GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wamendagri Ribka Haluk Tegaskan OAP Belum Tentu Minoritas di Tanah Papua, Ini Penjelasan Data Dukcapil

Wamendagri Ribka Haluk meluruskan persepsi soal data OAP di Tanah Papua dan menegaskan jumlah saat ini belum mencerminkan kondisi sebenarnya.
Kamis, 28 Mei 2026 - 18:44 WIB
Wamendagri Ribka Haluk Tegaskan OAP Belum Tentu Minoritas di Tanah Papua, Ini Penjelasan Data Dukcapil
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meluruskan persepsi yang berkembang di masyarakat terkait data Orang Asli Papua (OAP) di enam provinsi di Tanah Papua.

Ribka menegaskan jumlah OAP yang saat ini tercatat dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) tidak bisa langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa masyarakat asli Papua kini menjadi kelompok minoritas di wilayahnya sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan itu disampaikan Ribka Haluk usai muncul berbagai komentar publik dan perdebatan di media sosial terkait hasil pendataan OAP oleh pemerintah daerah di Tanah Papua.

Ribka Haluk Tegaskan Data OAP Masih Dinamis

Ribka mengatakan pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi di Tanah Papua sedang terus melakukan pendataan terhadap Orang Asli Papua.

Namun, ia menekankan bahwa data yang saat ini tersedia masih bersifat dinamis karena banyak warga asli Papua yang belum melakukan perekaman administrasi kependudukan.

“Setelah ada pertemuan kami terkait dengan masalah pendataan Orang Asli Papua yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Papua dan juga lima provinsi lain di Tanah Papua, ternyata memang ada netizen, komentator, dan pengamat lokal yang menyampaikan persepsi bahwa terjadi minoritas terhadap Orang Asli Papua,” kata Ribka di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri, jumlah OAP aktif yang telah melakukan perekaman KTP elektronik dan masuk dalam SIAK saat ini tercatat sebanyak 2.296.846 jiwa.

Sementara itu, total penduduk di seluruh Tanah Papua berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) Dinamis mencapai 5.832.120 jiwa.

Meski demikian, Ribka meminta masyarakat tidak buru-buru menyimpulkan bahwa OAP menjadi minoritas hanya berdasarkan angka tersebut.

Banyak OAP Belum Terekam Data Kependudukan

Menurut Ribka, masih banyak Orang Asli Papua yang belum masuk dalam sistem administrasi kependudukan karena tinggal di wilayah terpencil, pegunungan, pedalaman, hingga daerah perbatasan.

Selain itu, terdapat pula warga Papua yang berada di luar negeri dan belum melakukan perekaman data.

“Ini harus jemput bola istilahnya di kependudukan, harus jemput bola supaya semua data Orang Asli Papua itu terdata,” ujar Ribka.

Ia menegaskan pemerintah perlu aktif mendatangi masyarakat agar proses pendataan bisa dilakukan secara menyeluruh.

“Jadi bukan berarti kita lihat dua juta ini minoritas belum tentu juga minoritas, karena banyak yang belum direkam Orang Asli Papua yang ada di balik gunung, yang ada di sungai, yang ada di mana saja, tapi belum direkam,” lanjutnya.

Kendala Pendataan di Wilayah Pegunungan dan Daerah 3T

Ribka menjelaskan tantangan terbesar dalam pendataan OAP adalah kondisi geografis Papua yang sangat luas dan sulit dijangkau.

Wilayah pegunungan, daerah terpencil, terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T disebut menjadi lokasi yang paling sulit dijangkau petugas administrasi kependudukan.

Selain faktor geografis, pemerintah juga menghadapi tantangan berupa stigma dan informasi keliru yang berkembang di masyarakat terkait perekaman KTP elektronik.

Menurut Ribka, masih ada sebagian warga yang percaya bahwa perekaman data kependudukan berkaitan dengan isu tertentu sehingga enggan melakukan pendaftaran.

“Ada stigma atau ada masyarakat itu buat kesimpulan sendiri bahwa kalau merekam KTP itu disebut angka 666 itu antikris. Jadi mereka tidak mau merekam,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ada pula warga yang khawatir data mereka digunakan untuk memata-matai masyarakat.

“Ada yang bilang menyampaikan bahwa ini kalau direkam nanti dimata-matain,” tambah Ribka.

Data Kependudukan Jadi Dasar Kebijakan Pemerintah

Ribka menekankan pentingnya data kependudukan bagi pemerintah dalam menentukan berbagai kebijakan pembangunan dan pelayanan masyarakat di Papua.

Menurutnya, data tersebut menjadi dasar penghitungan Dana Alokasi Umum (DAU), dana otonomi khusus, hingga program kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, pemerintah terus mendorong agar seluruh masyarakat Papua melakukan perekaman administrasi kependudukan.

“Kalau datanya tidak lengkap, pemerintah juga sulit mengukur kebutuhan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Papua Tengah Jadi Provinsi dengan OAP Aktif Terbesar

Berdasarkan hasil pemilahan data OAP aktif dan total penduduk di Tanah Papua, Provinsi Papua Tengah menjadi wilayah dengan jumlah OAP aktif terbesar.

Berikut rincian data OAP aktif di enam provinsi Papua:

  • Papua Tengah: 995.248 jiwa dari total penduduk 1.393.565 jiwa

  • Papua: 512.331 jiwa dari total penduduk 1.126.448 jiwa

  • Papua Barat: 281.161 jiwa dari total penduduk 592.451 jiwa

  • Papua Barat Daya: 256.915 jiwa dari total penduduk 636.164 jiwa

  • Papua Selatan: 229.337 jiwa dari total penduduk 595.192 jiwa

Ribka memastikan pemerintah akan terus melakukan pembaruan dan pendataan secara aktif agar data Orang Asli Papua semakin akurat dan dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran. (nsp)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Shin Tae-yong Blak-blakan Soal Megawati Hangestri Jelang Comeback ke V-League Bersama Hyundai Hillstate: Dia Jauh Melebihi Ekspektasi!

Shin Tae-yong Blak-blakan Soal Megawati Hangestri Jelang Comeback ke V-League Bersama Hyundai Hillstate: Dia Jauh Melebihi Ekspektasi!

Sebagai pelatih sepak bola, Shin Tae-yong mengaku tetap bisa melihat kualitas seorang atlet dari cabang olahraga lain. Menurutnya, Megawati Hangestri memiliki kemampuan fisik
Mengenal Sholawat yang Dibaca Megawati Hangestri, Atlet Voli Indonesia yang Kini Bermain di Hillstate

Mengenal Sholawat yang Dibaca Megawati Hangestri, Atlet Voli Indonesia yang Kini Bermain di Hillstate

Siapa sangka, atlet Megawati Hangestri yang dikenal sebagai atlet voli Indonesia kini bergabung dengan klub Korea. Dibalik suksesnya ada amalan sunnah ditekuni
Bursa Transfer AC Milan: Negosiasi Mencekam 5 Jam di London, Andoni Iraola Masih Ragu Gabung Rossoneri

Bursa Transfer AC Milan: Negosiasi Mencekam 5 Jam di London, Andoni Iraola Masih Ragu Gabung Rossoneri

Upaya AC Milan mendapatkan Andoni Iraola sebagai pelatih baru tampaknya masih menemui jalan terjal meski sudah gelar pertemuan intensif dalam waktu cukup lama.
Hasil Road to UFC Season 5: Satu Pukulan Telak Bikin Yudi Cahyadi TKO di Ronde Pertama, Gagal Promosi ke UFC

Hasil Road to UFC Season 5: Satu Pukulan Telak Bikin Yudi Cahyadi TKO di Ronde Pertama, Gagal Promosi ke UFC

Hasil Road to UFC Season 5 (RTU5), di mana Yudi Cahyadi gagal promosi ke UFC usai menelan kekalahan di ronde pertama.
Kabar Buruk untuk Brasil, Neymar Cedera Betis dan Terancam Absen di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Kabar Buruk untuk Brasil, Neymar Cedera Betis dan Terancam Absen di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Brasil diterpa kabar buruk jelang Piala Dunia 2026 setelah Neymar mengalami cedera betis tingkat dua dan terancam absen pada laga pembuka melawan Maroko.
KPK Periksa Dua ASN Kemenhub Dalami Soal Penerimaan Uang di Kasus DJKA

KPK Periksa Dua ASN Kemenhub Dalami Soal Penerimaan Uang di Kasus DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri dugaan penerimaan yang dilakukan sejumlah pejabat di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Trending

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Setter andalan Hyundai Hillstate, Kim Da-in, siap menjadi tandem baru Megawati Hangestri di V-League 2026/2027. Pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Korea.
Sempat Hilang saat Pawai Juara Persib Bandung, Frans Putros Beri Reaksi Mengejutkan usai Ponselnya Ditemukan

Sempat Hilang saat Pawai Juara Persib Bandung, Frans Putros Beri Reaksi Mengejutkan usai Ponselnya Ditemukan

Bek Persib Bandung, Frans Putros memberikan reaksi mengejutkan. Hal itu terjadi setelah ponsel diduga miliknya yang hilang saat pawai juara berhasil ditemukan.
Cara Nonton Live Streaming Road to UFC Season 5 Yudi Cahyadi vs Xie Bin Malam Ini

Cara Nonton Live Streaming Road to UFC Season 5 Yudi Cahyadi vs Xie Bin Malam Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Road to UFC Season 5 (RT5) dengan duel utama antara Yudi Cahyadi vs Xie Bin di kelas bulu.
‎Thom Haye dan Shayne Pattynama Tetap Ikut TC Timnas Indonesia Meski Absen di FIFA Matchday, Ternyata Ini Alasannya

‎Thom Haye dan Shayne Pattynama Tetap Ikut TC Timnas Indonesia Meski Absen di FIFA Matchday, Ternyata Ini Alasannya

Dua pemain keturunan, Thom Haye dan Shayne Pattynama terpantau mengikuti latihan bersama Timnas Indonesia. Keduanya turut hadir di TC perdana meski sejatinya absen dalam FIFA Matchday Juni 2026.
Fabio Grosso Bisa Bawa Jay Idzes ke Fiorentina, Segini Mahar yang Perlu Dikeluarkan untuk Bek Timnas Indonesia

Fabio Grosso Bisa Bawa Jay Idzes ke Fiorentina, Segini Mahar yang Perlu Dikeluarkan untuk Bek Timnas Indonesia

Laporan dari Italia mengatakan bahwa Jay Idzes bisa dibawa Fabio Grosso ke Fiorentina. Sang bek Timnas Indonesia bisa direkrut oleh La Viola pada bursa transfer musim panas.
Selengkapnya

Viral