News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPK Pastikan Tersangka di Kasus Bea Cukai Akan Bertambah, Buru Pihak Lain

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku bahwa kasus dugaan suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai tidak akan berhenti pada tujuh tersangka.
Selasa, 16 Juni 2026 - 01:00 WIB
Ilustrasi KPK.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku bahwa kasus dugaan suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai tidak akan berhenti pada tujuh tersangka.

Pasalnya, saat ini kami terus melakukan pemantauan atau mencermati fakta-fakta yang muncul di dalam persidangan khususnya dalam sidang pemilik PT Blueray John Field dan kawan-kawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tentunya perkara ini tidak berhenti disini, KPK masih terus mencermati fakta-fakta persidangan," ucap juru bicara KPK, Budi Prasetyo, Senin (15/6/2026).

"Apakah ada pihak-pihak lain yang punya peran kuat dalam konstruksi perkaranya," sambungnya.

Budi mengungkapkan, bahwa masih terdapat satu tersangka yang masih dalam tahap penyidikan. Sementara 6 orang lainnya telah dan akan segera masuk didalam persidangan.

Diketahui, satu tersangka yang saat ini masih dilakukan penyidikan yaitu Budiman selaku mantan Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 DJBC Bea Cukai.

"Yang masih jalan di penyidikan satu tersangka untuk saudara BD, sehingga pemanggilan saksi-saksi dalam proses penyidikan perkara untuk melengkapi berkas penyidikannya saudara BD," ungkap Budi.

Sebelumnya, KPK akan mendalami soal dugaan aliran dana Rp30 miliar kepada pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Ahmad Dedi alias Dedi Congor.

Penerimaan itu terungkap berdasarkan fakta persidangan pemilik PT Blueray, John Field yang merupakan terdakwa kasus suap importasi barang pada Ditjen Bea Cukai di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, bahwa setiap fakta persidangan akan ditelaah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Hal tersebut akan menjadi bahan bagi tim penyidik untuk menelusuri keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

"Setiap fakta yang muncul dalam persidangan, tentunya akan ditelaah oleh JPU," kata Budi kepada wartawan dikutip Minggu (14/6/2026).

"Apakah fakta tersebut memperkuat bukti-bukti terkait perkara pokok untuk terdakwa yang disidangkan, atau akan menjadi materi baru yang dapat masuk ke kemungkinan pengembangan berikutnya," sambungnya.

Budi mengaku bahwa pihaknya akan terus mencermati jalannya persidangan. Selain itu ia juga meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan kasus ini.

"KPK tentunya mengajak masyarakat untuk terus mengikuti jalannya persidangan perkara ini, sebagai salah satu bentuk peran serta publik dalam mengawal proses hukum tindak pidana korupsi," jelasnya.

Adapun dalam persidangan Jumat kemarin, John Field mengaku bahwa memberikan uang senilai Rp30 miliar kepada Dedi Congor.

Mulanya tim penasihat hukumnya menanyakan terkait adanya angka Rp91 miliar berdasarkan hasil pemeriksaan penyidikan.

"Saya ingin clear ini, Pak. Bahwa ini Rp 91 miliar sudah terungkap di pemeriksaan penyidikan, dalam dakwaan Rp 61 miliar, berarti ada Rp 30 miliar lagi, bisa Bapak jelaskan?" tanya tim penasihat.

"Yang Rp 30 (miliar) itu setiap bulan saya bantu Rp5 miliar, Rp5 miliar itu ke Pak Dedi yang saya tahu dia itu di salah satu," jawab John.

Lalu John juga mengaku bahwa uang tersebut ia serahkan selama enam bulan, dan setiap bulannya 'menyetor' Rp5 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

John juga mengungkapkan bahwa uang tersebut ia serahkan tidak langsung kepada Dedi melainkan melaui stafnya.(aha/raa)
 

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemulihan Pasca Bencana, Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Ajak Perguruan Tinggi Kedokteran Terjun ke Penyintas

Pemulihan Pasca Bencana, Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Ajak Perguruan Tinggi Kedokteran Terjun ke Penyintas

Pemerintah Indonesia menekankan sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama dalam menjamin keselematan masyarakat dalam penanganan pasca bencana Aceh.
KPK Limpahkan Berkas Perkara ke Tahap Penuntutan Terhadap Tiga Pejabat Ditjen Bea Cukai Soal Kasus Suap Importasi Barang

KPK Limpahkan Berkas Perkara ke Tahap Penuntutan Terhadap Tiga Pejabat Ditjen Bea Cukai Soal Kasus Suap Importasi Barang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara milik tiga pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait kasus dugaan suap importasi barang.
Boni Hargens Nilai Polri Semakin Lakukan Pendekatan Humanis

Boni Hargens Nilai Polri Semakin Lakukan Pendekatan Humanis

Intitusi Polri di bawah pimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai semakin humanis dalam mengawal rentetan aksi unjuk rasa yang terjadi disejumlah wilayah belakangan waktu ini.
Mantan Staf Ahli Heri Gunawan Mangkir Lagi Dari Panggilan KPK Terkait Kasus Korupsi Dana CSR BI-OJK

Mantan Staf Ahli Heri Gunawan Mangkir Lagi Dari Panggilan KPK Terkait Kasus Korupsi Dana CSR BI-OJK

Model sekaligus mantan staf ahli anggota DPR RI Heri Gunawan, Fitri Assiddikki (FA) kembali mangkir dari pemanggilan KPK terkait kasus dugaan korupsi dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Polisi Bongkar Peredaran Ribuan Obat Keras Daftar G Ilegal, 14 Tersangka Ditangkap

Polisi Bongkar Peredaran Ribuan Obat Keras Daftar G Ilegal, 14 Tersangka Ditangkap

Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat membongkar peredaran obat keras daftar G ilegal yang terjadi dalam periode Mei 2026 di wilayah hukumnya.
Hanya Satu Tersangka Kasus Suap Bea Cukai yang Masih Dilakukan Penyidikan KPK, Ini Sosoknya

Hanya Satu Tersangka Kasus Suap Bea Cukai yang Masih Dilakukan Penyidikan KPK, Ini Sosoknya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan penyidikan terhadap satu tersangka yakni Budiman Bayu Prasojo (BBP) di kasus suap importasi barang di Ditjen Bea Cukai.

Trending

Debutan Kembali Bikin Geger, Giliran Tanjung Verde yang Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026

Debutan Kembali Bikin Geger, Giliran Tanjung Verde yang Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026

Skor akhir 0-0 membuat Tanjung Verde sukses mencuri perhatian dunia setelah menahan imbang raksasa Eropa, Spanyol pada laga Grup H, Senin (15/6/2026) waktu setempat.
KPK Pastikan Tersangka di Kasus Bea Cukai Akan Bertambah, Buru Pihak Lain

KPK Pastikan Tersangka di Kasus Bea Cukai Akan Bertambah, Buru Pihak Lain

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku bahwa kasus dugaan suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai tidak akan berhenti pada tujuh tersangka.
Penelitian Final Tim PKPE FT UGM Ungkap Jejak PVC pada Residu Pembakaran di Rumah Api Seyegan Sleman

Penelitian Final Tim PKPE FT UGM Ungkap Jejak PVC pada Residu Pembakaran di Rumah Api Seyegan Sleman

Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM merampungkan penelitiannya terkait fenomena kemunculan api yang terjadi secara berulang di Sleman
Wisatawan dari Berbagai Kota di Indonesia Menikmati Waktu Libur dengan Forest Wellness Experience di Purworejo

Wisatawan dari Berbagai Kota di Indonesia Menikmati Waktu Libur dengan Forest Wellness Experience di Purworejo

Belasan wisatawan dari berbagai kota di Indonesia manfaatkan waktu libur mereka merasakan Forest Wellness Experience di DeLoano Glamping, 13 hingga 14 Juni 2026
KPK Limpahkan Berkas Perkara ke Tahap Penuntutan Terhadap Tiga Pejabat Ditjen Bea Cukai Soal Kasus Suap Importasi Barang

KPK Limpahkan Berkas Perkara ke Tahap Penuntutan Terhadap Tiga Pejabat Ditjen Bea Cukai Soal Kasus Suap Importasi Barang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara milik tiga pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait kasus dugaan suap importasi barang.
Polisi Bongkar Peredaran Ribuan Obat Keras Daftar G Ilegal, 14 Tersangka Ditangkap

Polisi Bongkar Peredaran Ribuan Obat Keras Daftar G Ilegal, 14 Tersangka Ditangkap

Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat membongkar peredaran obat keras daftar G ilegal yang terjadi dalam periode Mei 2026 di wilayah hukumnya.
Boni Hargens Nilai Polri Semakin Lakukan Pendekatan Humanis

Boni Hargens Nilai Polri Semakin Lakukan Pendekatan Humanis

Intitusi Polri di bawah pimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai semakin humanis dalam mengawal rentetan aksi unjuk rasa yang terjadi disejumlah wilayah belakangan waktu ini.
Selengkapnya

Viral