Polisi Dalami Early Warning System dan Voice Logger dalam Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi masih terus mendalami rangkaian peristiwa kecelakaan kereta di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat, yang melibatkan taksi online Green SM, Kereta Rel Listrik (KRL), dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek.
Dalam penyelidikan terbaru, polisi kini fokus menelusuri sistem peringatan dini atau early warning system hingga voice logger yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut.
Diketahui, kecelakaan bermula saat taksi Green SM tertemper KRL di perlintasan sebidang pada Senin (27/4/2026). Insiden itu kemudian diduga memicu kecelakaan lanjutan antara KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di wilayah Bekasi Timur.
Polisi Dalami Dugaan Rentang Waktu 30 Menit
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan penyidik masih mendalami informasi mengenai adanya rentang waktu sekitar 30 menit sejak taksi berhenti di rel hingga akhirnya tertemper KRL.
Menurutnya, proses pendalaman dilakukan bersama Puslabfor dan pihak perkeretaapian.
“Waktu 30 menit ini masih didalami oleh Puslabfor termasuk dari perkeretaapian. Tadi sudah kami sampaikan ada pemeriksaan kepada Kapusdal Daop 1 tentang bagaimana operasional perkeretaapian di hari itu,” kata Budi di Polda Metro Jaya, Jumat (8/5/2026).
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui secara rinci kronologi operasional kereta sebelum hingga sesudah kecelakaan terjadi.
Polisi Telusuri Rangkaian Insiden KRL dan Argo Bromo Anggrek
Budi menjelaskan penyidik saat ini menelusuri runtutan peristiwa sejak awal kecelakaan taksi Green SM di perlintasan sebidang hingga terjadinya tabrakan lanjutan.
Menurutnya, polisi mendalami situasi saat KRL mengalami kecelakaan dan adanya kereta lain yang berhenti sebelum akhirnya tertemper KA Argo Bromo Anggrek.
“Setelah itu ada kereta listrik yang mengantre karena terjadi kecelakaan, yang ditemper kembali oleh kereta Argo Bromo Anggrek. Nah, ini masih didalami,” ungkap Budi.
Pendalaman tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah ada kendala teknis maupun sistem komunikasi dalam operasional perjalanan kereta api saat insiden berlangsung.
Sistem Peringatan Dini dan Voice Logger Jadi Sorotan
Dalam proses investigasi, polisi juga menyoroti sistem early warning system serta voice logger yang digunakan dalam operasional perjalanan kereta.
Voice logger sendiri merupakan sistem rekaman komunikasi yang digunakan untuk memantau percakapan maupun instruksi dalam pengendalian perjalanan kereta api.
Penyidik ingin memastikan apakah informasi mengenai kecelakaan di jalur rel sudah diteruskan kepada pihak terkait sebelum KA Argo Bromo Anggrek melintas.
“Apakah terkait tentang early warning system ataupun voice logger ataupun informasi yang disampaikan dari pengawas dari menara kepada kereta api Argo Bromo sudah mendapat informasi belum apabila ada di depan kereta api yang sedang mengalami kecelakaan dan berhenti?” jelas Budi.
Ia menyebut terdapat dua rangkaian kereta dalam situasi tersebut, yakni satu kereta yang mengalami kecelakaan dan satu lagi dalam kondisi berhenti.
“Ada dua kereta api, yang satu mengalami kecelakaan dan satu berhenti. Ini masih dalam pendalaman,” sambungnya.
Polisi Dalami Sinyal Hijau untuk KA Argo Bromo Anggrek
Selain sistem komunikasi dan peringatan dini, polisi juga tengah mendalami pemberian sinyal hijau kepada KA Argo Bromo Anggrek sebelum melintas di wilayah Tambun.
Penyidik saat ini telah meminta keterangan dari saksi berinisial SM yang saat kejadian bertugas sebagai pengatur perjalanan kereta api.
“Ini juga masih didalami tentang sinyal hijau. Saksi memberikan sinyal hijau kepada kereta api Argo Bromo Anggrek nomor 4B yang melintas di wilayah Tambun,” ujar Budi.
Menurutnya, proses investigasi dilakukan secara bersama-sama oleh Puslabfor, penyidik kepolisian, dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT.
“Nah, ini juga masih dilakukan pendalaman oleh Puslabfor, penyidik, serta KNKT,” pungkas Budi. (ars/nsp)
Load more