BGN Punya Tunggakan Rp1,6 Triliun, Perjalanan Dinas hingga Honor Narasumber Belum Dibayar
- Julio Trisaputra/tvOnenews.com
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengatakan total tunggakan yang masih ditanggung lembaganya mencapai sekitar Rp1,6 triliun.
Hal itu diungkapkan dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI terkait Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025 di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026).
Dalam paparannya, Sari menjelaskan tunggakan tersebut meliputi belanja bahan sebesar Rp16,1 miliar, biaya sertifikasi Rp111 miliar, jasa konsultan, sewa, honor narasumber.
“Ini adalah rekapitulasi tunggakan-tunggakan yang kami harus selesaikan. Ada belanja bahan Rp16,1 miliar, ada sertifikasi Rp111 miliar, jasa konsultan, sewa (kendaraan), honor narasumber,” kata Sari dikutip Minggu (19/7/2026).
- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Adapun dirincikan belanja bahan meliputi pembelian seragam, sendok, call center, dan lainnya.
Sementara itu, tunggakan ke jasa konsultasi sebesar Rp200 juta, sewa kendaraan insidental Rp121 juta, honor narasumber sebesar Rp812 juta.
Kemudian, BGN juga harus membayar tunggakan kepada jasa lainnya seperti penyelenggara acara (event organizer/EO) dan publikasi senilai Rp330 miliar.
“Kemudian kami juga masih punya hutang ke Unhan (Universitas Pertahanan) Rp7,3 miliar, perjalanan dinas Rp684 juta, tunggakan Banper (bantuan pemerintah) Rp100 miliar, belanja modal dan seterusnya,” jelas Sari.
Adapun belanja modal mencakup biaya untuk pembangunan dapur sebesar Rp1,04 triliun.
“Totalnya Rp1,609 triliun. Tapi insya Allah kami akan lunasi, kami akan selesaikan di tahun 2026 ini,” jelasnya.
Meski demikian, Sari menyebut pembayaran tunggakan pada 2026 masih bergantung pada ketersediaan anggaran yang saat ini masih diblokir.
“Tetapi beberapa hal yang memang sudah melewati proses review dan sudah sesuai dengan ketentuan memang akan segera dibayarkan oleh DJA (Direktorat Jenderal Anggaran),” kata Sari. (saa/muu)
Load more