News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Upaya Pengelolaan Sampah, KomLing dan Smart Geprek Jadi Inovasi Baru Warga Gandaria Utara

Upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus melahirkan inovasi, baru salah satunya dilakukan oleh RT 11 RW 07 Kelurahan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Rabu, 24 Juni 2026 - 15:47 WIB
Upaya Pengelolaan Sampah, KomLing dan Smart Geprek Jadi Inovasi Baru Warga Gandaria Utara
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus melahirkan inovasi, baru salah satunya dilakukan oleh RT 11 RW 07 Kelurahan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ketua RT Imam Basori bersama warga resmi meluncurkan program Kompos Keliling (KomLing) dan memperkenalkan jingle "KomLing Mania".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya itu, mereka juga menghadirkan inovasi Smart Geprek, alat pemadat botol plastik dan kaleng minuman berbasis teknologi sederhana.

Program ini merupakan bagian dari gerakan perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga. 

Melalui KomLing, sampah organik dari dapur tidak lagi menumpuk di tempat sampah atau berakhir di Tempat Pembuangan Sampah (TPS), melainkan dijemput langsung menggunakan gerobak listrik untuk kemudian diolah menjadi kompos.

Imam Basori, mengatakan bahwa persoalan sampah harus diselesaikan dari hulunya agar tidak menjadi beban lingkungan di hilir.

"Kami mencoba menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya, yaitu dapur rumah tangga. Sampah organik seperti sisa makanan dan sayuran akan dijemput langsung melalui KomLing untuk diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi lingkungan," ujarnya.

Menurutnya, pendekatan jemput bola menjadi solusi agar warga lebih mudah berpartisipasi dalam pengelolaan sampah. Kehadiran gerobak listrik KomLing diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah organik sejak dari rumah.

Tidak hanya itu, RT 11 RW 07 juga meluncurkan Smart Geprek, alat yang digunakan untuk memadatkan botol plastik dan kaleng minuman sebelum masuk ke bank sampah. Dengan volume yang lebih kecil, proses penyimpanan dan pengangkutan sampah anorganik menjadi lebih efisien serta memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Untuk memperkuat kampanye perubahan perilaku warga, peluncuran program ini juga diramaikan dengan hadirnya jingle "KomLing Mania". Lagu tersebut dirancang sebagai media edukasi yang ringan dan mudah diingat agar masyarakat terbiasa memilah sampah organik, anorganik, dan residu.

Camat Kebayoran Baru, Rahmat Mulyadi, yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan warga RT 11 RW 07. Menurutnya, tugas utama lingkungan RT pada dasarnya adalah menciptakan kawasan yang aman, bersih, dan sehat.

Ia menilai KomLing menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat menyelesaikan persoalan sampah secara mandiri dari tingkat rumah tangga. Menurut Rahmat, jika sampah selesai di rumah tangga, maka tidak ada lagi sampah yang menumpuk di tingkat RT, RW, hingga kelurahan.

"Kalau sampah selesai di rumah tangga, tidak ada sampah di RT. Kalau tidak ada sampah di RT, tidak ada sampah di RW. Kalau tidak ada sampah di RW, tidak ada sampah di kelurahan. Artinya, Jakarta bisa bebas sampah," ujarnya.

Rahmat juga menyebut konsep KomLing sebagai inovasi yang belum banyak dilakukan pemerintah. Menurutnya, sistem penjemputan sampah organik menggunakan gerobak keliling merupakan terobosan yang mampu menjawab persoalan pemilahan sampah yang selama ini sering kembali tercampur saat proses pengangkutan.

Senada dengan itu, Lurah Gandaria Utara, Muhammad Fahri, menegaskan bahwa pengelolaan sampah dari rumah tangga menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi mengingat kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang semakin terbatas.

Menurut Fahri, KomLing menjadi langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir dengan mengolah sampah organik langsung di lingkungan warga. Ia juga mendorong pembentukan bank sampah dan pengembangan fasilitas pengolahan organik seperti komposter maupun teba modern.

"Ke depan yang dibuang ke Bantargebang hanya sampah residu. Karena itu masyarakat harus mulai terbiasa memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah," katanya.

Melalui kolaborasi antara warga, pengurus lingkungan, dan pemerintah, RT 11 RW 07 Gandaria Utara berharap KomLing, Smart Geprek, dan jingle KomLing Mania dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang dapat direplikasi di wilayah lain di Jakarta.

Dengan mengusung semangat "Mengubah Sampah Menjadi Berkah", program ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga membangun budaya gotong royong serta ekonomi sirkular di tengah masyarakat perkotaan.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Persib Resmi Lolos 16 Besar ACL 2, 3 Klub Ini Berpotensi Jadi Lawan Maung Bandung

Persib Resmi Lolos 16 Besar ACL 2, 3 Klub Ini Berpotensi Jadi Lawan Maung Bandung

Persib Bandung mengunci tiket 16 besar ACL 2 usai menaklukkan Melbourne Victory. Adelaide United, Svay Rieng, dan Gangwon FC sementara berpotensi jadi lawan.
Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh saat Padamkan Karhutla di Kalteng

Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh saat Padamkan Karhutla di Kalteng

TNI AD mengungkap fakta baru dibalik insiden kecelakaan helikopter milik Penerbad yang terjadi saat memadamkan karhutla di Kalimantan Tengah pada Rabu 4/11/2026
Luka Menalo Sebut DNA Kemenangan Mengalir di Darah Persib

Luka Menalo Sebut DNA Kemenangan Mengalir di Darah Persib

Kemenangan 2-1 Persib Bandung atas Melbourne Victory di Stadion Rectangular Melbourne, Rabu (4/11/2026) membuat Persib menjadi klub Indonesia pertama yang menang di kandang klub Australia. 
Polda Jatim Identifikasi 15 Fragmen Tulang Korban Mutilasi Madiun, Keluarga Berharap Hukuman Maksimal

Polda Jatim Identifikasi 15 Fragmen Tulang Korban Mutilasi Madiun, Keluarga Berharap Hukuman Maksimal

Polda Jatim memastikan 15 fragmen tulang berasal dari Ashaka dan Dini melalui pemeriksaan DNA. Keluarga berharap pelaku mendapat hukuman maksimal.
Satu Kru Meninggal Dunia, Dua Masih Dicari dalam Insiden Jatuhnya Helikopter Penerbad Jatuh saat Padamkan Karhutla di Kalteng

Satu Kru Meninggal Dunia, Dua Masih Dicari dalam Insiden Jatuhnya Helikopter Penerbad Jatuh saat Padamkan Karhutla di Kalteng

Evakuasi terhadap kru helikopter milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) yang mengalami kecelakaan saat bertugas memadamkan karhutla di Kalimantan Tengah ..
Helikopter TNI AD Jatuh saat Padamkan Karhutla di Kalteng

Helikopter TNI AD Jatuh saat Padamkan Karhutla di Kalteng

Insiden kecelakaan dialami oleh helikopter milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) saat bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kaliman-

Trending

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Tentara Nasional Indonesia kerahkan pasukan dalam skala besar ke Jakarta. TNI AL mengerahkan 20.980 personel untuk mendukung pengamanan di ibu kota DKI Jakarta.
Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Dadang Sastrapraja, Direktur Kompetisi Askot PSSI Kota Bandung tutup usia saat menjadi Koordinator Panpel Cabang Olahraga Gulat PORPROV XV Jawa Barat 2026.
Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar bin Smith buka suara soal aksi unjuk rasa penolakan konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/11/2026) malam. Habib Bahar mengatakan penolakan konser ada sebab dan alasannya.
Kang Sung-hyung Ungkap Biang Kerok Kekalahan Hyundai Hillstate, Singgung Performa Megawati Hangestri

Kang Sung-hyung Ungkap Biang Kerok Kekalahan Hyundai Hillstate, Singgung Performa Megawati Hangestri

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung mengungkapkan biang kerok anak asuhnya bisa menelan kekalahan di laga perdana mereka di Liga Voli Korea 2026-2027. Ia juga turut menyoroti performa sejumlah pemain terutama Megawati Hangestri.
Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Yusril menjelaskan laporan penyadapan disampaikan Kapolri kepada Prabowo dan sejumlah menteri merupakan persoalan serius yang menyangkut kepentingan negara.
Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Komariah ditemukan meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar di dalam mobilnya di kawasan hutan jati Desa Cikamurang, Terisi, Indramayu, Selasa (3/11/2026).
Presiden Prabowo Copot Listyo Sigit dari Jabatan KSP, Ariyo Windutomo Jadi Plt

Presiden Prabowo Copot Listyo Sigit dari Jabatan KSP, Ariyo Windutomo Jadi Plt

Presiden RI Prabowo Subianto mencopot Listyo Sigit Prabowo dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Selengkapnya

Viral