GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kecurigaan KDM Semakin Terang Benderang? Priyo Kembali Ungkap Fakta 4 Nama Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

Terdakwa Priyo Bagus Setiawan kembali membuat kecurigaan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terang benderang soal Ririn Rifanto sebut 4 nama kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Kamis, 21 Mei 2026 - 00:23 WIB
Priyo Bagus Setiawan, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu
Sumber :
  • Instagram/@indramayuinfo

Indramayu, tvOnenews.com - Terdakwa Priyo Bagus Setiawan kembali mengungkapkan fakta mengejutkan terkait kesaksian Ririn Rifanto, terdakwa 1 kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu, Kamis (28/8/2025).

Pengakuan Priyo semakin membuat kecurigaan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terang benderang, khususnya terhadap kesaksian Ririn Rifanto yang sempat menyebut empat nama lain sebagai pelaku kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Rabu (20/5/2026), Priyo mulanya ditanya terkait siapa saja yang menjadi korban pembunuhan sadis di Paoman, Indramayu.

Priyo kembali ditanya terkait pelaku pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni. Priyo menegaskan tidak ada nama lain yang terlibat dan hanya Ririn menjadi pelaku kasus pembunuhan tersebut.

"Ririn," ucap Priyo.

Lebih lanjut, Priyo mengungkap perannya kepada majelis hakim. Ia menegaskan bahwa dirinya hanya membantu setelah Ririn menghabisi lima nyawa satu keluarga tersebut.

"Saya hanya bantu menguburkan," katanya.

Detik-detik Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

Tim Inafis Polda Jabar mengolah TKP kasus kematian Haji Sahroni dan empat anggota keluarga yang tewas terkubur dalam satu lubang di Indramayu
Tim Inafis Polda Jabar mengolah TKP kasus kematian Haji Sahroni dan empat anggota keluarga yang tewas terkubur dalam satu lubang di Indramayu
Sumber :
  • ANTARA/Fathnur Rohman

Priyo menyampaikan detik-detik peristiwa pembunuhan tersebut. Ia mengatakan, kejadian ini terjadi pada Kamis, 28 Agustus 2025 sekitar pukul 11.30 WIB.

Ia menjelaskan korban Budi dihabisi di tokonya. Sementara, empat anggota keluarga seperti Haji Sahroni (75), Euis (40), Ratu (7), dan bayi berusia 8 bulan dihabisi di rumahnya.

Dalam kesaksiannya, Priyo menceritakan kondisi Budi Awaludin setelah tewas. Kaki dan tangan jenazah korban sempat diikat dan kemudian digotong menggunakan bambu bersama Ririn.

Setelah itu, jenazah Budi yang sudah dalam keadaan terikat dinaikkan ke mobil pikap milik korban. Priyo menegaskan, tujuannya untuk dibawa ke rumah korban.

"Jenazah Budi digotong dan dibawa ke rumah, lalu diseret ke gudang walet untuk dikuburkan bersama keluarganya," terangnya.

Ia menjelaskan saat dirinya bantu menguburkan lima jenazah korban. Ia bersama Ririn pertama kali meletakkan jenazah Haji Sahroni di sebuah liang lahat di area kediaman korban.

"Kemudian Euis, anaknya yang besar, dan anak terakhir Budi yang bayi, barulah Budi yang terakhir," tuturnya.

Pernyataan Ririn Rifanto soal 4 Nama Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga

Ririn Rifanto & Aman Yani dalam kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu
Ririn Rifanto & Aman Yani dalam kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Pengacara Toni

Sebelumnya, Ririn menyampaikan fakta terkait pelaku pembunuhan satu keluarga di Indramayu. Hal ini membuat situasi setelah persidangan mendadak tegang dan heboh.

Ririn membantah sebagai pelaku kasus pembunuhan ini. Ia menyampaikan ada empat nama lain dan salah satu di antaranya adalah dalang yang membunuh keluarga Haji Sahroni.

Ririn menyebut nama Aman Yani, Hardi, Yoga, dan Joko. Pernyataan ini pun dibantah oleh Priyo dalam sidang lanjutan di PN Indramayu pada Senin (18/5/2026).

Priyo mengatakan, penyebutan empat nama itu sebagai upaya mengaburkan fakta pembunuhan. Ia menegaskan, pengakuan tersebut hanya karangan sengaja dibuat oleh Ririn.

"Itu hanya karangan Ririn dan ditulis tangan oleh Ririn di lapas," ngaku Priyo.

Priyo mengaku tidak mengenali keempat nama yang disebutkan Ririn. Menurutnya, nama-nama tersebut tidak ada dan hanya berasal dari imajinasi terdakwa 1.

"Aslinya tidak ada nama itu. Nama-nama itu saya bahkan tidak tahu, itu hanya karangan Ririn," tegasnya.

"Aman Yani saya tidak kenal, Hardi itu orangnya tidak ada, Yoga juga orangnya tidak ada, Joko juga tidak ada," sambungnya.

Pernyataan tersebut membuat kuasa hukum Ririn, Toni RM terkejut. Sementara, Ririn membantah pengakuan yang dilontarkan oleh Priyo.

Pengakuan dari Ririn mengungkap empat nama lain juga sempat menjadi sorotan KDM. Gubernur Jabar itu mengatakan bahwa, kasus pembunuhan ini sangat sadis lantaran satu keluarga Haji Sahroni ditemukan tewas terkubur dalam satu gundukan.

"Kasus pembunuhan keluarga Syahroni di Indramayu harus terbuka seterang-terangnya demi keadilan," ujar KDM.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) bertemu dengan pihak keluarga Aman Yani, sosok yang disebut terdakwa menjadi pelaku kasus pembunuhan Haji Syahroni sekeluarga di Indramayu
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) bertemu dengan pihak keluarga Aman Yani, sosok yang disebut terdakwa menjadi pelaku kasus pembunuhan Haji Syahroni sekeluarga di Indramayu
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Ia menyampaikan alasan dirinya mengawal kasus ini. Pasalnya masih banyak fakta kebenaran yang masih misteri dan harus diungkap secara komrehensif dan menyeluruh.

Terkait pengakuan Ririn menyebutkan empat nama lain, KDM melihat ada kejanggalan dari pernyataan tersebut. Menurutnya, ada dua hal berbeda untuk menyikapi hal ini.

"Apa yang diucapkan terdakwa, Ririn, memiliki dua implikasi yang kita urai secara detail sehingga nanti ada kesimpulan fakta hukum sebagai kewenangan penyidik," jelas KDM.

Ia menyoroti nama Aman Yani diduga sebagai dalang pembunuhan ini. Ia mengingat sosok Evan, mantan pegawai toko sembako milik korban yang sempat difitnah oleh pelaku.

"Fokusnya adalah apakah Aman Yani yang disebut itu, pertama sesuai nggak dengan ucapan dari terdakwa Ririn, bahwa dia adalah pelaku menurut terdakwa seusai persidangan, atau juga dia adalah korban," papar Dedi Mulyadi.

Menurutnya, pelaku sudah berpengalaman dalam melakukan aksinya. Ia harus mengakui hal ini karena membuat kasus pembunuhan ini masih misteri.

Kendati demikian, Dedi Mulyadi menyerahkan penyelesaian kasus pembunuhan ini kepada pihak yang berwenang. Ia meyakini tidak ada nama Aman Yani lantaran sosok tersebut sudah menghilang sejak 2016.

"Saya bilang ini orang bohongnya kebangetan. Gila, udah diambil duitnya, dituduh ngebunuh. Nah, tinggal sekarang Aman Yani itu di mana? Kalau saya sih enggak yakin ada, itu tugas polisi," tukas KDM saat mengundang kuasa hukum pencairan dana pensiun Aman Yani.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polisi Pastikan Model ADV Bukan Korban Begal, Motifnya Iseng

Polisi Pastikan Model ADV Bukan Korban Begal, Motifnya Iseng

Polda Metro Jaya memastikan bahwa Model atau MUA Ansy Jan De Vries (ADV) bukan korban begal maupun tindakan kriminal lainnya. 
Bukan Tanpa Alasan, Wapemred Republika Ungkap Alasan Jurnalisnya Ikut Global Sumud Flotilla ke Gaza

Bukan Tanpa Alasan, Wapemred Republika Ungkap Alasan Jurnalisnya Ikut Global Sumud Flotilla ke Gaza

Publik dikejutkan dengan kabar diculiknya sembilan relawan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla oleh tentara Zionis Israel
Bareskrim Polri Bakal Periksa Selebgram Inisial ZNM Terkait Gas N2O Ilegal Whip Pink

Bareskrim Polri Bakal Periksa Selebgram Inisial ZNM Terkait Gas N2O Ilegal Whip Pink

Bareskrim Polri akan melakukan pemeriksaan terhadap selebgram wanita berinisial NZM terkait penggunaan gas Nitrous Oxide (N2O) ilegal Whip Pink, pada Jumat (22/5) mendatang.
Timwas Haji DPR RI Tinjau Hotel Al-Hidayah Mekkah, Pastikan Pelayanan Konsumsi 4.000 Jemaah Aman dan Memuaskan

Timwas Haji DPR RI Tinjau Hotel Al-Hidayah Mekkah, Pastikan Pelayanan Konsumsi 4.000 Jemaah Aman dan Memuaskan

Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI terus bergerak untuk menjamin kenyamanan serta kelayakan fasilitas yang dibutuhkan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.
15 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2026, Cocok Digunakan Sebagai Caption Media Sosial

15 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2026, Cocok Digunakan Sebagai Caption Media Sosial

Berikut 15 contoh ucapan selamat Hari Raya Idul Adha 2026/1447 H, cocok digunakan sebagai caption media sosial.
Menteri Hukum Ungkap Presiden Prabowo Tegaskan Semua Kalangan Masyarakat Wajib Dapat Akses Keadilan

Menteri Hukum Ungkap Presiden Prabowo Tegaskan Semua Kalangan Masyarakat Wajib Dapat Akses Keadilan

Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin kesetaraan di mata hukum bagi seluruh warga negara. 

Trending

Bareskrim Polri Bakal Periksa Selebgram Inisial ZNM Terkait Gas N2O Ilegal Whip Pink

Bareskrim Polri Bakal Periksa Selebgram Inisial ZNM Terkait Gas N2O Ilegal Whip Pink

Bareskrim Polri akan melakukan pemeriksaan terhadap selebgram wanita berinisial NZM terkait penggunaan gas Nitrous Oxide (N2O) ilegal Whip Pink, pada Jumat (22/5) mendatang.
Timwas Haji DPR RI Tinjau Hotel Al-Hidayah Mekkah, Pastikan Pelayanan Konsumsi 4.000 Jemaah Aman dan Memuaskan

Timwas Haji DPR RI Tinjau Hotel Al-Hidayah Mekkah, Pastikan Pelayanan Konsumsi 4.000 Jemaah Aman dan Memuaskan

Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI terus bergerak untuk menjamin kenyamanan serta kelayakan fasilitas yang dibutuhkan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.
Kecurigaan KDM Semakin Terang Benderang? Priyo Kembali Ungkap Fakta 4 Nama Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

Kecurigaan KDM Semakin Terang Benderang? Priyo Kembali Ungkap Fakta 4 Nama Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

Terdakwa Priyo Bagus Setiawan kembali membuat kecurigaan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terang benderang soal Ririn Rifanto sebut 4 nama kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Bukan Tanpa Alasan, Wapemred Republika Ungkap Alasan Jurnalisnya Ikut Global Sumud Flotilla ke Gaza

Bukan Tanpa Alasan, Wapemred Republika Ungkap Alasan Jurnalisnya Ikut Global Sumud Flotilla ke Gaza

Publik dikejutkan dengan kabar diculiknya sembilan relawan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla oleh tentara Zionis Israel
Polisi Pastikan Model ADV Bukan Korban Begal, Motifnya Iseng

Polisi Pastikan Model ADV Bukan Korban Begal, Motifnya Iseng

Polda Metro Jaya memastikan bahwa Model atau MUA Ansy Jan De Vries (ADV) bukan korban begal maupun tindakan kriminal lainnya. 
News Terpopuler: Nasib Josepha Alexandra Usai ‘Dicurangi’ Juri LCC Kalbar, hingga Sanksi dari MPR untuk Dewan Juri

News Terpopuler: Nasib Josepha Alexandra Usai ‘Dicurangi’ Juri LCC Kalbar, hingga Sanksi dari MPR untuk Dewan Juri

Nasib Josepha Alexandra setelah jawabannya dianulir Juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) MPR di Kalimantan Barat. pernyataan MPR mengenai sanksi kepada dewan juri
TRENDING: Mahkota Binokasih Bukan Klenik, Dedi Mulyadi Semprot Kadis, Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi

TRENDING: Mahkota Binokasih Bukan Klenik, Dedi Mulyadi Semprot Kadis, Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi

Berikut rangkuman berita trending hari ini. Mulai dari langkah Dedi Mulyadi luruskan stigma mistis Mahkota Binokasih hingga kabar baik dari Sherly Tjoanda.
Selengkapnya

Viral