GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Pembunuhan Keluarga Indramayu Dinilai Rumit, Dedi Mulyadi: Kita Sudah Simpulkan Siapa Pelaku Sebenarnya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) memahami ada drama di kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu. Ia sudah menyimpulkan pelaku utamanya.
Jumat, 22 Mei 2026 - 22:59 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyikapi kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Subang, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi kembali turun tangan menyikapi kasus pembunuhan keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu pada Kamis (28/8/2025) malam.

Dedi Mulyadi mengetahui ada banyak drama dalam perjalanan kasus pembunuhan keluarga ini. Gubernur Jabar itu memahami setiap fakta yang bermunculan membuat polemik ini semakin rumit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dedi Mulyadi menilai dari upaya mengumpulkan banyak bukti, misteri pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni semakin terang benderang. KDM meyakini aparat bisa menyimpulkan pelaku yang sebenarnya.

"Awalnya kelihatan rumit melahirkan perdebatan dan prasangka. Seiring berjalannya waktu, semuanya terungkap secara jelas, transparan," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan melalui Instagram pribadinya, Jumat (22/5/2026).

"Pada akhirnya kita sudah bisa menyimpulkan sendiri siapa pelaku sebenarnya," sambungnya.

Dedi Mulyadi Cari Sosok Aman Yani

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) & Sosok Aman Yani yang disebut Ririn Rifanto sebagai dalang kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) & Sosok Aman Yani yang disebut Ririn Rifanto sebagai dalang kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel & Istimewa

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi berpendapat kasus ini semakin terungkap apabila Aman Yani ditemukan dengan cepat. Pasalnya, nama tersebut terseret berawal dari pernyataan terdakwa Ririn Rifanto.

Selain Aman Yani, ada Hardi, Joko, dan Yoga. Akan tetapi, Aman Yani dianggap sebagai dalang kasus pembunuhan menimpa satu keluarga Haji Sahroni.

Sayangnya Aman Yani telah menghilang sejak 2016 lalu. Keberadaannya yang masih misteri membuat publik semakin penasaran dan menyebabkan kasus ini menimbulkan banyak drama.

"Sekarang kita cari di mana Aman Yani, ada atau tidak?," ucapnya.

Sebelumnya, KDM kembali mengundang adik Aman Yani, Titi. Selain itu, ia juga mengundang pihak perbankan untuk mengungkap fakta yang sempat menjadi misteri, termasuk aliran dana pensiun Aman.

Di momen ini, KDM menemukan fakta terbaru terkait keluarganya, termasuk mantan istri dan anak-anaknya. Ia cukup terkejut mendengar bahwa mereka tidak mencari keberadaan Aman Yani.

Keanehan ini membuat publik mendesak agar KDM menghadirkan mantan istri dan anak Aman Yani. Tujuannya untuk memperoleh fakta terbaru untuk menyelesaikan kasus sadis tersebut.

"Banyak yang menyampaikan agar saya bertemu dengan mantan istri dan anak-anaknya. Saya katakan saya berusaha untuk bisa bertemu dengan mantan istri dan anaknya," katanya.

KDM Heran Kenapa Mantan Istri dan Anak Aman Yani Diam

Lanjut, KDM masih berpikir terkait hasil dari pengakuan Titi. Ia meyakini mantan istri dan anak-anaknya mencari keberadaan Aman Yani yang sudah menghilang sejak hampir 10 tahun lalu.

Perpisahan Aman Yani dengan mantan istrinya juga bukan karena pertengkaran, melainkan akibat pensiunan perbankan tersebut menghilang secara misterius.

Mantan Bupati Purwakarta ini sedang berusaha menghadirkan pihak keluarga Aman Yani. Hal itu sebagai wujud memenuhi permintaan dari publik untuk menuntaskan kasus tersebut.

"Semoga bisa bertemu dan kita bisa mendengar penjelasan apa yang terjadi dan siapa pun pasti memiliki kepekaan dan rasa terhadap hilangnya mantan suami, hilangnya seorang ayah bagi anak-anaknya. Pasti anak-anaknya penasaran dong ayahnya di mana dan kenapa," ucapnya.

Kemudian, ia juga berharap kasus ini benar-benar selesai. Menurutnya, kasus ini sangat sadis dan kejam karena satu keluarga ditemukan dalam satu gundukan tanah di area rumahnya.

"Semoga masalah ini segera terungkap secara terbuka dan setiap peristiwa pasti ada hikmahnya," harap dia.

Soal Ririn Rifanto Ungkap 4 Nama Pelaku Lain

Ririn Rifanto & Priyo Bagus Setiawan, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu
Ririn Rifanto & Priyo Bagus Setiawan, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Pengacara Toni & Instagram/@indramayuinfo

Kemudian, Dedi Mulyadi menyinggung fakta dari hasil persidangan bulan lalu. Ririn Rifanto saat itu mengungkap ada nama Aman Yani, Joko, Hardi, dan Yoga sebagai pelaku kasus ini.

KDM justru bersyukur dari pernyataan itu semakin membuka tabir kasus pembunuhan yang menimpa Haji Sahroni (75), Budi Awaludin (45), Euis (40), R (7), dan bayi berusia 8 bulan.

"Dengan ucapan itu, kita terbuka bisa mendalami kasusnya Aman Yani. Saya meyakini tidak ada kesulitan yang bisa diatasi mana kala pikiran jernih, hati kita ikhlas untuk mengungkapkan apa itu apa adanya," yakin KDM.

Kronologi Pembunuhan Satu Keluarga Indramayu Versi Priyo

Diketahui, kasus ini menyeret dua nama yang ditetapkan sebagai terdakwa, yakni Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan. Namun, Priyo mengaku dirinya bukan pembunuh keluarga Haji Sahroni, melainkan hanya bantu menguburkan jenazah korban.

Priyo menyebut pelaku utama kasus pembunuhan ini adalah Ririn. Terkait empat nama yang disebutkan hanya bersifat karangan yang dibuat oleh terdakwa 1.

Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Rabu (20/5/2026), Priyo mengungkap kronologi detik-detik aksi kekejaman Ririn saat menewaskan lima orang.

Berdasarkan kesaksiannya, Priyo menjelaskan bahwa Budi Awaludin sebagai korban pertama. Korban dihabisi saat berada di toko sembakonya pada Kamis (28/8/2025) malam.

Kemudian, jenazah Budi diikat kaki dan tangannya. Korban digotong menggunakan bambu bersama Ririn Rifanto.

"Jenazah Budi digotong dan dibawa ke rumah, lalu diseret ke gudang walet untuk dikuburkan bersama keluarganya," terang Priyo.

Priyo mengatakan, dirinya membantu proses penguburan. Jenazah Haji Sahroni pertama kali dikubur dan Budi yang terakhir.

"Yang pertama dikuburkan itu jenazah Haji Sahroni, kemudian Euis, anaknya yang besar, anak terakhir Budi yang bayi, dan barulah Budi terakhir," tukasnya.

Kesaksian ini membuat kuasa hukum Ririn Rifanto, Toni RM mengungkap isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi Priyo. Ia membuka barang bukti palu besi untuk menghabisi seluruh korban.

"Sering saya sampaikan bahwa saya masuk dalam perkara pembunuhan satu keluarga ini adalah untuk mengungkap kebenaran. Tujuan saya sampaikan ke publik secara transparan adalah agar publik ikut mengawal proses hukum perkara ini," kata Toni RM dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Strategi Menyiapkan Masa Pensiun agar Tetap Produktif dan Finansial Aman di Usia Senja

Strategi Menyiapkan Masa Pensiun agar Tetap Produktif dan Finansial Aman di Usia Senja

Strategi menghadapi masa pensiun kini jadi perhatian banyak orang. Mulai dari pengelolaan keuangan, investasi, hingga tetap produktif di usia senja menjadi kunci hidup tenang
Gibran Soroti Indonesia Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Garam Nasional, Proyek di Rote Timur Didorong Segera Beroperasi

Gibran Soroti Indonesia Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Garam Nasional, Proyek di Rote Timur Didorong Segera Beroperasi

Wapres Gibran menyebut kebutuhan garam nasional mencapai 5 juta ton per tahun dan belum terpenuhi. Proyek garam di Rote Timur didorong segera aktif.
Program Cetak Sawah Dinilai Penting untuk Kemandirian Pangan

Program Cetak Sawah Dinilai Penting untuk Kemandirian Pangan

Untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan pangan nasional.
Kebutuhan Garam Nasional 5 Juta Ton Per Tahun, Gibran: Kita Belum Bisa Penuhi Itu

Kebutuhan Garam Nasional 5 Juta Ton Per Tahun, Gibran: Kita Belum Bisa Penuhi Itu

Wapres Gibran Rakabuming Raka menyebut Indonesia masih belum bisa memenuhi kebutuhan garam secara nasional. Diketahui, total kebutuhan garam secara nasional
Vonis Nurhadi Diperkuat, KPK Tegaskan Hukuman 5 Tahun Penjara Jadi Peringatan Keras bagi Penegak Hukum

Vonis Nurhadi Diperkuat, KPK Tegaskan Hukuman 5 Tahun Penjara Jadi Peringatan Keras bagi Penegak Hukum

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menguatkan vonis 5 tahun penjara eks Sekretaris MA Nurhadi. KPK berharap putusan memberi efek jera.
Agen Korea Chris Kim Spill Fasilitas yang akan Didapat Megawati Hangestri Selama di Hillstate

Agen Korea Chris Kim Spill Fasilitas yang akan Didapat Megawati Hangestri Selama di Hillstate

Jelang gabung Hillstate pada akhir Juni mendatang, agen Korea Chris Kim menjabarkan fasilitas apa yang nantinya akan didapat Megawati Hangestri selama di Korea.

Trending

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) merespons tegas terkait gelombang protes dan kemarahan publik akibat penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Bandung. 
Pengakuan Nelayan Ini Sampai Bikin Gubernur Sherly Tjoanda Kaget, Pertanyakan Soal Cicilan Hingga Pendapatan Bulanan

Pengakuan Nelayan Ini Sampai Bikin Gubernur Sherly Tjoanda Kaget, Pertanyakan Soal Cicilan Hingga Pendapatan Bulanan

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda sampai berkali-kali bertanya soal cicilan dan penghasilan nelayan penerima kredit usaha rakyat atau KUR.
Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat sayembara berhadiah mencari Aman Yani. Pesan disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membuat warga terdiam
Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dalam sidang sebelumnya, Priyo sempat menyatakan bahwa Ririn tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Ia bahkan menyebut empat nama lain sebagai pelaku utama. 
Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Citra, kakak terdakwa Priyo Bagus Setiawan bercerita kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terkait momen Ririn Rifanto membunuh satu keluarga Haji Sahroni.
TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

Kabar dari Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda kembali mendominasi perhatian publik. Mulai dari sayembara dadakan KDM, soal PKL yang digusur hingga prestasi Malut.
Perjuangan Sherly Tjoanda Tak Sia-sia, Maluku Utara Bawa Pulang Rp19 M, Gubernur Malut: Hasil Kerja Bareng

Perjuangan Sherly Tjoanda Tak Sia-sia, Maluku Utara Bawa Pulang Rp19 M, Gubernur Malut: Hasil Kerja Bareng

Gubernur Sherly Tjoanda berhasil membawa pulang uang miliaran rupiah untuk APBD Maluku Utara. Sherly Tjoanda menegaskan ini hasil kerja bersama selama ini.
Selengkapnya

Viral