News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PPKM Cianjur Jadi Level 4, Pembelajaran Tatap Muka Kembali Dilarang

Seluruh sekolah di Cianjur, Jawa Barat, Kembali menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan kembali menjalankan sekolah jarak jauh atau daring, menyusul ditetapkannya Cianjur menjadi PPKM level 4.
Selasa, 24 Agustus 2021 - 20:19 WIB
Dokumentasi - Bupati Cianjur Herman Suherman
Sumber :
  • tim tvOne

Cianjur, Jawa Barat – Bupati Cianjur Herman Suherman mengintruksikan seluruh sekolah di Cianjur, Jawa Barat, untuk menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan kembali menjalankan sekolah jarak jauh atau daring, menyusul ditetapkannya Cianjur menjadi PPKM level 4.

Herman mengatakan, Pemkab Cianjur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sebelumnya mengeluarkan surat edaran terkait izin penyelenggaraan tatap muka lantaran Cianjur berstatus daerah dengan PPKM level 3.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebelumnya kita keluarkan izin, dengan tetap menjalankan persyaratan yang ketat. Terutama kaitan protokol kesehatan, dimana jam belajar dibagi, ada jaga jarak, dan menggunakan masker. Itu sudah berjalan, dan sejak kemarin (23/8), sudah ada yang belajar tatap muka," kata Herman, Selasa (24/8)

Namun, dengan naiknya status PPKM Cianjur menjadi level 4, pembelajaran tatap muka kembali dilarang. Pasalnya, dalam petunjuk teknis dan Instruksi Mendagri disebutkan, jika yang diizinkan tata muka hanya daerah berstatus PPKM level 2 dan 3.

Oleh karena itu, lanjut Herman, Pemkab Cianjur akan mengeluarkan pemberitahuan kepada setiap sekolah agar menundak kembali pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka ( PTM)

"Hari ini akan dikeluarkan pemberitahuan penundaan PTM, hingga status Cianjur kembali menjadi PPKM level 3 atau masuk kategori daerah yang diizinkan menjalankan tatap muka," tuturnya.

Dia meminta setiap sekolah mematuhi aturan tersebut dan tidak memaksakan untuk menggelar PTM. Jika ada yang membandel, sanksi teguran hingga penutupan sementara akan diberlakukan.

"Kita sama-sama patuhi, tidak akan lama. Karena status level kita naik akibat kekeliruan data. Sekarang sudah diperbaiki dan kemungkinan dalam waktu dekat status PPKM turun lagi ke level 3 dan sekolah tatap muka bisa digelar lagi. Kalau besok ada yang bandel, kita akan beri sanksi," tambahnya.

Kepala SDN Sukamanah, Dedi Kurtubi, mengatakan pihaknya sudah mengetahui jika Cianjur naik status menjadi PPKM level 4, dan pembelajaran harus dilakukan secara jarak jauh atau daring.

Tetapi informasi tersebut baru diterimanya tadi pagi. Saat ini, Pihaknya masih menunggu arahan dari Pemkab Cianjur terkait pelaksanaan pembelajaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sudah tau, tadi pagi tahunya begitu sampai sekolah. Kalau kamu ikut bagaimana Pemkab, jika kembali harus daring ya kami ikuti. Kalau bisa tatap muka ya kita lanjutkan lagi," kata dia.

Berdasarkan Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomer 35 tahun 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, 3, dan 2 Corona Virus Disease 2019 Jawa dan Bali, tepatnya pada poin pertama tersebut, huruf C nomer empat, disebutkan wilayah di Jawa Barat yang masuk dalam PPKM level 4, yaitu Kabupaten Cianjur, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi dan Kota Cirebon. (Deni Hendra/mii)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Daftar 28 Pemain Timnas Indonesia U-17 untuk Hadapi China Resmi Diumumkan: Nova Arianto Panggil Pemain Diaspora

Daftar 28 Pemain Timnas Indonesia U-17 untuk Hadapi China Resmi Diumumkan: Nova Arianto Panggil Pemain Diaspora

Timnas Indonesia resmi mengumumkan daftar pemain yang dipanggil untuk memperkuat tim U-17. Dari 28 pemain yang terpanggil, ada satu penyerang yang berkarier di luar negeri alias diaspora.
Link Live Streaming Kejuaraan Beregu Asia 2026: Indonesia Berpeluang Besar Menang Mudah dari Hong Kong

Link Live Streaming Kejuaraan Beregu Asia 2026: Indonesia Berpeluang Besar Menang Mudah dari Hong Kong

Link live streaming Kejuaraan Beregu Asia 2026, di mana Indonesia diprediksi meraih kemenangan mudah saat melawan Hong Kong di laga perdana sektor putri.
Israel Kembali Serang Palestina, Menlu Sebut BoP Belum Bisa Ambil Langkah Konkret

Israel Kembali Serang Palestina, Menlu Sebut BoP Belum Bisa Ambil Langkah Konkret

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa berlanjutnya serangan Israel ke Jalur Gaza tidak menjadi faktor penentu dalam keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP).
Harga Emas Antam Hari Ini 4 Februari 2026 Lagi-Lagi Melambung hingga Rp102.000, Harganya Jadi Rp2.946.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini 4 Februari 2026 Lagi-Lagi Melambung hingga Rp102.000, Harganya Jadi Rp2.946.000 per Gram

Harga emas Antam hari ini 4 Februari 2026 lagi-lagi meroket Rp102.000. Harga emas Antam hari ini berada di angka Rp2.946.000 per gram.
Kontraknya Tersisa 4 Bulan Lagi di FCV Dender, Winger Timnas Indonesia Ragnar Oratmangoen Menuju Persib Bandung?

Kontraknya Tersisa 4 Bulan Lagi di FCV Dender, Winger Timnas Indonesia Ragnar Oratmangoen Menuju Persib Bandung?

Winger diaspora Timnas Indonesia di Eropa Ragnar Oratmangoen kabarnya bakal susul rekan-rekannya ke Super League. Persib Bandung diisukan jadi yang terdepan.
PSI Samakan Jokowi dengan Messi Tanpa Piala Dunia, Targetkan Kemenangan di Pemilu 2029

PSI Samakan Jokowi dengan Messi Tanpa Piala Dunia, Targetkan Kemenangan di Pemilu 2029

Menurut Saiful, perjalanan politik Jokowi dinilai telah mencapai hampir seluruh puncak prestasi, meski masih menyisakan satu capaian yang belum diraih.

Trending

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Insiden Memalukan di Liga Italia, Bintang Inter Milan Blak-blakan Minta Maaf ke Emil Audero

Insiden Memalukan di Liga Italia, Bintang Inter Milan Blak-blakan Minta Maaf ke Emil Audero

Insiden memalukan mewarnai lanjutan pekan ke-23 Serie A. Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada kiper Emil Audero menyusul aksi pelemparan kembang api dari tribun pendukung Nerazzurri yang mengarah langsung ke sang penjaga gawang.
Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Kasus dugaan penelantaran anak yang menyeret nama artis Denada menjadi sorotan publik. Kini sudah mengakui Ressa sebagai anak.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Open To Work di LinkedIn Berujung Kontroversi, Prilly Latuconsina Ngaku Menyesal: Aku Bukan Niat Tidak Empati

Open To Work di LinkedIn Berujung Kontroversi, Prilly Latuconsina Ngaku Menyesal: Aku Bukan Niat Tidak Empati

Aktris Prilly Latuconsina muncul klarifikasi dan minta maaf usai fitur #OpenToWork profil LinkedIn bekerja sebagai sales mengandung tidak empati ke pencaker.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT