Kasus Pembunuhan Keluarga Indramayu Dinilai Rumit, Dedi Mulyadi: Kita Sudah Simpulkan Siapa Pelaku Sebenarnya
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Subang, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi kembali turun tangan menyikapi kasus pembunuhan keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu pada Kamis (28/8/2025) malam.
Dedi Mulyadi mengetahui ada banyak drama dalam perjalanan kasus pembunuhan keluarga ini. Gubernur Jabar itu memahami setiap fakta yang bermunculan membuat polemik ini semakin rumit.
Dedi Mulyadi menilai dari upaya mengumpulkan banyak bukti, misteri pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni semakin terang benderang. KDM meyakini aparat bisa menyimpulkan pelaku yang sebenarnya.
"Awalnya kelihatan rumit melahirkan perdebatan dan prasangka. Seiring berjalannya waktu, semuanya terungkap secara jelas, transparan," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan melalui Instagram pribadinya, Jumat (22/5/2026).
"Pada akhirnya kita sudah bisa menyimpulkan sendiri siapa pelaku sebenarnya," sambungnya.
Dedi Mulyadi Cari Sosok Aman Yani
- Kolase tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel & Istimewa
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi berpendapat kasus ini semakin terungkap apabila Aman Yani ditemukan dengan cepat. Pasalnya, nama tersebut terseret berawal dari pernyataan terdakwa Ririn Rifanto.
Selain Aman Yani, ada Hardi, Joko, dan Yoga. Akan tetapi, Aman Yani dianggap sebagai dalang kasus pembunuhan menimpa satu keluarga Haji Sahroni.
Sayangnya Aman Yani telah menghilang sejak 2016 lalu. Keberadaannya yang masih misteri membuat publik semakin penasaran dan menyebabkan kasus ini menimbulkan banyak drama.
"Sekarang kita cari di mana Aman Yani, ada atau tidak?," ucapnya.
Sebelumnya, KDM kembali mengundang adik Aman Yani, Titi. Selain itu, ia juga mengundang pihak perbankan untuk mengungkap fakta yang sempat menjadi misteri, termasuk aliran dana pensiun Aman.
Di momen ini, KDM menemukan fakta terbaru terkait keluarganya, termasuk mantan istri dan anak-anaknya. Ia cukup terkejut mendengar bahwa mereka tidak mencari keberadaan Aman Yani.
Keanehan ini membuat publik mendesak agar KDM menghadirkan mantan istri dan anak Aman Yani. Tujuannya untuk memperoleh fakta terbaru untuk menyelesaikan kasus sadis tersebut.
"Banyak yang menyampaikan agar saya bertemu dengan mantan istri dan anak-anaknya. Saya katakan saya berusaha untuk bisa bertemu dengan mantan istri dan anaknya," katanya.
KDM Heran Kenapa Mantan Istri dan Anak Aman Yani Diam
Lanjut, KDM masih berpikir terkait hasil dari pengakuan Titi. Ia meyakini mantan istri dan anak-anaknya mencari keberadaan Aman Yani yang sudah menghilang sejak hampir 10 tahun lalu.
Perpisahan Aman Yani dengan mantan istrinya juga bukan karena pertengkaran, melainkan akibat pensiunan perbankan tersebut menghilang secara misterius.
Mantan Bupati Purwakarta ini sedang berusaha menghadirkan pihak keluarga Aman Yani. Hal itu sebagai wujud memenuhi permintaan dari publik untuk menuntaskan kasus tersebut.
"Semoga bisa bertemu dan kita bisa mendengar penjelasan apa yang terjadi dan siapa pun pasti memiliki kepekaan dan rasa terhadap hilangnya mantan suami, hilangnya seorang ayah bagi anak-anaknya. Pasti anak-anaknya penasaran dong ayahnya di mana dan kenapa," ucapnya.
Kemudian, ia juga berharap kasus ini benar-benar selesai. Menurutnya, kasus ini sangat sadis dan kejam karena satu keluarga ditemukan dalam satu gundukan tanah di area rumahnya.
"Semoga masalah ini segera terungkap secara terbuka dan setiap peristiwa pasti ada hikmahnya," harap dia.
Soal Ririn Rifanto Ungkap 4 Nama Pelaku Lain
- Kolase tangkapan layar YouTube Pengacara Toni & Instagram/@indramayuinfo
Kemudian, Dedi Mulyadi menyinggung fakta dari hasil persidangan bulan lalu. Ririn Rifanto saat itu mengungkap ada nama Aman Yani, Joko, Hardi, dan Yoga sebagai pelaku kasus ini.
KDM justru bersyukur dari pernyataan itu semakin membuka tabir kasus pembunuhan yang menimpa Haji Sahroni (75), Budi Awaludin (45), Euis (40), R (7), dan bayi berusia 8 bulan.
"Dengan ucapan itu, kita terbuka bisa mendalami kasusnya Aman Yani. Saya meyakini tidak ada kesulitan yang bisa diatasi mana kala pikiran jernih, hati kita ikhlas untuk mengungkapkan apa itu apa adanya," yakin KDM.
Kronologi Pembunuhan Satu Keluarga Indramayu Versi Priyo
Diketahui, kasus ini menyeret dua nama yang ditetapkan sebagai terdakwa, yakni Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan. Namun, Priyo mengaku dirinya bukan pembunuh keluarga Haji Sahroni, melainkan hanya bantu menguburkan jenazah korban.
Priyo menyebut pelaku utama kasus pembunuhan ini adalah Ririn. Terkait empat nama yang disebutkan hanya bersifat karangan yang dibuat oleh terdakwa 1.
Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Rabu (20/5/2026), Priyo mengungkap kronologi detik-detik aksi kekejaman Ririn saat menewaskan lima orang.
Berdasarkan kesaksiannya, Priyo menjelaskan bahwa Budi Awaludin sebagai korban pertama. Korban dihabisi saat berada di toko sembakonya pada Kamis (28/8/2025) malam.
Kemudian, jenazah Budi diikat kaki dan tangannya. Korban digotong menggunakan bambu bersama Ririn Rifanto.
"Jenazah Budi digotong dan dibawa ke rumah, lalu diseret ke gudang walet untuk dikuburkan bersama keluarganya," terang Priyo.
Priyo mengatakan, dirinya membantu proses penguburan. Jenazah Haji Sahroni pertama kali dikubur dan Budi yang terakhir.
"Yang pertama dikuburkan itu jenazah Haji Sahroni, kemudian Euis, anaknya yang besar, anak terakhir Budi yang bayi, dan barulah Budi terakhir," tukasnya.
Kesaksian ini membuat kuasa hukum Ririn Rifanto, Toni RM mengungkap isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi Priyo. Ia membuka barang bukti palu besi untuk menghabisi seluruh korban.
"Sering saya sampaikan bahwa saya masuk dalam perkara pembunuhan satu keluarga ini adalah untuk mengungkap kebenaran. Tujuan saya sampaikan ke publik secara transparan adalah agar publik ikut mengawal proses hukum perkara ini," kata Toni RM dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).
(hap)
Load more