Kecurigaan KDM Semakin Terang Benderang? Priyo Kembali Ungkap Fakta 4 Nama Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu
- Instagram/@indramayuinfo
Indramayu, tvOnenews.com - Terdakwa Priyo Bagus Setiawan kembali mengungkapkan fakta mengejutkan terkait kesaksian Ririn Rifanto, terdakwa 1 kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu, Kamis (28/8/2025).
Pengakuan Priyo semakin membuat kecurigaan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terang benderang, khususnya terhadap kesaksian Ririn Rifanto yang sempat menyebut empat nama lain sebagai pelaku kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu.
Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Rabu (20/5/2026), Priyo mulanya ditanya terkait siapa saja yang menjadi korban pembunuhan sadis di Paoman, Indramayu.
Priyo kembali ditanya terkait pelaku pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni. Priyo menegaskan tidak ada nama lain yang terlibat dan hanya Ririn menjadi pelaku kasus pembunuhan tersebut.
"Ririn," ucap Priyo.
Lebih lanjut, Priyo mengungkap perannya kepada majelis hakim. Ia menegaskan bahwa dirinya hanya membantu setelah Ririn menghabisi lima nyawa satu keluarga tersebut.
"Saya hanya bantu menguburkan," katanya.
Detik-detik Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu
- ANTARA/Fathnur Rohman
Priyo menyampaikan detik-detik peristiwa pembunuhan tersebut. Ia mengatakan, kejadian ini terjadi pada Kamis, 28 Agustus 2025 sekitar pukul 11.30 WIB.
Ia menjelaskan korban Budi dihabisi di tokonya. Sementara, empat anggota keluarga seperti Haji Sahroni (75), Euis (40), Ratu (7), dan bayi berusia 8 bulan dihabisi di rumahnya.
Dalam kesaksiannya, Priyo menceritakan kondisi Budi Awaludin setelah tewas. Kaki dan tangan jenazah korban sempat diikat dan kemudian digotong menggunakan bambu bersama Ririn.
Setelah itu, jenazah Budi yang sudah dalam keadaan terikat dinaikkan ke mobil pikap milik korban. Priyo menegaskan, tujuannya untuk dibawa ke rumah korban.
"Jenazah Budi digotong dan dibawa ke rumah, lalu diseret ke gudang walet untuk dikuburkan bersama keluarganya," terangnya.
Ia menjelaskan saat dirinya bantu menguburkan lima jenazah korban. Ia bersama Ririn pertama kali meletakkan jenazah Haji Sahroni di sebuah liang lahat di area kediaman korban.
"Kemudian Euis, anaknya yang besar, dan anak terakhir Budi yang bayi, barulah Budi yang terakhir," tuturnya.
Pernyataan Ririn Rifanto soal 4 Nama Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga
- Tangkapan layar YouTube Pengacara Toni
Sebelumnya, Ririn menyampaikan fakta terkait pelaku pembunuhan satu keluarga di Indramayu. Hal ini membuat situasi setelah persidangan mendadak tegang dan heboh.
Ririn membantah sebagai pelaku kasus pembunuhan ini. Ia menyampaikan ada empat nama lain dan salah satu di antaranya adalah dalang yang membunuh keluarga Haji Sahroni.
Ririn menyebut nama Aman Yani, Hardi, Yoga, dan Joko. Pernyataan ini pun dibantah oleh Priyo dalam sidang lanjutan di PN Indramayu pada Senin (18/5/2026).
Priyo mengatakan, penyebutan empat nama itu sebagai upaya mengaburkan fakta pembunuhan. Ia menegaskan, pengakuan tersebut hanya karangan sengaja dibuat oleh Ririn.
"Itu hanya karangan Ririn dan ditulis tangan oleh Ririn di lapas," ngaku Priyo.
Priyo mengaku tidak mengenali keempat nama yang disebutkan Ririn. Menurutnya, nama-nama tersebut tidak ada dan hanya berasal dari imajinasi terdakwa 1.
"Aslinya tidak ada nama itu. Nama-nama itu saya bahkan tidak tahu, itu hanya karangan Ririn," tegasnya.
"Aman Yani saya tidak kenal, Hardi itu orangnya tidak ada, Yoga juga orangnya tidak ada, Joko juga tidak ada," sambungnya.
Pernyataan tersebut membuat kuasa hukum Ririn, Toni RM terkejut. Sementara, Ririn membantah pengakuan yang dilontarkan oleh Priyo.
Pengakuan dari Ririn mengungkap empat nama lain juga sempat menjadi sorotan KDM. Gubernur Jabar itu mengatakan bahwa, kasus pembunuhan ini sangat sadis lantaran satu keluarga Haji Sahroni ditemukan tewas terkubur dalam satu gundukan.
"Kasus pembunuhan keluarga Syahroni di Indramayu harus terbuka seterang-terangnya demi keadilan," ujar KDM.
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Ia menyampaikan alasan dirinya mengawal kasus ini. Pasalnya masih banyak fakta kebenaran yang masih misteri dan harus diungkap secara komrehensif dan menyeluruh.
Terkait pengakuan Ririn menyebutkan empat nama lain, KDM melihat ada kejanggalan dari pernyataan tersebut. Menurutnya, ada dua hal berbeda untuk menyikapi hal ini.
"Apa yang diucapkan terdakwa, Ririn, memiliki dua implikasi yang kita urai secara detail sehingga nanti ada kesimpulan fakta hukum sebagai kewenangan penyidik," jelas KDM.
Ia menyoroti nama Aman Yani diduga sebagai dalang pembunuhan ini. Ia mengingat sosok Evan, mantan pegawai toko sembako milik korban yang sempat difitnah oleh pelaku.
"Fokusnya adalah apakah Aman Yani yang disebut itu, pertama sesuai nggak dengan ucapan dari terdakwa Ririn, bahwa dia adalah pelaku menurut terdakwa seusai persidangan, atau juga dia adalah korban," papar Dedi Mulyadi.
Menurutnya, pelaku sudah berpengalaman dalam melakukan aksinya. Ia harus mengakui hal ini karena membuat kasus pembunuhan ini masih misteri.
Kendati demikian, Dedi Mulyadi menyerahkan penyelesaian kasus pembunuhan ini kepada pihak yang berwenang. Ia meyakini tidak ada nama Aman Yani lantaran sosok tersebut sudah menghilang sejak 2016.
"Saya bilang ini orang bohongnya kebangetan. Gila, udah diambil duitnya, dituduh ngebunuh. Nah, tinggal sekarang Aman Yani itu di mana? Kalau saya sih enggak yakin ada, itu tugas polisi," tukas KDM saat mengundang kuasa hukum pencairan dana pensiun Aman Yani.
(hap)
Load more