Sudewo Soal Kiai Cabul di Pati: Prihatin dan Sangat Menyayangkan
- Aldi Herlanda/tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Bupati Pati nonaktif Sudewo memberikan komentar soal aksi pencabulan terhadap puluhan santriwati yang dilakukan Kiai Ashari seorang pendiri Pondok Pesantren (ponpes) Ndolo Kusumo, Pati.
Sudewo sangat mengecam atas aksi bejat yang yang dilakukan oleh pelaku. Ia juga meminta agar pelaku dapat ditindak secara tegas.
"Saya sangat memprihatinkan, saya sangat menyayangkan, dan saya apresiasi terhadap kepolisian mengambil sikap tegas dengan sikap itu," kata Sudewo usai dilakukan pemeriksaan oleh KPK, Jumat (8/5/2026).
Sudewo juga mengapresiasi langkah Kementerian Agama (Kemenag) yang akan mencabut izin ponpes tersebut.
"Apresiasi kepada Kementerian Agama untuk mencabut izin. Saya berharap supaya hal yang serupa tidak terjadi di pondok pesantren yang lain," jelasnya.
Sebelumnya, Kiai Ashari tengah menjadi sorotan publik usai aksi bejatnya terhadap puluhan santriwati terkuak.
Usai terbongkar, polisi segera melakukan pengejaran terhadap pelaku. Namun, kiai itu sangat lihai untuk mengelebuhi aparat dengan berpindah-pindah kota.
Tak lama berselang, polisi berhasil mengamankan pelaku. Kini, ia telah ditetapkan tersangka.
Kasat Reskrim Polresta Pati, Dika Hadiyan Widya Wiratama mengatakan AS diamankan pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di Wonogiri, Jawa Tengah di sebuah masjid.
Setelah ditangkap, ia langsung dibawa menuju Mapolresta Pati untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Menurut Dika, tersangka sempat berpindah dari Kudus menuju Bogor, lalu ke Jakarta sebelum akhirnya bergerak ke Solo dan Wonogiri.
"Alhamdulillah sudah tertangkap. (Tersangka) Sempat ke Kudus, Bogor, kemudian lanjut Jakarta, setelah itu ke Solo dan Wonogiri," ungkap Dika, Kamis (7/5/2026). (aha/iwh)
Load more