Polisi Diminta Transparan Usut Temuan 995 Senjata di Sekolah Swasta Jaksel: Seluruh Fakta Harus Dibuka
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Temuan senjata berjumlah hampir seribu pucuk di sebuah sekolah swasta di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel), memicu perhatian serius.
Anggota Komisi III DPR RI Adang Daradjatun meminta Kepolisian mengusut secara terbuka temuan menggegerkan tersebut.
Adang mengatakan pengungkapan kasus ini harus dilakukan secara menyeluruh agar masyarakat memperoleh kepastian hukum dan tidak muncul spekulasi terkait asal-usul maupun tujuan penyimpanan 995 senjata tersebut.
“Kepolisian harus mengusut perkara ini secara profesional, objektif, dan transparan. Seluruh fakta harus dibuka dengan jelas, mulai dari status kepemilikan, legalitas, hingga alasan penyimpanan barang tersebut di lingkungan sekolah,” kata Adang dikutip dari Antara, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Adang, keberadaan senjata dan berbagai barang tak lazim lainnya di lingkungan sekolah merupakan persoalan serius yang harus dijelaskan kepada publik.
Hal itu, kata Adang, perlu dilakukan tanpa melihat terlebih dahulu siapa pemilik barang-barang tersebut.
Mantan Wakapolri itu juga meminta proses penyelidikan berjalan independen dan tidak terpengaruh oleh konflik internal yang diduga berkaitan dengan terungkapnya kasus tersebut.
“Jangan sampai proses penegakan hukum dipengaruhi oleh opini ataupun konflik yang terjadi di antara para pihak," ujar Adang.
"Biarkan penyidik bekerja berdasarkan fakta dan alat bukti sehingga hasilnya memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi semua pihak,” tambahnya.
Selain proses hukum, Adang meminta adanya evaluasi terhadap sistem pengawasan di lingkungan sekolah. Evaluasi tersebut terutama menyangkut pengelolaan aset serta barang-barang yang membutuhkan izin khusus.
Dia menilai pengawasan yang lebih ketat penting dilakukan untuk mencegah penyimpanan barang berisiko di lingkungan pendidikan yang dapat memicu keresahan masyarakat.
Adang menegaskan dukungannya terhadap aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut sampai tuntas. Menurut dia, proses hukum yang profesional dan akuntabel diperlukan untuk memberikan kepastian sekaligus mempertahankan kepercayaan publik.
“Lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman untuk belajar dan membangun karakter generasi muda. Pengawasan terhadap aset maupun aktivitas di lingkungan sekolah harus diperkuat agar peristiwa seperti ini tidak kembali menimbulkan keresahan di masyarakat,” katanya.
Load more