kondisi sebelum peristiwa pembunuhan tersebut. Berdasarkan hasil dari CCTV, kedua terdakwa masih terekam beraktivitas di dekat kediaman korban.
"Ada bukti CCTV yang menunjukkan mereka bolak-balik di lokasi, bahkan terekam saat membeli kopi dan rokok di warung dekat rumah korban waktu hari Jumat dan Sabtu," terangnya.
Ia menambahkan, saat itu kedua terdakwa juga masih tidur di rumah korban yang terletak di Paoman, Indramayu.
Tanggapi Isu Pelaku Berjumlah 4 Orang
Lebih lanjut, ia menyoroti siasat yang dibangun terdakwah. Mereka membantah sebagai pelaku seusai persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu.
Berdasarkan dari narasi yang dibangun terdakwa di media sosial, pelaku pembunuhan sebenarnya berjumlah empat orang. Beberapa di antaranya berinisial J, AY, H, dan Y.
Menurutnya, upaya tersebut hanya bagian dari memutarbalikkan fakta. Ia menganggap pengakuan itu sebagai alibi kosong untuk mengaburkan fakta hukum.
"Dia membantah, katanya bukan saya pelakunya. Tapi, saya melihat mayatnya, dan saya yakin cuam dua itu pelakunya. Sekarang mereka cuma memutar balikkan fakta orang lain," bebernya.
Perwakilan keluarga korban lainnya, Tety Setiawati turut menyoroti dugaan gelagat terdakwa. Ririn dan Priyo diduga menguasai harta milik korban.
Tety menjelaskan, rekaman CCTV menunjukkan terdakwa mengambil uang milik korban di sebuah kantor perbankan. Ironisnya, hal itu terjadi menggunakan identitas milik Budi Awaludin (45).
"Dia ngambil dana yang ada di CCTV ambil uang di briling, uang DANA dari akun mas Budi diambil juga. HP-nya, dompetnya, semuanya sudah diambil pakai KTP dia," terang Tety.
Ia pun menegaskan jika mereka tidak terlibat, seharusnya menambahkan sejak awal mengisi laporan dalam BAP bahwa, kedua terdakwa bukan pembunuh keluarga Haji Sahroni.
Pandangan KDM soal Pelaku Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
KDM sudah mengetahui awal mula kasus pembunuhan ini. Sebab, lima jasad ditemukan terkubur mengenaskan dalam satu lubang di belakang rumah korban di Kelurahan Paoman, Indramayu, Senin (1/9/2025).
Adapun lima jasad tersebut tergabung dalam satu keluarga. Mereka bernama Haji Sahroni (70), Budi Awaludin (45), Euis (37), Ratu (7), dan bayi berusia 8 bulan.
Kasus pembunuhan ini hampir membuat Evan, mantan pegawai toko sembako milik Budi Awaludin sebagai korban. Pasalnya, pemuda itu sempat dikambinghitamkan oleh pelaku.
Dedi Mulyadi pun mengetahui langsung dari cerita Evan. Menurutnya, pelaku dikenal sebagai sosok yang sangat manipulatif.
Ia menjelaskan, pelaku berusaha membuat rekayasa alibinya melalui pesan singkat (WA) milik ponsel korban. Pelaku seolah bikin siasat agar Evan terlibat lantaran menjual sejumlah kendaraan milik Budi.
"Kasus ini harus dikawal agar transparan. Pelaku asli sangat pintar merekayasa keadaan, seperti yang hampir menumbalkan Evan dulu bahwa asumsi masyarakat sudah beranggapan pelakunya Evan," ucap Dedi Mulyadi.
KDM tidak ingin gegabah menyikapi penetapan siapa pelakunya. Gubernur Jabar itu menyerahkan seluruh proses penyelesaiannya kepada pihak yang berwenang agar kasus ini cepat selesai.
"Namun, fakta-fakta hukum yang diuji di pengadilan, seperti CCTV dan keterangan saksi, harus menjadi acuan utama bagi hakim untuk mengambil keputusan yang seadil-adilnya," tukas KDM.
(hap)
Load more