Gerakan Satu Anak Satu Pohon, Siswa SD Diajak Peduli Lingkungan Sejak Dini
- tim tvOne
Bojonegoro, tvOnenews.com – Upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini terus dilakukan di tengah ancaman kerusakan hutan dan berkurangnya sumber air saat musim kemarau. Salah satunya melalui gerakan Satu Anak Satu Pohon yang digelar Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Parengan bersama PT Pertamina EP Cepu Field dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-42.
Program tersebut dilaksanakan di SD Negeri Sidonganti II, Kecamatan Kerek, Jumat (24/7). Sebanyak 24 bibit pohon alpukat dibagikan kepada siswa kelas VI untuk ditanam di rumah masing-masing.
Administratur KPH Parengan, Anthonie Alfrits Tandayu, mengatakan kegiatan tersebut menyasar anak-anak sebagai generasi penerus agar memiliki kesadaran menjaga kelestarian hutan sejak dini.
“Moment Hari Anak Nasional tahun ini, kami dari KPH Parengan memberikan edukasi kepada para generasi penerus mengenai penting menjaga kelestarian hutan,” tuturnya.
Menurutnya, edukasi yang diberikan secara langsung diharapkan mampu membentuk kepedulian lingkungan dalam jangka panjang. Kolaborasi dengan PT Pertamina EP Cepu Field juga diharapkan menjadi langkah awal yang dapat berlanjut pada kegiatan serupa di masa mendatang.
“Bibit tanaman alpukat ini dibagikan kemudian diminta dibawa pulang untuk ditanam di masing-masing rumah mereka. Ini bagian dari pembelajaran proses menanam, merawat hingga tumbuh menjadi pohon yang bisa dimanfaatkan oleh mereka sendiri,” tandasnya.
Setiap siswa diminta menanam bibit tersebut di rumah, kemudian mendokumentasikan perkembangan tanaman melalui swafoto yang dikirimkan kepada pihak sekolah sebagai bagian dari pemantauan.
Kegiatan itu disambut antusias oleh Kepala SD Negeri Sidonganti II, Pardi, bersama para guru dan puluhan siswa. Menurutnya, program tersebut baru pertama kali digelar di sekolahnya yang berada di kawasan sekitar hutan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut karena dinilai relevan dengan kondisi lingkungan di wilayah tersebut. Selain memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga pohon, program itu juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran anak-anak terhadap pentingnya menjaga sumber daya alam, terutama air.
“Kami berterimakasih atas kegiatan edukasi tentang menanam dan menjaga pohon. Karena itu sangat penting bagi sumber penghidupan di desa ini, sebab disini sumber air sulit,” terangnya.
Warga Desa Sidonganti selama ini kerap menghadapi kesulitan memperoleh air bersih saat musim kemarau. Penanaman pohon dinilai menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat mendukung penguatan kawasan resapan air sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.
Salah seorang siswa kelas VI, Friska, mengaku senang mendapatkan bibit pohon alpukat untuk ditanam di rumahnya.
“Senang dapat pohon, biar dirumah nanti bisa lebih adem. Ia merasa saat ini udara semakin panas,” ujar lugunya.
Ia berharap semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap pelestarian hutan sehingga penebangan liar dapat dicegah.
Setelah penyerahan bibit, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi mengenai fungsi hutan dan pentingnya menjaga kelestarian pohon. Para siswa mengikuti materi yang disampaikan petugas KPH Parengan dengan didampingi para guru. (gol)
Load more