News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap Sudah Aplikasi Tinder Jadi Saksi YTR Kenal Taufik Hidayat Tersangka Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, awal mula perkenalan YTR (29) dan Taufik Hidayat (30), tersangka penyekapan di Bandung lewat aplikasi Tinder.
Jumat, 26 Juni 2026 - 21:48 WIB
Kolase Foto YTR dan Taufik Hidayat
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / tvOnenews.com / YouTube MAIA ALELDUL TV

Kota Bandung, tvOnenews.com - Polda Jawa Barat (Jabar) mengungkap awal mula perkenalan antara wanita berinisial YTR (29) dan Taufik Hidayat (30). Hal ini bentuk menindaklanjuti kasus penyekapan dan penganiayaan di Bandung selama bertahun-tahun.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menyampaikan fakta terbaru dari hasil pemeriksaan sementara. Perkenalan antara YTR dan Taufik Hidayat melalui aplikasi Tinder.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rudi menambahkan, perkenalan tersebut terjadi sebelum korban dan tersangka memutuskan tinggal bersama di sejumlah kos yang berada di wilayah Kota Bandung.

"Perkenalan ini diawali pada 2024 melalui aplikasi Tinder. Mereka berkenalan, merasa dekat, menjalin hubungan, kemudian tinggal bersama di rumah kos," ujar Rudi dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Bandung, Jumat (26/6/2026).

Dilansir dari laman Tinder, Tinder merupakan aplikasi kencan. Platform ini berbasis daring global yang tersedia hampir 200 negara.

Biasanya pengguna dalam aplikasi ini memiliki sejumlah tujuan, di antaranya hanya untuk kencan, bertemu teman baru, perluas jaringan sosial, hingga mencari pasangan hidup.

Fungsi aplikasi ini juga terjadi pada korban dan tersangka. YTR dan Taufik Hidayat berkenalan pada 2024 yang membuat mereka memutuskan untuk menjalin hubugan asmara dan tinggal bersama di rumah kos.

Rudi menyampaikan aktivitas keduanya selama menjalin hubungan. Mereka kerap kali berpindah tempat tinggal setelah memutuskan tinggal bersama.

Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh penyidik, terdapat empat lokasi teridentifikasi pernah ditempati YTR dan Taufik. Temuan ini telah menjadi aktivitas olah tempat kejadian perkara (TKP).

Lebih lanjut, Kapolda Jabar menjelaskan kegiatan sebelum menghilang. Korban bekerja di sebuah perusahaan yang beralamat di kawasan Pasteur, Kota Bandung.

Hal ini selaras dengan pernyataan dari keluarga korban. YTR mengaku akan pindab bekerja ke wilayah Kabupaten Majalengka, dengna dalih mendapat tawaran gaji lebih besar.

Pihak keluarga pun coba menelusuri kebenarannya. Keluarga justru gagal menemukan korban di tempat kerja maupun lokasi tempat tinggal yang diinformasikan oleh YTR.

"Pihak keluarga mencoba berkomunikasi lewat Facebook karena nomor telepon korban tidak bisa dihubungi. Korban sempat merespons agar keluarga tidak mengurus dirinya karena merasa sudah dewasa," paparnya.

Keluarga juga sempat dikabarkan oleh korban. YTR mengaku bekerja di sebuah perusahaan media televisi di Jakarta. Berdasarkan hasil penelusuran dari tim penyidik, pengakuan tersebut dipastikan tidak benar. menerima informasi bahwa korban bekerja di sebuah perusahaan media televisi di Jakarta.

Keberadaan korban akhirnya teridentifikasi setelah keluarga diinformasikan terkait keberadaan YTR yang terakhir kali dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Pihak keluarga terkejut kondisi korban telah mengalami luka berat. Hal itu diduga akibat peristiwa penyekapan hingga penganiayaan sejak mengenal tersangka.

"Pelaku menyundut badan korban dengan rokok, memukul wajah korban, dilakukan berulang-ulang. Dan melakukan penyekapan dengan cara mengunci korban dalam kamar dan meninggalkan pergi dalam keadaan tidak berdaya," ucap Rudi.

Terkini, kata Rudi, penyidik dari Polda Jabar terus melengkapi alat bukti yang lebih lengkap. Selain itu, polisi juga memeriksa saksi untuk merampungkan berkas perkara sebelum dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Aksi Unjuk Rasa Dinilai Sebagai Sosial Kontrol Kebijakan Publik

Aksi Unjuk Rasa Dinilai Sebagai Sosial Kontrol Kebijakan Publik

Belakangan aksi unjuk rasa marak terjadi merespons kondisi perekonomian nasional yang melemah.
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 28 Juni 2026: Aquarius Ketiban Durian Runtuh

Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 28 Juni 2026: Aquarius Ketiban Durian Runtuh

Memasuki Minggu, 28 Juni 2026, sejumlah zodiak diperkirakan memiliki peluang lebih besar untuk menikmati keberuntungan dalam hal keuangan. Siapa saja mereka?
Prabowo Ajak 2.600 Akademisi Kembangkan Mobil Listrik Buatan Indonesia

Prabowo Ajak 2.600 Akademisi Kembangkan Mobil Listrik Buatan Indonesia

Baru-baru ini Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal proyek mobil nasional dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, & Industri Indonesia
Ketua Yayasan Diduga Perintahkan Pengasuh Ikat Balita, 13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha Segera Disidang

Ketua Yayasan Diduga Perintahkan Pengasuh Ikat Balita, 13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha Segera Disidang

Kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta memasuki tahap baru. Sebanyak 13 tersangka dilimpahkan ke Kejari Yogyakarta setelah berkas dinyatakan lengkap (P21).

Trending

Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh anggota TNI terhadap warga
Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 28 Juni 2026: Aquarius Ketiban Durian Runtuh

Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 28 Juni 2026: Aquarius Ketiban Durian Runtuh

Memasuki Minggu, 28 Juni 2026, sejumlah zodiak diperkirakan memiliki peluang lebih besar untuk menikmati keberuntungan dalam hal keuangan. Siapa saja mereka?
Daya Saing Indonesia Anjlok, Bonus Demografi Terancam Berubah Jadi Bencana Pengangguran

Daya Saing Indonesia Anjlok, Bonus Demografi Terancam Berubah Jadi Bencana Pengangguran

Merosotnya peringkat daya saing Indonesia dalam World Competitiveness Ranking 2026 dinilai bukan sekadar penurunan statistik, melainkan sinyal bahaya bagi iklim
Terbongkar! Judi Berkedok Permainan Ketangkasan Terbongkar, Omzet Dua Lokasi Tembus Rp2,1 Miliar

Terbongkar! Judi Berkedok Permainan Ketangkasan Terbongkar, Omzet Dua Lokasi Tembus Rp2,1 Miliar

Polda Metro Jaya membongkar praktik judi berkedok permainan ketangkasan mirip Timezone di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Sebanyak 69 tersangka ditetapkan.
Prabowo Ajak 2.600 Akademisi Kembangkan Mobil Listrik Buatan Indonesia

Prabowo Ajak 2.600 Akademisi Kembangkan Mobil Listrik Buatan Indonesia

Baru-baru ini Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal proyek mobil nasional dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, & Industri Indonesia
Jaringan Judi Online Berkedok Aplikasi Digital Terbongkar, WN China Masuk DPO

Jaringan Judi Online Berkedok Aplikasi Digital Terbongkar, WN China Masuk DPO

Polda Metro Jaya mengungkap jaringan judi online dan pornografi melalui aplikasi HOT51. Sembilan tersangka ditangkap, sementara satu WN China masuk daftar buronan.
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Norwegia Vs Prancis

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Norwegia Vs Prancis

Norwegia dan Prancis sudah memastikan diri lolos ke babak 32 besar berkat kemenangan di dua laga awal. Duel dini hari nanti akan menentukan status juara Grup I Piala Dunia 2026.
Selengkapnya

Viral