Usai Bentrokan Maut di Matraman Menteng, Warga: Tidak Usah Takut Berdagang karena Kita Sudah Damai
- tvOne
Jakarta, tvOnenews.com - Bentrokan yang terjadi di kawasan Matraman Dalam dan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat menghebohkan publik. Peristiwa ini memakan korban jiwa, kerusakan fasilitas, gangguan pendidikan hingga penurunan aktivitas usaha.
Perwakilan warga sekaligus Ketua RT 08 RW 04 Kelurahan Pegangsaan, Ica Risanggeni menyampaikan duka cita atas kejadian bentrokan maut di kawasan Matraman Dalam dan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu (26/7/2026).
"Turut berduka cita atas meninggalnya rekan kita atas kejadian yang kemarin," ujar Ica di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Ia menginginkan agar bentrokan antarwarga tidak terjadi lagi terutama di dua wilayah tersebut. Baginya, kondusifitas tetap menjadi prioritas utama.
"Saya berharap pun juga untuk semua warga yang berada di lokasi Matraman dan sekitarnya. Mohon kita dapat menjaga kondusif daripada keamanan setempat," katanya.
Warga Diimbau Kembali Berdagang Pasca Bentrokan di Matraman-Menteng
- Antara
Ia menyampaikan satu kabar baik. Kondisi kedua kelompok telah berlangsung damai sehingga para pedagang dan warga tidak perlu takut untuk kembali melanjutkan aktivitasnya.
"Tidak usah takut bagi warga-warga yang ingin berdagang silakan dilanjutkan saja. Kami sudah berdamai dengan pihak dari perwakilan yang telah meninggal dunia," terangnya.
Sementara, kuasa hukum korban, Dami Renjaan mengajak seluruh masyarakat khususnya dari Indonesia bagian timur untuk kembali menjaga keamanan dan ketertiban di Jakarta.
Dami mengatakan, para korban telah menyerahkan sepenuhnya dampak dari insiden bentrokan maut di kawasan Matraman dan Menteng kepada pihak kepolisian.
"Kita yakin dan percaya sekali lagi bahwa proses ini dapat berjalan dengan baik dan dapat memberikan keadilan bagi kita semua," ucap Dami.
Kronologi Bentrokan Maut di Matraman-Menteng
- tvOneNews
Sebelumnya, bentrokan melibatkan dua kelompok terjadi di kawasan Matraman hingga Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu, 26 Juli 2026.
Peristiwa ini membuat seorang pemuda berinisial K (23) meninggal dunia. Adapun seorang korban lainnya berinisial DS menjalani perawatan di rumah sakit.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengungkapkan kronologi sebenarnya. Kejadian ini bukan dipicu akibat tidak membayar nasi uduk yang menggegerkan di ruang jagat maya.
Reynold menjelaskan, awal mula keributan terjadi dari aksi dua orang pengendara sepeda motor. Keduanya sengaja memperlihatkan ulah tidak sopan dengan knalpot bising.
"Ada dua orang yang menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan nasi uduk yang gerobaknya berdampak dirusak, itu karena menggeber-geber motornya, sehingga knalpot tersebut membuat kebisingan," ungkap Reynold.
Aksi geber motor di depan warung nasi uduk membuat warga dan dagang yang beraktivitas memberikan teguran kepada mereka. Alih-alih minta maaf, kedua pemuda itu justru emosi.
Keduanya kemudian meninggalkan lokasi. Tak berselang lama, mereka justru kembali ke area nasi uduk dengan membawa sekitar lima orang rekannya sehingga situasi kembali mencekam.
Sekelompok pemuda tersebut mendadak mengamuk hingga memukul warga. Tak hanya itu, mereka juga melakukan pengerusakan tempat usaha UMKM di sekitar lokasi.
"Akibat ditegur tidak terima, dua orang itu mengajak teman-temannya sejumlah lima orang kembali ke lokasi yang melakukan keributan, bahkan merusak di beberapa UMKM yang ada, bahkan ada warga yang terpukul," jelasnya.
Kejadian ini menggetarkan emosi warga sekitar. Mereka langsung melakukan perlawanan hingga aksi saling lempar batu dan kejar-kejaran terjadi sampai ke Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat hingga area lahan kosong.
Pihak kepolisian langsung menuju lokasi kejadian untuk melerai bentrokan maut tersebut. Polisi juga langsung mengevakuasi dua korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan dampak dari dua peristiwa tersebut. Polisi telah menetapkan tujuh tersangka atas insiden maut di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat.
Penetapan ketujuh tersangka tak lepas akibat ulah perusakan gerobak pedagang dan kejadian penganiayaan di lokasi kejadian. Adapun peristiwa perusakan gerobak makanan pedagang membuat polisi menetapkan empat tersangka.
"Empat orang tersangka terhadap perusakan gerobak warga. Ini juga dari keterangan delapan saksi, termasuk petunjuk dari CCTV dan alat-alat bukti lainnya," ujar Budi.
(hap)
Load more