DPR Kecam Dokter dan Nakes di Media Sosial Hina Pasien BPJS: Tak Boleh Ada Diskriminasi
- DPR RI
Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi mengaku geram atas sikap sejumlah dokter dan tenaga kesehatan (nakes) yang menghina pasien BPJS Kesehatan di platform media sosial Threads.
Nurhadi mengatakan tindakan itu bisa mempengaruhi kepercayaan publik terhadap sistem pelayanan kesehatan nasional.
“Terlepas bagaimana kronologi medisnya, setiap pasien berhak diperlakukan dengan hormat, bermartabat, dan penuh empati,” jelas Nurhadi kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).
Politisi Partai NasDem ini menjelaskan profesi nakes dan dokter merupakan profesi yang menyangkut kemanusiaan. Untuk itu, ucapan dan sikap kepada pasien harus tetap dijaga.
“Pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari kecanggihan alat dan kompetensi medis, tetapi juga dari sikap empati, etika, dan penghormatan terhadap martabat manusia,” kata Nurhadi.
Selain itu, Nurhadi mengatakan bahwa tidak boleh ada stigma negatif dan perlakuan diskriminasi terhadap pasien yang memakai BPJS.
“BPJS bukan pasien kelas dua. Tidak boleh ada stigma, diskriminasi, ataupun perlakuan berbeda hanya karena status pembiayaannya,” ungkapnya.
Dia pun meminta dokter dan nakes tersebut diusut atas dugaan pelanggaran etik. Selain itu, Nurhadi menyebut bahwa masyarakat berhak mendapat kepastian soal layanan rumah sakit.
“Masyarakat berhak memperoleh kepastian apakah yang terjadi murni persoalan kapasitas layanan, tata kelola rumah sakit, atau terdapat unsur kelalaian yang harus dipertanggungjawabkan,” tandasnya. (saa/nsi)
Load more