DOR! Polisi Tembak Mati Eksekutor Bripka Arya Supena, Polisi Sita Senpi Rakitan
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Pria yang diduga menjadi otak sekaligus eksekutor penembakan terhadap Bripka Arya hingga tewas itu ditembak mati aparat gabungan Polda Lampung.
Bahroni alias Roni ditembak mati saat hendak ditangkap di wilayah Teluk Hantu, Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran.
Penangkapan berlangsung dramatis pada Jumat (15/5/2026) pagi sekitar pukul 05.15 WIB. Polisi menyebut tersangka melakukan perlawanan sengit dengan menodongkan senjata api rakitan ke arah petugas.
Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf mengatakan, aparat terpaksa mengambil tindakan tegas terukur karena situasi dinilai membahayakan anggota di lapangan.
"Saat akan dilakukan penangkapan, tersangka melakukan perlawanan secara aktif yang membahayakan tim gabungan menggunakan senjata api rakitan jenis revolver kepada petugas Tim melakukan tindakan tegas dan terukur, sehingga pelaku tewas di tempat dengan barang bukti satu pucuk senjata api jenis revolver dan satu bilah pisau," tuturnya, pada Jumat (15/5/2026).
Dari lokasi penangkapan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi kriminal komplotan tersebut. Mulai dari senjata tajam, senjata api, amunisi, hingga motor yang diduga hasil curian.
Salah satu barang bukti yang turut disita yakni pistol genggam milik anggota polisi berjenis HS 9 mm nomor A204161, 14 butir amunisi kaliber 9 mm, satu selongsong peluru, dua unit sepeda motor, helm, telepon genggam hingga senjata api rakitan milik tersangka.
Polisi juga menemukan satu unit motor Honda CRF warna hijau dengan nomor rangka dan mesin yang telah digerinda untuk menghilangkan identitas kendaraan.
Jenazah Bahroni kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk proses lebih lanjut. Meski telah tewas, polisi memastikan peran Bahroni cukup sentral dalam jaringan curanmor tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku lain, Bahroni disebut berperan sebagai pilot sekaligus eksekutor dalam aksi pencurian kendaraan bermotor di sejumlah wilayah Lampung.
Sebelumnya, polisi juga telah lebih dulu menangkap tersangka lain bernama Hamli di Kecamatan Jabung, Lampung Timur, pada Senin, 11 Mei 2026.
Penangkapan Hamli pun berlangsung menegangkan karena tersangka disebut sempat melawan petugas hingga akhirnya ditembak di bagian kaki.
"Saat dilakukan upaya paksa, yang bersangkutan melakukan perlawanan aktif kepada petugas dan tim melakukan tindakan tegas dan terukur di bagian kaki. Tim gabungan pun berhasil mengamankan barang bukti dari tersangka Hamli," kata dia.
Dari hasil pengembangan kasus, polisi mengungkap komplotan tersebut diduga telah berulang kali melakukan aksi curanmor di berbagai daerah di Lampung.
Tak hanya itu, aparat juga menemukan fakta bahwa kedua tersangka merupakan pengguna narkoba.
"Pelaku memang informasi yang kita dapat adalah pengguna narkoba ya. Kedua-duanya pengguna narkoba. Ini informasi yang kita dapat hasil profiling yang dilakukan," katanya.
Untuk diketahui, Tim Gabungan Polda Lampung dan Polresta Bandar Lampung berhasil meringkus satu terduga pelaku yang terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) maut yang menewaskan Bripka Anumerta Arya Supena.
Pelaku berinisial HM ditangkap dalam penggerebekan di Desa Gunung Mekar, Kecamatan Jabung, Lampung Timur, Senin, 11 Mei 2026.
HM diketahui merupakan warga Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, yang melarikan diri ke Lampung Timur untuk bersembunyi.
Dalam aksi curanmor di Jalan ZA Pagar Alam Sabtu lalu, HM diduga kuat berperan sebagai joki. Identitasnya berhasil terdeteksi kepolisian melalui analisis sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Kapolda Polda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan, proses penyidikan masih berlangsung dan pihaknya akan menyampaikan informasi resmi setelah seluruh data dan fakta lapangan dipastikan valid.
"Proses pengejaran masih berlangsung. Nanti akan kami sampaikan secara resmi setelah seluruh informasi terkonfirmasi," ungkapnya.
Terkait informasi mengenai keberadaan senjata api milik korban, Kapolda menyebut hal tersebut masih dalam proses pendalaman oleh penyidik.
"Selain melakukan pengejaran terhadap pelaku, kepolisian juga terus melakukan proses pembuktian perkara melalui metode scientific crime investigation dengan melibatkan tim forensik guna mendukung pengungkapan kasus secara menyeluruh," kata dia.
Bripka (Anumerta) Arya Supena gugur saat menjalankan tugas setelah diduga ditembak oleh pelaku pencurian kendaraan bermotor di wilayah Labuhan Ratu, Bandarlampung. Peristiwa tersebut saat ini masih dalam penanganan intensif aparat kepolisian. (Foe Peace Simbolon)
Load more