Dugaan Ritual Nyeleneh di Ponpes Pati Terbongkar, Mantan Pegawai Sebut Kiai Ashari Sering Lakukan Ini Setiap Malam Sebelum Cabuli Santriwati
- ist
Jakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan pencabulan yang menjerat Kiai Ashari, pendiri Ponpes Ndholo Kusumo di Pati, Jawa Tengah, terus menjadi perhatian publik setelah sejumlah korban dan saksi mulai membuka pengakuan mereka ke hadapan publik.
Dalam konferensi pers dengan kuasa hukum, seorang korban berinisial K (19) hadir bersama keluarga yang turut didampingi Hotman Paris. K mengaku memberanikan diri melapor demi mencegah munculnya korban lain di lingkungan pesantren.
“Ya soalnya udah banyak korban lain. Teman-teman saya tidak ada yang berani,” ujar K.
Ayah korban berinisial M mengatakan langkah hukum yang diambil keluarganya bukan hanya untuk kepentingan anaknya, tetapi juga karena kekhawatiran masih banyak santriwati lain yang diduga mengalami perlakuan serupa.
"Dari awal tujuan saya bukan untuk semata-mata saya atau anak saya, tapi saya di situ melihat banyak generasi anak-anak jadi korban," katanya.
Menurut M, jumlah santriwati di Ponpes Ndholo Kusumo cukup banyak sehingga ia khawatir dugaan tindakan serupa akan terus terjadi bila tidak diproses secara hukum. Ia mengaku sempat mendatangi sejumlah teman anaknya dan menemukan kesamaan cerita terkait perlakuan yang diduga dilakukan Kiai Ashari.
"Beberapa temannya saya datangi. Ternyata yang dikatakan anak saya itu saya cocok dengan apa yang dikatakan anak teman saya, apa yang diperlakukan, apa yang dilakukan oleh pak kiainya (Kiai Ashari) kepada anak-anak tadi," ujarnya.
Kesaksian lain datang dari S (47), mantan pekerja ponpes yang mengaku pernah bekerja di lingkungan pesantren selama sekitar 10 tahun. Ia menyebut sering melihat santriwati datang bergantian ke kamar pribadi Kiai Ashari dan menginap hingga pagi hari.
"Iya, selama di pondok itu. Ya berganti-ganti, menginapnya sama anak-anak gonta-ganti," kata S.
S juga mengungkap dugaan perilaku tersebut pernah memicu penolakan warga sekitar pada 2008 setelah muncul kabar seorang santriwati hamil dan kemudian dinikahkan dengan pria lain.
“Terus cewek ini dinikahkan sama orang lain. Terus setelah nikah, orang luarnya itu enggak mau mengakui kalau itu anaknya,” ungkapnya.
Load more