Siapa Prihantini? Alumnus ITB yang Bikin Geger Dunia Riset Internasional Lewat Dugaan "Fraud" di Denmark
- Instagram/@w.o.d.d
Jakarta, tvOnenews.com - Institut Teknologi Bandung (ITB) akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait kasus dugaan manipulasi riset (fraud) yang menyeret salah satu alumnusnya, Prihantini.
Pihak kampus menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan tanggung jawab pribadi yang bersangkutan dan tidak memiliki sangkut paut dengan kegiatan akademik institusi.
Prihantini tercatat sebagai lulusan Program Magister Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB angkatan 2020 yang telah wisuda pada tahun 2022.
Dekan FMIPA ITB, Aep Patah, menjelaskan bahwa materi yang dipaparkan Prihantini dalam konferensi internasional para ahli pneumonia (ISPPD) di Kopenhagen, Denmark, pada 17-21 Mei lalu, sangat berbeda dengan fokus studinya selama di ITB.
Diketahui, tesis magister Prihantini berjudul "Kajian Analitik Gelombang Air Akibat Longsoran pada Pantai Miring".
“ITB memandang sikap bahwa tindakan Saudari Prihatini tersebut merupakan tindakan hukum sebagai seorang individu. Dengan demikian, jika terdapat proses hukum atas tindakan tersebut, maka ITB sangat menghormati upaya hukum dimaksud,” tegas Aep dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/5).
Kasus ini mencuat setelah peneliti dari Universitas Udayana, Ida Bagus Mandhara Brasika dan Wa Ode Dwi Daningrat, mengungkap keganjilan riset Prihantini dan timnya melalui media sosial Threads.
Mereka yang juga hadir di Kopenhagen menemukan adanya dugaan penelitian palsu yang digunakan untuk mendapatkan dana bantuan (grant) dari penyelenggara konferensi.
Menanggapi hal tersebut, ITB kini semakin memperketat standar pengawasan karya ilmiah untuk menjaga reputasi di level dunia.
Rektorat memastikan bahwa lingkungan kampus tetap menjunjung tinggi kejujuran ilmiah dan meminta masyarakat untuk bisa memisahkan antara ranah pribadi alumni dengan integritas institusi ITB secara keseluruhan.
Kampus menekankan tidak akan menoleransi segala bentuk plagiarisme atau fabrikasi data.
Di sisi lain, pemerintah melalui Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek), Brian Yuliarto, turut memantau perkembangan kasus ini.
Berdasarkan pengecekan awal, Prihantini dan rekan timnya tidak terdaftar sebagai staf pengajar aktif.
“Berdasarkan informasi awal yang kami peroleh, pihak-pihak yang disebut dalam kasus ini tidak terindikasi sebagai dosen atau peneliti aktif di perguruan tinggi Indonesia,” ungkap Brian.
Load more