Rangkuman Polemik LCC Kalimantan Barat yang Viral di Media Sosial, Kronologi hingga SMAN 1 Pontianak Tolak Lomba Ulang
- Tangkapan layar YouTube MPRGOID
tvOnenews.com - Akhir-akhir ini, jagat maya dihebohkan oleh gelombang protes terkait pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Publik menilai adanya ketidakadilan yang mencolok dalam proses penilaian yang dilakukan oleh dewan juri.
Potongan-potongan video dari laga final yang dianggap kontroversial itu pun viral dengan cepat di berbagai platform media sosial, seperti X (Twitter) dan TikTok.
Berikut tvOnenews.com telah merangkum apa saja yang terjadi dalam polemik LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat yang viral dan jadi perbincangan di media sosial.
Kronologi kejadian hingga viral di medsos
- Youtube MPRGOID
Polemik ini bermula saat babak final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalbar yang mempertemukan beberapa sekolah unggulan, termasuk SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas.
Insiden tersebut bermula saat peserta diberikan pertanyaan teknis mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dengan cepat, Grup C dari SMAN 1 Pontianak berhasil menekan bel terlebih dahulu untuk memberikan jawaban.
Namun, dewan juri memberikan nilai minus lima (-5) atas jawaban tersebut, karena dianggap salah. Lalu, ketika Grup B dari SMAN 1 Sambas melontarkan jawaban yang dinilai serupa, secara mengejutkan, juri justru memberikan poin sempurna (+10) kepada SMAN 1 Sambas.
Dewan juri yang berada di atas panggung pun dinilai tidak bisa memberikan alasan yang logis, mengapa jawaban dari Grup C dinyatakan salah bahkan dikurangi poinnya, tapi Grup B yang menyampaikan jawaban serupa justru mendapat tambahan poin.
Video perlombaan tersebut yang terus disebarluaskan di media sosial pun berakhir viral dan mendapat banyak komentar negatif dari netizen.
MPR RI beri respons dan juri dinonaktifkan
- Tangkapan layar MPRGOID
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, MPR RI dalam keterangan resminya yang diunggah ke Instagram @mprgoid pada 12 Mei 2026 lalu, menyampaikan permintaan maaf atas kelalaian dewan juri hingga menyebabkan polemik.
Tak hanya meminta maaf, MPR RI juga menyatakan bahwa mereka telah menonaktifkan dewan juri dan MC yang bertugas dalam acara tersebut.
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menegaskan dalam konferensi pers yang juga diunggah dalam Instagram @mprgoid pada 13 Mei 2026 lalu, bahwa pihaknya akan secepatnya mengadakan perlombaan ulang di babak final.
Load more