GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Serikat Guru Geram Hingga Tolak MPR untuk Mengulang Lomba Cerdas Cermat di Kalbar: Ini Uang Rakyat!

Ihwal viralnya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR di Kalbar karena diduga jurinya tak berbuat adil, ternyata membuat Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) geram.
Jumat, 15 Mei 2026 - 08:51 WIB
Josepha Alexandra atau Ocha, siswa SMAN 1 Pontianak saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Provinsi Kalimantan Barat dan nasional tahun 2025 lalu
Sumber :
  • YouTube/MPRGOID

Jakarta, tvOnenews.com - Ihwal viralnya Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR di Kalimantan Barat (Kalbar) karena diduga jurinya tak berbuat adil, ternyata membuat Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) geram. Bahkan FSGI secara tegas menolak rencana Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI yang ingin menggelar tanding ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Karena, menurut FSGI  pengulangan akibat kelalaian dewan juri tersebut dinilai merugikan kondisi psikologis para siswa dan mengabaikan hak anak yang telah berjuang keras meraih kemenangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam hal ini, Ketua Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti, menyayangkan langkah MPR yang akan melaksanakan pertandingan ulang untuk Provinsi Kalimantan Barat dengan melibatkan juri independen serta pengawasan langsung dari pimpinan.

“Ini sepintas merupakan kebijakan yang adil, padahal berpotensi kuat memunculkan pro dan kontra serta tidak mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak," ucap Retno Listyarti, dikutip Jumat (15/5/2026).

Bahkan kata dia, mengulang Lomba merupakan kebijakan yang kurang tepat. Bahkan, keputusan ini sama saja dengan mengabaikan hak anak dan kondisi psikologis semua peserta lomba.

"Lomba tak perlu diulang, tapi MPR harus memastikan peristiwa ini tidak akan terulang lagi di kemudian hari," tegas dia.

FSGI pun menilai pengulangan lomba hanya langkah untuk menyelamatkan nama MPR.

Dengan berbagai alasan ini, FSGI meminta agar MPR mempertimbangkan kembali keputusan untuk mengulang final LCC di Provinsi Kalimantan Timur.

"Karena akan menimbulkan banyak masalah, mulai dari psikis peserta, kerugian perdata bagi sekolah yang sudah ditetapkan kemenangannya, masalah anggaran yang harus dikeluarkan lagi, dan berpotensi digugat secara hukum. Jadi lombanya tidak perlu diulang, namun MPR wajib pastikan bahwa kejadian serupa tidak akan pernah terulang di kemudian hari,” jelas Retno.

Seperti diketahui sebelumnya, MPR beralasan bahwa pengulangan Final LCC Empat Pilar di Provinsi Kalimantan Barat merupakan bentuk komitmen perbaikan. Sehingga diharapkan dapat menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan LCC Empat Pilar tetap menjadi ruang edukatif bagi generasi muda Indonesia.

“Namun, jika diulang justru itu terkesan menyelamatkan MPR, namun kembali menjadi anak-anak peserta lomba sebagai korban kebijakan yang mengabaikan hak dan psikologi anak”, jelas Ketua Umum FSGI, Fahriza Marta Tanjung.

FSGI menguraikan sejumlah alasan mengapa LCC Empat Pilar di Provinsi Kalimantan Barat tidak perlu diulang. Pertama, dengan mengulang Lomba artinya MPR membatalkan kemenangan SMAN 1 Sambas, padahal mereka menang karena usaha keras.

"Walau SMAN 1 Sambas mungkin diuntungkan dengan ketidakcermatan dewan juri, namun itu bukan kesalahan peserta didik dari SMAN 1 Sambas ini, itu kesalahan Dewan Juri yang tidak profesional. Jangan karena kesalahan dewan juri, anak-anak ini menjadi korban," beber Fahriza.

Selain itu, anak-anak peserta LCC tidak bersalah, sehingga bukan mereka yang harus disanksi melalui pengulangan lomba. Seharusnya, sanksi tegas diberikan kepada dewan juri.

Bahkan, MPR juga perlu mengevaluasi posisi jabatan para juri LCC karena sudah membuat citra lomba dan nama baik MPR tercoreng.

"Kalau kecurangan dari peserta, maka langkahnya bukan diulang tapi peserta yang curang itu didiskualifikasi," tambahnya.

Fahriza menilai, kalau LCC 4 Pilar di Kalimantan Barat diulang, dapat dipastikan seluruh peserta didik harus mempersiapkan ulang dan bisa jadi yang menang bukan SMAN 1 Sambas maupun SMAN 1 Pontianak. Jika ini terjadi, bisa jadi akan meninggalkan trauma psikis pada semua anak.

Dari segi finansial, kalau final harus diulang, biaya yang dikeluarkan negara juga tidak kecil.

"Ini uang rakyat lho. Begitupun biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak sekolah dan orangtua pasti juga tidak kecil. Belum kerepotan menyiapkan mental anak ketika harus diulang, terutama bagi SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak," tegas Fahriza.

Oleh sebab itu, kata Fahriza, semua sekolah yang masuk final LCC Kalimantan Barat berhak menolak untuk diulang dengan cara tidak hadir. Bagi SMAN 1 Sambas sebagai pihak yang dirugikan karena dibatalkan kemenangannya, juga bisa melayangkan gugatan PTUN dan perdata terhadap MPR RI jika terjadi pengulangan.

Kesalahan juri dalam LCC 4 Pilar MPR nyatanya bukan hanya terjadi sekali. Pada 2025 dewan juri juga pernah melakukan kesalahan dan diprotes oleh seorang peserta laki-laki.

Namun ini tidak viral karena dewan juri dinilai bijak. Segera melakukan evaluasi agar tidak ada peserta yang dirugikan.

"Kasus Kalimantan Barat, seharusnya jurinya juga bisa bijak, karena lomba ini live streaming, maka seharusnya bisa diulang saat itu juga untuk di dengar dengan lebih seksama, dan ketika kesalahan ada pada Dewan Juri. Maka akan lebih bijak kalau dewan juri meminta maaf saat itu kepada seluruh peserta," pungkasnya. (aag)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bocah 13 Tahun di Bekasi Tewas Ditikam Teman Sebaya Usai Cekcok Soal Perempuan

Bocah 13 Tahun di Bekasi Tewas Ditikam Teman Sebaya Usai Cekcok Soal Perempuan

Pertemuan tersebut kemudian berubah menjadi adu mulut antara kedua remaja tersebut. Situasi memanas hingga berujung aksi kekerasan menggunakan senjata tajam.
Residivis Pembobol Toko Gadai di Gowa Ditembak Saat Melawan Ditangkap Polisi

Residivis Pembobol Toko Gadai di Gowa Ditembak Saat Melawan Ditangkap Polisi

Seorang residivis kasus pencurian dan narkotika yang membobol toko titip gadai barang elektronik di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, akhirnya berhasil diringkus.
PIHPS: Harga Cabai Rawit Rp77.750/Kg, Telur aAam Rp32.450/Kg

PIHPS: Harga Cabai Rawit Rp77.750/Kg, Telur aAam Rp32.450/Kg

PIHPS Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga pangan di Jumat pukul 10.20 WIB, komoditas cabai rawit merah mencapai Rp77.750 per kilogram (kg), sedangkan telur ayam ras Rp32.450 per kg.
Sosok Ngaku Keluarga Sebut Josepha Diteror Usai Polemik Cerdas Cermat MPR, Sekolah Bongkar Faktanya

Sosok Ngaku Keluarga Sebut Josepha Diteror Usai Polemik Cerdas Cermat MPR, Sekolah Bongkar Faktanya

Dalam unggahannya, akun tersebut memperlihatkan tangkapan layar pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang berisi ancaman somasi apabila video di Instagram tidak segera dihapus.
AC Milan Dapat Kabar Baik dari Fiorentina, Rencana Rekrut Moise Kean Makin Dekat Jadi Kenyataan Musim Panas Nanti

AC Milan Dapat Kabar Baik dari Fiorentina, Rencana Rekrut Moise Kean Makin Dekat Jadi Kenyataan Musim Panas Nanti

Klub AC Milan mulai serius berburu penyerang anyar untuk sambut musim depan. Salah satu nama yang masuk radar Rossoneri adalah striker Fiorentina, Moise Kean.
Igli Tare Angkat Kaki dari San Siro, Jurnalis Italia Sebut AC Milan Bakal Lakukan Perubahan Besar Musim Depan

Igli Tare Angkat Kaki dari San Siro, Jurnalis Italia Sebut AC Milan Bakal Lakukan Perubahan Besar Musim Depan

Masa depan Igli Tare bersama AC Milan mulai berada di ujung jalan. Direktur olahraga asal Albania itu disebut tidak akan lagi menduduki jabatan yang sama lagi.

Trending

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diadakan MPR RI masih menjadi perhatian publik. Kini SMAN 1 Sambas menjadi sorotan
2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

Teka-teki lima calon naturalisasi Timnas Indonesia makin panas, dua nama mulai bocor dan tiga sosok lain disebut punya profil tak biasa untuk Garuda masa depan.
Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Wanita Surabaya, WS mengadu ke Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) imbas jadi korban penipuan & perampokan lewat love scamming warga Cirebon keturunan Kamerun.
AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

Mathew Baker tidak lagi bisa bela Timnas Indonesia U-17 setelah usianya melewati batas. Bek muda yang berkarier di Australia itu kini resmi naik kelas ke U-19.
Buntut Polemik Juri LCC MPR RI, Akun Media Sosial ini Mengaku Jadi Keluarga Josepha Alexandra Buat Publik Geram

Buntut Polemik Juri LCC MPR RI, Akun Media Sosial ini Mengaku Jadi Keluarga Josepha Alexandra Buat Publik Geram

Utas akun media sosial Threads @zvanniisygg mengaku sebagai keluarga Josepha Alexandra, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar viral.
Tim SMAN 1 Pontianak Disambut Hangat Sekda Kalbar dan Ikatan Alumni, Dukung Penuh Keputusan Sekolah

Tim SMAN 1 Pontianak Disambut Hangat Sekda Kalbar dan Ikatan Alumni, Dukung Penuh Keputusan Sekolah

Tim SMAN 1 Pontianak disambut hangat oleh Sekda Kalbar dan IKASMANSA Pontianak, mereka mendukung penuh keputusan sekolah.
Seusai Menolak Lomba Ulang, SMAN 1 Pontianak Nostalgia Kemenangan Lomba Cerdas Cermat MPR Tahun 2025

Seusai Menolak Lomba Ulang, SMAN 1 Pontianak Nostalgia Kemenangan Lomba Cerdas Cermat MPR Tahun 2025

Setelah menyatakan mundur dari perlombaan ulang babak final Lomba Cerdas Cermat dari MPR RI, SMAN 1 Pontianak mengenang masa kemenangannya pada tahun 2025.
Selengkapnya

Viral