18 Siswa di Garut Trauma Rambut Dipotong, Tuntut Guru Dipindahkan ke Sekolah Lain, Dedi Mulyadi Ambil Sikap Tegas
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Sebagian wali murid bahkan meminta guru terkait dipindahkan dari sekolah karena anak-anak mereka disebut mengalami trauma dan enggan kembali belajar di sekolah tersebut.
"Dari klien kami ada yang tidak mau memaafkan sebelum guru yang terlibat dipindah tugaskan karena putrinya itu mengalami trauma tidak mau sekolah," katanya.
Asep juga menyatakan pihaknya siap membawa perkara ini ke jalur hukum apabila tuntutan keluarga korban tidak dipenuhi.
"Kalo keinginan klien kami tidak dipenuhi, maka kami akan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian," tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Garut, Nur Al Purqon, menjelaskan tindakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penegakan disiplin sekolah setelah menerima laporan dari wali kelas dan masyarakat terkait gaya rambut siswa.
"Terjadi pemotongan rambut anak yang diwarnai, karena tim BK itu akumulasi dari laporan dari wali kelas dan laporan dari masyarakat bahwa anak SMK katanya rambutnya berwarna bebas," ujar Nur Al Purqon.
Pihak sekolah mengaku telah menyampaikan permintaan maaf dan menawarkan bantuan untuk memperbaiki kondisi rambut para siswi yang terdampak.
"Kita juga meminta maaf kepada siswi itu, sambil anak tersebut mau diperbaiki rambutnya karena sudah dipotong," pungkasnya. (nba)
Load more