GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Minim Laporan Korban, Komnas Perempuan Menduga Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Fenomena Gunung Es

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menengarai bahwa kasus kekerasan seksual yang terjadi di pondok pesantren merupakan fenomena gunung es. 
Selasa, 12 Mei 2026 - 06:25 WIB
Anggota Komnas Perempuan Devi Rahayu (kiri) dalam diskusi publik bertajuk "Revisi UU PPMI dan Masa Depan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia", di Jakarta, Senin (25/8).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menengarai bahwa kasus kekerasan seksual yang terjadi di pondok pesantren merupakan fenomena gunung es. 

Meski jumlah laporan yang masuk relatif kecil, fakta di lapangan menunjukkan adanya tekanan besar terhadap korban yang menghambat keberanian mereka untuk bersuara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anggota Komnas Perempuan, Devi Rahayu, mengungkapkan bahwa karakteristik kekerasan di lingkungan ini sering kali melibatkan banyak korban dalam satu rangkaian peristiwa, namun jarang terangkat ke permukaan.

"Angka kekerasan seksual di pesantren secara jumlah memang tidak lebih besar dari kekerasan seksual di perguruan tinggi, namun kasus kekerasan seksual di pesantren dengan jumlah korban yang banyak dan diduga kuat merupakan fenomena gunung es akibat minimnya pelaporan dan kuatnya tekanan terhadap korban," papar Devi Rahayu saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (11/5).

Devi menyoroti bahwa salah satu akar masalah utama adalah adanya dominasi relasi kuasa yang dibungkus dengan otoritas spiritual. 

Hal ini sering kali memaksa korban untuk patuh secara mutlak kepada oknum tokoh agama tertentu, ditambah dengan adanya ancaman yang membayangi jika mereka melapor.

Menurut Devi, hal ini sangat berkaitan dengan kondisi sosiokultural di lingkungan tersebut. 

"Tingginya angka kasus di lembaga pendidikan keagamaan/pesantren tidak terlepas dari beberapa faktor, yaitu adanya budaya patriarki yang dibalut agama, sehingga cenderung mengkultuskan seorang individu atau menokohkan seseorang," jelasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, sepanjang periode 2020-2024, hanya terdapat 17 pengaduan kekerasan di pesantren yang masuk ke Komnas Perempuan. 

"Secara khusus, kasus kekerasan di lembaga pendidikan keagamaan/pesantren yang diadukan ke Komnas Perempuan pada tahun 2020-2024 tercatat sebanyak 17 kasus," tambah Devi.

Salah satu kasus menonjol yang memicu keprihatinan mendalam adalah dugaan pencabulan terhadap sekitar 50 santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah.

Mayoritas korban adalah siswi SMP yang berasal dari keluarga kurang mampu atau anak yatim piatu yang menempuh pendidikan gratis di sana.

Pelaku yang merupakan pendiri sekaligus pimpinan pesantren berinisial AS, sempat melarikan diri ke berbagai wilayah mulai dari Jawa Barat hingga Jakarta setelah ditetapkan sebagai tersangka. 

Namun, pelarian AS berakhir setelah tim penyidik Polresta Pati berhasil meringkusnya di Wonogiri, Jawa Tengah, pada Kamis (7/5).

Secara lebih luas, pada tahun 2025, Komnas Perempuan mencatat total 475 kasus kekerasan berbasis gender di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga perguruan tinggi, dengan total korban mencapai 972 orang. 

Fenomena ini mempertegas perlunya penguatan mekanisme perlindungan korban dan pengawasan ketat di seluruh lembaga pendidikan, termasuk pendidikan keagamaan. (ant/dpi)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Diikuti Ratusan Personel, Menwa Jayakarta Gelar Lomba Tembak Reaksi Nasional

Diikuti Ratusan Personel, Menwa Jayakarta Gelar Lomba Tembak Reaksi Nasional

Resimen Mahasiswa (Menwa) Jayakarta sukses menyelenggarakan kompetisi menembak reaksi tingkat nasional yang diikuti oleh ratusan personel Menwa dari seluruh penjuru Indonesia.
Jadwal Siaran Langsung SBY Cup 2026: Mulai Siang Hari, Diramaikan Para Pemain Bintang Hingga Klub Papan Atas di Indonesia

Jadwal Siaran Langsung SBY Cup 2026: Mulai Siang Hari, Diramaikan Para Pemain Bintang Hingga Klub Papan Atas di Indonesia

Jadwal siaran langsung SBY Cup 2026 pekan ini, di mana baka menghadirkan persaingan seru sejumlah pevoli bintang di tanah air dari sejumlah klub voli putra ternama Indonesia, mulai dari Jakarta LavAni hingga Surabaya Samator.
Jadwal Siaran Langsung AVC Champions League 2026: Jakarta Bhayangkara Presisi Langsung Tampil

Jadwal Siaran Langsung AVC Champions League 2026: Jakarta Bhayangkara Presisi Langsung Tampil

Jadwal siaran langsung AVC Champions League 2026 pekan ini, di mana dua wakil tuan rumah Indonesia, Jakarta Bhayangkara Presisi dan Jakarta Garuda Jaya akan menunjukkan aksinya di hadapan penggemarnya sendiri.
Harga Emas UBS, Antam, Galeri24 di Pegadaian Kompak Turun Pagi Ini

Harga Emas UBS, Antam, Galeri24 di Pegadaian Kompak Turun Pagi Ini

Harga emas di laman Sahabat Pegadaian dikutip dari Jakarta, Selasa pukul 07.25 WIB, menunjukkan untuk UBS, Antam, dan Galeri24, serempak turun
Bupati dan Wali Kota di Jawa Barat Dapat Instruksi dari Dedi Mulyadi, Diminta Lebih Proaktif soal Hal Ini

Bupati dan Wali Kota di Jawa Barat Dapat Instruksi dari Dedi Mulyadi, Diminta Lebih Proaktif soal Hal Ini

Bupati dan wali kota di Jawa Barat dapat instruksi dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 
Dedi Mulyadi sampai Tak Mampu Menahan Tangis usai Dengar Jawaban Ikhlas Penjual Rambutan di Indramayu

Dedi Mulyadi sampai Tak Mampu Menahan Tangis usai Dengar Jawaban Ikhlas Penjual Rambutan di Indramayu

Momen haru kembali terjadi saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turun langsung menemui warga di daerah Kabupaten Indramayu. KDM beri bantuan modal usaha.

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea mendapat sorotan besar dari media Korea. Mereka menyebut perekrutan Megatron sebagai sebuah jackpot bagi klub.
News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

Modus pesan oknum Kiai, Ashari pengasuh ponpes di Pati saat tengah malam. Doktrin diberikan tersangka kasus dugaan pencabulan untuk melancarkan aksi bejatnya
Bertemu Dadan Hindayana, Solihin Pure Bawa Aspirasi Warga 3T soal Dapur MBG

Bertemu Dadan Hindayana, Solihin Pure Bawa Aspirasi Warga 3T soal Dapur MBG

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Garda Satu, Solihin Pure melakukan pertemuan silaturahmi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana di sela peresmian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) di Citaringgul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Senin (11/5/2026).
Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, Ali Yusron, begini isi chat Kiai Ashari ketika minta ditemani tidur oleh santriwati di malam hari.
Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Pak Di, saksi yang lebih dari 10 tahun bekerja dengan Kiai Ashari menceritakan awal mula didirikannya Ponpes Ndholo Kusumo Pati sebelum ramai kasus pencabulan.
Selengkapnya

Viral