News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati dalam Sebulan: dari Kiai Ashari di Pati hingga Pengasuh Ponpes di Pekalongan

Daftar kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati pada Mei 2026, mulai dari Kiai Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati dan KH Abdul Khalim Fadlun, pengasuh Ponpes di Pekalongan.
Kamis, 28 Mei 2026 - 04:14 WIB
Sosok KH Abdul Khalim Fadlun, Ponpes Padepokan Padang Ati Buaran di Pekalongan & Kiai Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube FHI Multimedia & Instagram/@suaratanahairnew

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan pencabulan kembali mencoreng dunia pendidikan berbasis keagamaan. Dalam sebulan, terdapat dua kasus dugaan tindak asusila terhadap santriwati.

Pasalnya, kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati yang pertama melibatkan sosok Kiai Ashari (51), Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo di Pati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkini, sosok KH Abdul Khalim Fadlun (54), pengasuh Ponpes Padepokan Padang Ati Buaran di Pekalongan diduga melakukan pencabulan terhadap sejumlah santriwati.

1. Kiai Ashari Cabuli Puluhan Santriwati di Ponpes Ndholo Kusumo Pati

Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Kiai Ashari ditangkap karena kasus pencabulan.
Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Kiai Ashari ditangkap karena kasus pencabulan.
Sumber :
  • X @neVerAl0nely___

Sebelumnya diberitakan, kasus melibatkan Kiai Ashari mendadak viral di media sosial. Kehebohan terjadi setelah warga berbondong-bondong melakukan aksi demonstrasi.

Kepolisian Resor Pati menjelaskan kasus dugaan tindak pidana pencabulan terhadap puluhan santriwati melibatkan pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo di Kabupaten Pati.

Polres Pati mengabarkan, kasus ini telah dilaporkan sejak 18 Juli 2024. Adapun rentang waktu peristiwa dugaan pencabulan di Ponpes Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Pati, Jawa Tengah terjadi sejak Februari 2020 hingga Januari 2024.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah pihak, santriwati diduga menjadi korban tindak pidana asusila kiai cabul tersebut sebanyak 50 orang.

Laporan ini mendorong polisi menetapkan Ashari sebagai tersangka atas kasus pencabulan terhadap puluhan santriwati pada 28 April 2026.

Penetapan tersangka ini berdasarkan peristiwa dugaan pencabulan yang terjadi di beberapa lokasi di lingkungan ponpes tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyah Widya Wiratama sebelumnya menjelaskan kronologi penangkapan terhadap Kiai Ashari.

Dika menyampaikan bahwa, kiai cabul tersebut resmi ditangkap di Masjid Agung Purwantoro Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (7/5/2026), sekitar pukul 04.00 WIB.

Dika mengatakan, kiai cabul tersebut langsung dibawa menuju Mapolresta Pati. Tujuannya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dika berpendapat, tersangka sempat berpindah-pindah tempat. Kiai cabul itu mengetahui dirinya menjadi buron yang sedang dikejar oleh polisi.

Ia menambahkan, tersangka sempat kabur ke beberapa daerah. Hingga pada akhirnya, pengasuh Ponpes di Pati tersebut resmi ditangkap di Wonogiri.

"Alhamdulillah sudah tertangkap. (Tersangka) sempat ke Kudus, Bogor, kemudian lanjut Jakarta, setelah itu ke Solo dan Wonogiri," ujar Dika dikutip, Kamis (28/5/2026).

Dika mengatakan, tersangka telah mengakui perbuatannya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kiai cabul itu telah melakukan aksinya sekitar 11 kali.

"Tersangka sudah mengakui perbuatannya. Dari pengakuannya, aksi pencabulan tersebut sudah dilakukan kurang lebih sebanyak 11 kali," terang Dika.

Terkini, penahanan terhadap Kiai Ashari dipindahkan ke Polda Jateng. Wakasat Reskrim Polresta Pati, AKP Iswantoro menyampaikan alasan pemindahan tersangka dengan alasan keamanan.

"Namun, penyelidikan masih terus berkembang guna mengungkap seluruh fakta dalam kasus yang menghebohkan masyarakat itu," ucap Iswantoro kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).

2. Pengasuh Ponpes di Pekalongan Diduga Cabuli Santriwati

Ilustrasi pencabulan
Ilustrasi pencabulan
Sumber :
  • Antara

Sosok KH Abdul Khalim Fadlun mendadak mencuri perhatian publik. Pengasuh Ponpes Padepokan Padang Ati Buaran di Pekalongan resmi diamankan atas dugaan pencabulan terhadap sejumlah santriwati.

Polisi menangkap kiai cabul tersebut pada Rabu (27/5/2026). Menariknya, momen ini sempat mengalami ketegangan akibat sekelompok massa dari organisasi masyarakat (ormas) Yakuza Maneges mendatangi pesantren tersebut.

Ormas tersebut menuntut agar Pimpinan Ponpes Padepokan Padang Ati Buaran itu bertanggung jawab atas tindakannya yang dinilai sudah merugikan banyak santri.

Sementara, Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi menyampaikan alasan pihaknya menangkap terduga pelaku. Hal ini akibat enam santriwati melaporkan dugaan tindak pidana asusila dilakukan KH Abdul Khalim kepada polisi.

Enam santriwati yang melaporkan kasus dugaan pencabulan ini berusia 17 hingga 25 tahun. Mereka telah diperiksa sebagai korban.

"Kami juga membuka kemungkinan adanya tambahan korban lain mengingat jumlah dugaan korban yang belum berani melapor disebut mencapai lebih dari 25 orang," ujar AKBP Riki di Pekalongan, Rabu, 27 Mei 2026.

Menariknya, beberapa santriwati yang menjadi korban ikut hadir saat aksi penggerudukan dan penangkapan terhadap pelaku. Kedatangan mereka memberikan kesaksian di depan ratusan santri.

Mereka berharap agar santriwati lainnya yang diduga menjadi korban berani bersuara dan melaporkan pengasuh pesantren tersebut kepada polisi.

Sementara, juru bicara ormas Yakuza Maneges, Eko Ebes mengabarkan, pihaknya sebenarnya mendapat keluhan dari puluhan para korban.

Eko mengakui tantangan yang harus dilakukan pihaknya agar para korban berani melaporkan perbuatan pelaku kepada pihak yang berwenang.

"Jumlah itu belum termasuk santriwati yang sebelumnya viral karena hamil dan melahirkan, yang juga diduga berkaitan dengan kasus tersebut," kata Eko Ebes.

Atas kejadian ini, polisi terus melakukan pengawasan terhadap pesantren tersebut secara intensif.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral Minta Relokasi Tiang Telkom di Depan Toko, Warga Malah Ditagih Hampir Rp3 Juta

Viral Minta Relokasi Tiang Telkom di Depan Toko, Warga Malah Ditagih Hampir Rp3 Juta

Persoalan memanas ketika warga meminta tiang milik Telkom Indonesia tersebut untuk direlokasi. Ia justru diminta untuk melakukan pembayaran hampir Rp3 juta.
Bisa Bantu Kerja Tanpa Sentuh HP, Samsung Siapkan Kacamata Pintar Berbasis AI: Bisa Terjemahkan Bahasa hingga Rangkum Rapat

Bisa Bantu Kerja Tanpa Sentuh HP, Samsung Siapkan Kacamata Pintar Berbasis AI: Bisa Terjemahkan Bahasa hingga Rangkum Rapat

Samsung Intelligent Eyewear dikabarkan meluncur Desember 2026. Kacamata pintar berbasis Android XR dan Gemini ini bisa menerjemahkan bahasa hingga merangkum
Media Sosial Negeri Jiran Sorot Pemain Kelahiran Bontang yang Bersinar di Kasta Teratas Liga Malaysia: Layak Dipanggil Timnas Indonesia

Media Sosial Negeri Jiran Sorot Pemain Kelahiran Bontang yang Bersinar di Kasta Teratas Liga Malaysia: Layak Dipanggil Timnas Indonesia

Tampil konsisten di Liga Malaysia membuat pemain lokal kelahiran Bontang mendapat sorotan media sosial Negeri Jiran dan dianggap layak ke Timnas Indonesia.
Tragedi LaLiga 2: Striker Tenerife Jesus de Miguel Meninggal Dunia usai Benturan Brutal di Lapangan

Tragedi LaLiga 2: Striker Tenerife Jesus de Miguel Meninggal Dunia usai Benturan Brutal di Lapangan

Penyerang CD Tenerife, Jesus de Miguel, meninggal dunia pada usia 30 tahun setelah mengalami benturan keras dengan kiper FC Andorra dalam laga LaLiga 2 itu.
Kamera 200MP dan Selfie 68MP, Bocoran vivo X500 Ultra dan X500s Bikin Penasaran!

Kamera 200MP dan Selfie 68MP, Bocoran vivo X500 Ultra dan X500s Bikin Penasaran!

vivo X500 Ultra dikabarkan membawa kamera telefoto 200MP, sedangkan vivo X500s menguji sensor selfie 68MP berbentuk persegi. Simak bocoran spesifikasinya.
Adik Pemain Timnas Indonesia Dipanggil Jerman untuk Kualifikasi Euro 2027, John Herdman Kecolongan?

Adik Pemain Timnas Indonesia Dipanggil Jerman untuk Kualifikasi Euro 2027, John Herdman Kecolongan?

Said Aalim Brkic, pemain keturunan Indonesia, kembali masuk skuad Jerman U-17 untuk kualifikasi Euro 2027 di Frankfurt, melawan tiga negara Eropa pada November.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Selengkapnya

Viral